Dirgahayu Provinsi Bengkulu “Masyarakat Kuat Bengkulu Hebat”

Sahabat Dikbud,

Upacara Peringatan HUT Provinsi Bengkulu ke-54 Tahun 2022 pada Tanggal 18 November 2022 yang dilaksanakan di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu yang di Pimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Bengkulu yang dalam hal ini diwakili langsung Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Bapak Syahjudin, M.Pd selaku Inspektur Upacara HUT Provinsi Bengkulu ke-54 tahun 2022 dengantema “Masyarakat Kuat Bengkulu Hebat” dan Alhamdulillah pelaksanaan Upacara Peringatan HUT Provinsi Bengkulu ke-54 Tahun 2022 berjalan dengan baik dan lancar.

Bapak Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu mengucapkan Selamat hari jadi Provinsi Bengkulu ke-54 Selanjutnya dilakukan Pemotongan Tumpeng oleh Keluarga Besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu  dalam memeriahkan HUT Provinsi Bengkulu ke-54 “Masyarakat Kuat Bengkulu Hebat”.(an)*

Beasiswa Mahasiswa Berprestasi

Sahabat Dikbud,

Kamis (17/11) Sebanyak 100 Mahasiswa beprestasi mendapatakan beasiswa dari Gubernur Bengkulu Bapak Rohidin Mersyah. Hal ini berguna untuk memacu semangat belajar bagi para mahasiswa.

Alhamdulillah, hari ini kami menerima beasiswa dari Gubernur. Terima kasih atas perhatiannya. Semoga beasiswa ini dapat membantu kebutuhan selama masa perkuliahan,” ungkap Arsya Salsabila mahasiswa UIN Fatmawati soekarno di Balai Raya Semarak.

Senada dengan itu, Karmila dari jurusan keperawatan Poltekes Kemenkes Curup mengungkapkan, dirinya sangat berterima kasih atas hadirnya program beasiswa mahasiswa berprestasi.

“Tentunya hal ini sangat memberikan motivasi bagi kami, dan semoga program ini terus berlanjut sehingga mampu membantu pembayaran UKT selama perkuliahan,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Bapak Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd menyampaikan sebanyak 100 mahasiswa/i berprestasi menerima beasiswa dari Gubernur Bengkulu, yang nilainya sebesar 1,5 juta rupiah.

“Para penerima beasiswa ini, memang benar-benar disaring dari hampir seluruh perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu. Hanya dua Universitas yang belum dapat menerima, yaitu Universitas Ratu Samban dan Politeknik Curup karena terkendala akreditasi, ