LOMBA BAKIAK ANTAR OPD PROVINSI BENGKULU

Hallo Sobat Museum!

Pada tanggal 15 November 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan perlombaan bakiak atau terompa kayu yang di halaman depan gedung sekretariat museum. Bakiak atau terompa kayu merupakan permainan tradisional yang mana permainan ini di mainkan 3 orang atau lebih. Bakiak sendiri sebenarnya merupakan sebuah alas kaki tradisional terbuat dari kayu yang sering digunakan orang-orang dulu. Istilah yang sama juga digunakan dalam permainan tradisional yang juga menggunakan alas kaki dari kayu dengan beberapa modifikasi.

Permainan tradisional bakiak ini di ikuti oleh seluruh OPD di lingkungan Provinsi Bengkulu, Museum Negeri Bengkulu melaksanakan berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT Provinsi Bengkulu yang ke-54. Juri perlombaan ini merupakan orang-orang yang telah berpengalaman di berbagai perlombaan. Pelaksanaan lomba ini di lakukan satu hari dan langsung mendapatkan pemenang, adapun nama-nama OPD pemenang dalam perlombaan ini antara lain:

Juara 1 Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan

Juara 2 Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik

Juara 3 Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Juara Favorit 1 Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Juara Favorit 2 Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang

Juara Favorit 3 Inspektorat Provinsi Bengkulu

Pemenang akan mendapatkan hadiah uang pembinaan yang akan di berikan pada tanggal 18 November 2022 bertepatan pada saat ulang tahun Provinsi Bengkulu. (aw)*

Pergelaran Tari Kreasi Baru Se-Provinsi Bengkulu Taman Budaya Bengkulu

Taman Budaya Bengkulu merupakan UPTD dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Taman Budaya Bengkulu merupakan tempat atau wadahnya para seniman untuk mengekspresikan karya-karya mereka, pada hari kamis tanggal 10 November 2022 Taman Budaya Bengkulu mengadakan kegiatan pagelaran tari kreasi baru se-Provinsi Bengkulu, seluruh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Bengkulu menampilkan karya-karya terbaik mereka di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Bengkulu.

Kegiatan ini di buka langsung oleh kepala Taman Budaya Bengkulu Bambang Erawan, S.Sos dia mengatakan pagelaran tari kreasi ini adalah apresiasi Taman Budaya Bengkulu kepada seniman-seniman tari yang ada di Provinsi Bengkulu yang beberapa waktu yang lalu telah ikut berlomba di sini, kita tahu bahwa pandemi yang telah melanda Provinsi Bengkulu beberapa tahun ini membuat kegiatan bersosialisai kita menjadi terbatas dan kurang efisien karena kami Taman Budaya Bengkulu sebagai tempat atau wadahnya para seniman yang ada di Provinsi Bengkulu menjadi kurang aktif di masyarakat, dengan diadakannya kegiatan-kegiatan seperti ini kami juga berharap agar masyarakat dan para seniman dapat berkarya di sini di Taman Budaya Bengkulu.

Fokus Grup Diskusi “Pakaian Pengantin dan Pakaian Adat Bengkulu”

Hallo Sobat Museum!

Setiap provinsi dan daerah pasti memiliki pakaian pengantin dan pakaian adat sendiri yang memiliki ciri mereka masing-masing. Museum Negeri Bengkulu pada tanggal 1 November 2022 bertempat di Aula Museum Negeri Bengkulu mengadakan kegiatan fokus grup diskusi yang bertemakan “Pakaian Pengantin dan Pakaian Adat Bengkulu”, tujuan dari diadakannya kegiatan ini yaitu menyikapi perkembangan zaman yang ada terutama di kalangan para perias pengantin dan tempat-tempat penyewaan pakaian adat Bengkulu.

Narasumber pertama dalam diskusi ini yaitu Wehelmi Ade Tarigan,S.H.M.M, saat menyampaikan materinya dia mengatakan bahwa kita Provinsi Bengkulu memiliki 9 kabupaten dan 1 kota yang mana setiap kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu memiliki beragam pakaian adat pengantin, dia juga mengatakan banyak sekali dia menemukan pada saat acara perkawinan itu pakaian adat Bengkulu yang salah dan terkadang memakai perhiasan kepala dari provinsi lain, maka dalam hal inilah kita berharap dengan diadakannya kegiatan-kegiatan seperti ini akan memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut.

Pemateri kedua yaitu Ade Hapriwijaya beliau dulunya adalah salah satu Sub Koordinator di Museum Negeri Bengkulu pada saat masih di Museum Negeri Bengkulu dia sering melaksanakan kegiatan penelitian-penelitian kedaerah bersama dengan tim dari museum untuk mencari informasi-informasi mengenai pakaian adat dan lain sebagainya. Beliau mengatakan Adat merupakan kebiasaan-kebiasaan yang tumbuh dan terbentuk dari masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan dijunjung serta di patuhi masyarakat pendukungnya. Adat istiadat merupakan ciri khas suatu daerah yang melekat sejak dahulu kala dalam diri masyarakat yang melakukannya.

Adapun pakian pengantin suku melayu bengkulu terdiri atas pakaian pengantin pria dan pakaian pengantin wanita. Pakaian pengantin wanita terdiri atas kain lecap benang, kebaya panjang bertabur, kain glamor dan gelang, serta mengenakan singal atau perhiasan kepala (mahkota). Pengantin wanita juga memakai hiasan berupa kalung dan gelang, serta sepatu dengan kaos kaki sebagai alas kakinya.

Pakaian adat daerah adalah pakaian yang lazim dikenakan oleh suku bangsa atau penduduk suatu daerah dan merupakan ciri khas suku bangsa atau penduduk daerah tersebut. Pakaian adat biasanya dikenakan pada saat penyelenggaraan upacara-upacara adat atau pesta adat, misalnya pada saat upacara perkawinan dan penyambutan tamu agung. Masyarakat Bengkulu yang terdiri dari beragam suku bangsa masing-masing suku bangsa tersebut memiliki pakaian adat sendiri-sendiri. Adapun perhiasan kepala pakaian pengantin adat provinsi Bengkulu.

  • Sangul sikek:
  • Tangkai bunga mas
  • Kembang intan
  • Sunting burung
  • Seuntai rago-rago
  • Tusuk konde (kondai) balon permata intan

Workshop Konservasi Koleksi Museum Negeri Bengkulu

Sahabat Dikbud,

Salam Museum dihatiku!

Museum adalah suatu lembaga atau tempat perawatan, penyimpanan dan penelitian benda cagar budaya atau benda sejarah budaya dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat melalui pameran atau sosialisasi.

Pada tanggal 26 Oktober 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan kegiatan Workshop Konservasi Koleksi Museum Negeri Bengkulu. Kegiatan ini dilakukan di Aula Museum Negeri Bengkulu, peserta workshop sendiri terdiri dari mahasiswa dari berbagai perwakilan Universitas yang ada di Bengkulu, beberapa dari UPTD dibawah naungan Dinas Pendididkan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu dan masyarakat umum.

Pemateri kali ini dari pihak museum sendiri yaitu bapak Hansen dan bapak Wimmy Hartawan, M.Cs dia seorang dosen yang akan menjelaskan konservasi koleksi keris.

Adapun tujuan utama museum adalah

  • Mengamankan koleksi sejarah budaya dari kerusakan maupun kepunahan.
  • Memelihara dan merawat koleksi dari kerusakan alamiah dengan perawatan preventif (pencegahan) dan kuratif (perawatan) sesuai standar teknis museum.
  • Melakukan penelitian ilmiah koleksi dan menyebarluaskan hasil penelitian kepada masyarakat.
  • Melaksanakan penyimpanan dan panyajian koleksi melalui pameran dan sosialisasi dalam bentuk informasi.
  • Melakukan pengelolaan administrasi koleksi: dokumentasi, registrasi, inventarisasi, katalogisasi dan lebeling serta penyempurnaan data koleksi dan display pameran.

Ruang lingkup dari museum itu sendiri antara lain yaitu pengelolaan fisik dan pengelolaan non fisik, seperti:

  1. Pegelolaan fisik adalah upaya mempertahankan koleksi melalui pemeliharaan baik bersifat preventif atau pencegahan dan kuratif atau perawatan agar selalu dalam kondisi baik sehinga bisa bertahan lebih lama, penyimpanan dan penyajian koleksi.
  2. Pengelolaan non fisik adalah pengelolaan administrasi koleksi. Mencakup dokumentasi, registrasi, inventarisasi, katalogisasi, labelling dan pembaruan data.

Konservasi adalah perlakuan penyelamatan, pemeliharaan dan pengawasan benda-benda koleksi  yang mempunyai nilai sejarah, budaya dan ilmiah dari kerusakan alam, mikro organisme dan manusia.

Pendahuluan konservasi dapat berupa:

pembersihan, pencucian, pengobatan, pengawetan, perbaikan, dan konsolidasi yang pada intinya tindakan ini dapat menghambat proses kerusakan lebih lanjut. Kemudian petugas perawatan dan pemeliharaan koleksi disebut konservator. Konservasi berasal dari kata conservation yang artinya perawatan atau pemeliharaan alam, namun dalam perkembangannya secara luas konservator diartikan sebagai kegiatan merawat, memelihara dan mengawetkan suatu benda.

Di dalam konservasi terdapat beberapa faktor atau agen-agen yang dapat merusak koleksi seperti dapat kita lihat pada gambar di bawah ini ada 10 agen deteriorasi koleksi atau penyebab kerusakan koleksi.

Pemateri kedua yaitu bapak Wimmy Hartawan, M.Cs yang akan menjelaskan tentang “Konservasi Terhadap Temuan Pusaka Keris/Tosan Aji”. Dia mengatakan bahwa pusaka adalah sebuah benda yang sangat dihormati menurut adat maupun kepercayaan berbagai suku ditiap negara

Secara garis besar benda pusaka memiliki identitas suku ras berdasarkan garapan / bentuk. Penyelamatan pusaka dalam kondisi berkarat/korosi tidak boleh merusak bahkan mengurangi nilai estetik dari pusaka itu sebab akan menjadikan benda tersebut hilang nilai dari kebendaannya.

Berikut ini adalah peralatan atau proses yang dilarang atau harus dihindari pada saat perawatan benda pusaka seperti keris:

  • Pemanas/Pembakaran, solusi mengganti proses pembakaran antara lain;
  • Elektrolisis dengan larutan bersoda (Basa)
  • Sabun Cuci Piring Krim
  • Sabun Cuci Piring Jeruk Nipis
  • Menggerinda dengan mesin
  • Menggerinda Manual/Kikir tangan
  • Mengamplas kasar, umumnya amplas dibawah kerapatan 5000 (Lima Ribu), solusinya dengan menggunakan abu merang atau abu gosok.

Benturan dengan benda logam,  solusinya adalah dengan palu kayu/plastik nilon.

Merawat dan menjamas adalah proses merawat dan menjaga pusaka hingga tetap bebas dari karat hingga terjaga dari kerusakan. Proses merawat pusaka ini mulai dari proses membersihkan dari karat/mutih, mewarangi, hingga meminyaki dan memberi wewangian pada pusaka.

Mencuci pusaka/mutih  syarat mutlak agar pusaka bisa diwarangi dengan baik, adalah bilah harus diputih dengan baik terlebih dulu, setelah terlebih dulu dibersihkan dari berbagai noda, kotoran terutama korosi, salah satu cara tradisional mutih adalah dengan merendam bilah keris dengan air kelapa tua (asam lemah) selama beberapa hari, bergantung kadar kotoran dan karatny,gosok bilah dengan jeruk nipis sehingga menjadi putih keperakan.

Beberapa cara lain adalah dengan menggunkan perasan air jeruk nipis, akan lebih baik dari perasan air jeruk nipis yang sebelumnya buah jeruk tersebut dikupas. Kulit jeruk bisa menyebabkan Logam jenis besi menjadi kemerahan. Perlu dilihat waktu perendaman karena air jeruk ini bisa memakan besi jika terlalu lama direndam.

Cara mutihan yang lebih keras/ ekstrim yaitu dengan larutan citrun atau pembersih porcelain tetapi ini sangat tidak dianjurkan karena bisa membuat logam jenis besi menjadi berpori atau berbintik. Jadi serat besi akan hilang.

Pada saat workshop berlangsung juga ada doorprice atau hadiah bagi para peserta yang berhasil menjawab dan menanyakan pertanyaan, hal ini adalah sebuah apresiasi dari pihak Museum Negeri bengkulu untuk peserta yang aktif dalam kegiatan tersebut. (aw)*

Lomba Fashion Show Pakaian Adat Pengantin Bengkulu Tingkat SMA/SMK Se-Provinsi Bengkulu Museum Negeri Bengkulu Tahun 2022

Hallo Sobat Museum !

Pada tanggal 20 Oktober 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan lomba Fashion Show Pakaian Adat Pengantin Bengkulu tingkat SMA/SMK Se-Provinsi Bengkulu. Adapun tema kegiatan lomba Fashion Show Pakaian Adat Pengantin Bengkulu tahun ini adalah mencintai dan melestarikan adat budaya Provinsi Bengkulu.

Berikut ini adalah ketentuan peserta kegiatan lomba fashion show pakaian adat pengantin bengkulu :

  • Peserta lomba fashion show pakaian adat Bengkulu adalah siswa/siswi kelas X s.d XII
  • Peserta lomba fashion show pakaian adat Bengkulu memperagakan pakaian adat pengantin Provinsi Bengkulu (pakaian adat dari 9 Kabupaten dan 1 Kota)
  • Peserta lomba fashion show pakaian adat Bengkulu silahkan memilih salah satu pakaian adat pengantin Bengkulu yang akan diperagakan
  • Pakaian pengantin diperagakan menurut adat masing-masing daerah tidak dimodifikasi
  • Terompah atau sandal yang digunakan dalam pakaian adat tertutup
  • Peserta lomba fashion show boleh melakukan bloking panggung pada saat selesai Technical Meeting
  • Peserta lomba fashion show memperagakan pakaian adat selama 5 menit
  • Setiap peserta membuat narasi tentang pakaian yang akan dilombakan kepada pihak panitia
  • Peserta sudah berada di lokasi 30 menit sebelum perlombaan
  • Peserta lomba mengikuti pengambilan nomor pada tanggal 17 Oktober 2022

Pelaksanaan lomba fashion show pakaian adat pengantin Bengkulu akan dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Oktober 2022 pukul 08.00 s.d selesai di Aula Museum Negeri Bengkulu

Juri dalam perlombaan ini adalah Dati Yanim.P.Srikandi, Dewi Lestari dan Hemamalini. Adapun kriteria penilaian yang menjadi patokan para juri adalah

  • Keaslian Pakaian 40 %
  • Keserasian Busana (Ekspresi dan Estetika) 30 %
  • Penampilan 30 %

Pengumuman pemenang lomba Fashion Show Pakaian Adat Pengantin Bengkulu langsung di sampaikan setelah para juri menilai dan memutuskan pada hari itu juga, berikut adalah nama-nama sekolah pemenang:

  • Juara I : SMA N 5 Kota Bengkulu
  • Juara II : SMA N 5 Kota Bengkulu
  • Juara III : SMA N 4 Bengkulu Tengah
  • Harapan I : SMA N 6 Kota Bengkulu
  • Harapan II : SMA N 3 Bengkulu Tengah
  • Harapan III : SMA N 7 Kota Bengkulu
  • Favorit : SMA N 2 Kota Bengkulu

Pembagian hadiah akan dibagikan pada saat penutupan pelaksanaan rangkaian kegiatan-kegiatan lomba pada tanggal 18 November 2022.

Untuk informasi selanjutnya lihat terus update terbaru !

Instagram: @museumnegeri.bengkulu

Facebook: MuseumNegeri Bengkulu

Website:https://dikbud.bengkuluprov.go.id/dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-provinsi-bengkulu/museum

Pembukaan Lomba Hari Museum Indonesia dan Hut Provinsi Bengkulu

Hallo Sobat Museum !

Hari ini pada tanggal 19 Oktober 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan rangkaian pembukaan lomba yang dibuka langsung oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu bapak Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd dan dihadiri oleh beberapa pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu.

Kata sambutan dari kepala Museum Negeri Bengkulu bapak Didi Hartanto, S.E “pada kesempatan ini saya akan membacakan laporan penyelenggaraan kegiatan lomba Museum Negeri Bengkulu tahun 2022 dalam rangka Hut Museum Indonesia 12 oktober 2022 dan Hut Provinsi Bengkulu yang ke 54. Dasar kegiatan permen dikbud no.15/t/2022 tentang penerima dana alokasi khusus non fisik bantuan operasional penyelenggaraan museum tahun anggaran 2022 maka dalam hal ini Museum Negeri Bengkulu mengadakan beberapa jenis kegiatan sebagai berikut:

  • Lomba menggambar koleksi tingkat SD/MI
  • Lomba paduan suara tingkat Paud/Tk
  • Lomba tari kreasi tingkat Paud/Tk
  • Lomba fashion show tingkat SLTA Se-Derajat
  • Lomba vlog museum tingkat SLTA Se-Derajat
  • Lomba menulis dan membaca puisi tingkat SD/MI
  • Lomba membaca naskah ulu tingkat Mahasiswa/ Umum
  • Lomba engrang bambu tingkat SLTP Se-Derajat
  • Lomba permainan tradisional palak babi tingkat SLTA Se-Derajat
  • Lomba terompah antar OPD
  • Lomba gasing kayu tingkat SLTA Se-Derajat
  • Workshop Naskah Ulu
  • Workshop Koleksi
  • Workshop Memandu

Adapun tujuan dari rangkaian kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai budaya dan sejarah Provinsi Bengkulu dan mengenalkan budaya dan tradisi yang hampir punah kepada masyarakat khususnya pelajar di Provinsi Bengkulu.

Kata sambutan dari kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu sekaligus membuka acara rangkaian kegiatan Museum Negeri Bengkulu. Beliau mengajak kepada seluruh peserta untuk berkreativitas dan melestarikan nilai-nilai budaya tradisi yang ada di Provinsi Bengkulu, ada kesenian kita yang telah mendunia yaitu salah satunya adalah musik Dol yang telah dikenal di Qatar. Harapan dari bapak Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd nantinya akan diadakan olahraga-olahraga tradisional menjadi perlombaan yang rutin di adakan untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan kita, kepada peserta lomba untuk terus berkreativitas dan junjung tinggi sportivitas.(aw)*

Lomba Paduan Suara Museum Negeri Bengkulu

Halo Sobat Museum!

Dalam rangka memperingati Hut Provinsi Bengkulu yang ke-54 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu melalui Museum Negeri Bengkulu mengadakan beberapa perlombaan. Pada tanggal 18 Oktober 2022 di Aula Museum Negeri Bengkulu melaksanakan lomba paduan suara tingkat TK/Paud se-kota Bengkulu. Adapun tema kegiatan lomba paduan suara tahun ini adalah mencintai budaya dan sejarah bangsa.

Ketentuan peserta lomba paduan suara antaralain: 

  • Peserta lomba paduan suara adalah anak usia 4 s.d 6 tahun
  • Peserta lomba paduan suara menyanyikan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan (boleh iringan musiknya dari panitia/ membawa pemin music sendiri dari sekolah yang bersangkutan)
  • Setiap peserta lomba diperbolehkan membawa dirigen (guru bersangkutan)
  • Peserta lomba boleh membawa pemain musik dari sekolah
  • Lagu wajib dan lagu pilihan dinyanyikan satu kali putaran
  • Lagu wajib sebagai berikut :
  • Padamu Negeri
  • Ibu Kita Kartini
  • Lagu pilihan sebagai berikut :
  • Botoy botoy
  • Pantai Malabro
  • Ikan Pais
  • Tabot
  • Peserta sudah berada di lokasi 30 menit sebelum perlombaan
  • Peserta lomba mengikuti pengambilan suara pada tanggal 14 Oktober 2022

Kostum dalam perlombaan bebas (menyesuaikan)

Adapun juri dalam perlombaan ini adalah orang-orang seniman yang biasa menjadi juri maupun guru dalam lomba-lomba menyanyi, ketiga juri dalam perlombaan ini adalah Ajalon Tarmizi, Hemamalini, S.Sn, dan Yulizar, dalam perlombaan ini mereka menyampaikan bahwa ini mungkin pertama kalinya anak-anak yang mengikuti lomba, tetapi jangan putus asa karena semuanya telah memberikan penampilan terbaik mereka hari ini, jadi anak-anak tetap semangat dan terus mengikuti perlombaan yang ada.

Pemenang lomba langsung di umumkan pada saat penjurian selesai hari itu juga, berikut adalah pemenang lomba:

  • Juara 1 TK Al-Fattah Kota Bengkulu
  • Juara 2 TK Kumala Bhayangkara 26 Kota Bengkulu
  • Juara 3 TK Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengkulu
  • Juara Harapan 1 TK Pembina 1 Kota Bengkulu
  • Juara Harapan 2 TK Sandy Telkom Kota Bengkulu
  • Juara Harapan 3 TK Al-Hikam Kota Bengkulu. (aw)*

Untuk informasi selanjutnya lihat terus update terbaru !

Instagram: @museumnegeri.bengkulu

Facebook: MuseumNegeri Bengkulu

Website:https://dikbud.bengkuluprov.go.id/dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-provinsi-bengkulu/museum

Lomba Menggambar Koleksi Museum Bengkulu

Sahabat Dikbud,

Hallo Sobat Museum!

Pada hari ini Senin tanggal 17 Oktober 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan kegiatan lomba menggambar, adapun tema dari lomba ini yaitu “Koleksi Museum Negeri Bengkulu”, tujuan dari lomba ini untuk mengajak anak-anak sekolah lebih mengenal sejarah dan budaya yang terdapat di Provinsi Bengkulu melalui koleksi Museum Negeri Bengkulu.

Para peserta dari pelajar SD sederajat se-kota Bengkulu dikumpulkan terlebih dahulu di Aula Museum Negeri Bengkulu untuk mendapatkan pengarahan sebelum memasuki Gedung Pameran Museum Negeri Bengkulu. Kemudian pada saat Technical Meeting (TM) para peserta telah mengambil undian untuk menggambar koleksi Museum Negeri Bengkulu, koleksi yang di jadikan perlombaan yaitu:

  1. Naskah Ka-Ga-Nga
  2. Kerambit
  3. Ani-ani
  4. Bake
  5. Bakul Sirih Suku 8

Pengumuman pemenang pada perlombaan menggambar di bacakan langsung pada saat selesai juri menilai hasil gambar peserta, berikut adalah pemenang lomba gambar :

Juara 1 Zapirah Miftahul Jannah dari SDN 76 Kota Bengkulu

Juara 2 Raisya Zahwa Prihantana dari SD IT Baitul Izzah

Juara 3 Vanesa Ovita Ayu dari SLBN 5 Kota Bengkulu

Juara 1 Favorit Czevda Dhanaer dari MI Humairah Kota Bengkulu

Juara 2 Favorit Ayu Shofiyah Salsabila dari SDN 36 Kota Bengkulu

Juara 3 Favorit Silva Avricia dari SD Islam Al Azhar 51 Kota Bengkulu

Kemudian ada beberapa gambar yang oleh juri mendapatkan apresiasi walaupun tidak menjadi juara dalam lomba ini, berikut adalah nama-nama peserta tersebut;

  1. Afanin Naura Siregar dari SD IT Iqra’ 2 Kota Bengkulu
  2. Danendra Prayata dari SDN 51 Kota Bengkulu
  3. Alya Martha Satriani dari MI Humairah Kota Bengkulu
  4. Nayla Azha Queenditry dari SDN 32 Kota Bengkulu
  5. Kiandra Rekha dari SD Islam Al Azhar Kota Bengkulu
  6. Aisyah Nur Mala Sari dari SD IT Hidayatullah Kota Bengkulu
  7. Kevin Indra Pratama dari SDN 5 Kota Bengkulu
  8. Nazifatul Amira dari SDN 9 Kota Bengkulu
  9. Aulia Az-Zahra dari SD IT Iqra’ 2 Kota Bengkulu
  10. Az-Zahra Vira Marsya dari SD IT Iqra’ 2 Kota Bengkulu

Para pemenang lomba akan mendapatkan hadiah uang pembinaan, thropy dan piagam penghargaan dan untuk 10 peserta yang mendapatkan apresiasi diberi bingkisan dari pihak Museum Negeri Bengkulu. Pemenang lomba nanti akan berkumpul kembali di Aula Museum Negeri Bengkulu pada saat HUT Provinsi Bengkulu yang  ke-54 pada tanggal 18 November 2022. (aw)*

Untuk informasi selanjutnya lihat terus update terbaru !

Instagram: @museumnegeri.bengkulu

Facebook: MuseumNegeri Bengkulu

Website:https://dikbud.bengkuluprov.go.id/dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-provinsi-bengkulu/museum/

Meditasi Festival Komunikasi Seni Media (FKSM)

Sobat Dikbud, Salam Budaya!

UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu merupakan wadah bagi seluruh seniman untuk mengekspresikan seluruh pemikirannya. Pada tanggal 5 Oktober 2022 UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu mengadakan pembukaan Festival Komunitas Seni Media yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Perfilman, Musik dan Media bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu dan ARCOLABS. Festival Komunikasi Seni Media diselenggarakan pada tanggal 6-12 Oktober 2022 di UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu.

Direktur Jendral Kebudayaan Hilmar Farid, Ph.D mengatakan Festival Komunitas Seni Media (FKSM)  ini diadakan karena ada 2 hal yang pertama untuk menggairahkan kembali komunitas seni media, kemudian untuk menghidupkan kembali atau membuat ruang terbuka kembali pada taman budaya, sebagai tempat kumpulnya kembali ide-ide kebudayaan yang cemerlang para seniman.

FKSM ini yang pertama dan akan menjadi dasar FKSM di seluruh Taman Budaya yang lain. Taman Budaya nantinya akan ada kegiatan rutin yang akan memperkuat pemajuan kebudayaan daerah sehingga kita ingin ke lokalan itu muncul, karena FKSM ini permintaan komunitas media.

Festival Komunitas Seni Media ini di buka oleh Gubernur Bengkulu dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Bapak Drs. Hamka Sabri, M.Si, kami mengucapkan selamat datang di bumi raflesia, raflesia adalah bunga bangkai terbesar yang dijadikan ikon dari Provinsi Bengkulu karena keindahannya orang Bengkulu memiliki filosofi kalau bunga raflesia belum mekar berarti menandakan orang tersebut harus datang kembali untuk menyaksikan mekarnya bunga raflesia

Setelah selama 2 tahun kita dilanda oleh pandemi yang membuat aktivitas tatap muka atau sosial kita menjadi berkurang dengan menurunnya pandemi ini maka kita dapat melaksanakan kegiatan kita secara normal kembali. Festival ini merupakan ajang silahturahmi untuk seluruh seniman, kemudian setelah festival ini akan menimbulkan dan meningkatnya kreativitas para seniman terkhusus seniman Provinsi Bengkulu.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri Bapak Sudjud Dartanto, beliau adalah kurator Galeri Nasional Indonesia yang berfokus dalam interaksi seni, budaya dan teknologi. Pengalamannya meliputi residensi kurator di Institute modern Art, brisbane, australia. Ini akan menjadi momen sekaligus kesempatan bagi kita untuk menyalurkan pertukaran pengetahuan dan juga akan melahirkan satu sintesis baru bahwa generasi media akan lahir di Provinsi Bengkulu ini.

Jeong Ok Jeon adalah kurator dan pendidik  Korea yang berbasis di Jakarta yang memiliki minat kuat dalam seni media baru, seni dan sains, dan pendidikan kurator. Kami mengundang 13 komunitas seniman dari berbagai kota di Indonesia jadi dengan diadakannya festival ini kita dapat melihat keragaman praktik dan perkembangan seni media di Indonesia serta karakteristik yang berbeda dari  setiap kota, setiap karya seni memiliki cirikhas dan keunikan tersendiri baik dari segi konsep, visualisasi dan penggunaan medianya namun kesamaan dari karya seni yaitu bertujuan agar penonton menjadi peserta aktif yang menjadikan pameran ini istimewa dan berbeda dari yang lain. Kami berharap semuanya menikmati pameran dan mendapatkan pengalaman  dan perspektif baru.

Yudi Ahmad Tajudin adalah sutradara teater kontemporer indonesia dengan pengalaman kesenian lintas disiplin, meliputi karya opera kontemporer, teater-tari, seni performans dan interprestasi seni pertunjukan tradisional yang telah ditampilkan di berbagai panggung dan forum seni internasional di Asia, Eropa, Australia dan Amerika. Ia merupakan salah satu pendiri teater Garasi, sebuah kolektif seniman lintas disiplin di Yogyakarta, yang telah menerima penghargaan princes claus award dari Princes Claus Fund, Belanda pada tahun 2013. Kami berterima kasih kepada semua para seniman yang ada di Bengkulu juga kepada kepala Taman Budaya, juga kepada bapak Gubernur Bengkulu dan jajarannya karena berkat dukungan dari pemerintah Provinsi Bengkulu dan seniman yang terbuka kepada kami mungkin kegiatan yang kami rancang ini tidak berjalan dengan baik. aw)*

Lomba Menggambar Koleksi Museum Negeri Bengkulu Tingkat Sekolah Dasar Sederajat

Hallo Sobat Museum!

Museum Negeri Bengkulu merupakan tempat edukasi sekaligus wisata sejarah bagi pengunjungnya, kali ini Museum Negeri Bengkulu mengadakan kegiatan lomba menggambar koleksi museum tingkat sekolah dasar sederajat Se-Kota Bengkulu, waktu dan tempat pelaksanaanya senin 17 Oktober 2022 di Aula Museum Negeri Bengkulu, adapun tema dari lomba ini yaitu “Koleksi Museum Negeri Bengkulu”, tujuan dari lomba ini untuk mengajak anak-anak sekolah lebih mengenal sejarah dan budaya yang terdapat di Provinsi Bengkulu melalui koleksi Museum Negeri Bengkulu.

Ketentuan Peserta:

  • Lomba tidak dipungut biaya (Gratis)
  • Peserta lomba adalah pelajar SD sederajat Se-Kota Bengkulu kelas 4,5,6
  • Peserta wajib menyertakan kartu identitas pelajar/surat keterangan dari pihak sekolah
  • Setiap sekolah mendapatkan kuota maksimal 10 orang (pendaftaran bisa kolektif maupun perseorangan).

Spesifikasi lomba:

  • Tema lomba “koleksi Museum Negeri Bengkulu”
  • Media kertas A3
  • Material cat dan peralatan menggambar: Pensil, Pensil Warna, Crayon, Spidol, dan Sejenisnya
  • Karya lomba menggambar adalah koleksi Museum Negeri Bengkulu yang telah ditetapkan panitia dan juri
  • Waktu 3 jam
  • Pengumuman pemenang akan disampaikan langsung di hari yang sama setelah lomba dan penjurian
  • Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Kriteria penilaian:

  • Visual : Komposisi bentuk dan Warna, serta teknik penggarapan karya :80%
  • Artistik : 20%

APRESIASI JUARA DAN PESERTA LOMBA

Juara I                         : Uang Pembinaan + Trophy + Piagam Penghargaan

Juara II                        : Uang Pembinaan + Trophy + Piagam Penghargaan

Juara III                       : Uang Pembinaan + Trophy + Piagam Penghargaan

Juara Harapan I           : Uang Pembinaan + Trophy + Piagam Penghargaan

Juara Harapan II          : Uang Pembinaan + Trophy + Piagam Penghargaan

Juara Harapan III        : Uang Pembinaan + Trophy + Piagam Penghargaan

Kemudian ada apresiasi untuk 10 peserta lomba menggambar, juri dalam perlombaan ini berasal dari kalangan profesional, dengan latar belakang praktisi dan pengamat seni rupa. Sekretariat lomba manggambar berada di Museum Negeri Bengkulu Jl. Pembangunan no.08, Gading Cempaka, Jembatan Kecil, kecamatan Singgaran Pati. Kota Bengkulu.

Contact Person: Rommi Roestam, SSn. (085267967007)

Keseruan aktifitas lomba akan diunggah ke akun medsos Museum Negeri Bengkulu

Instagram :@museumnegeri.bengkulu

Facebook : MuseumNegeri Bengkulu. Aw)*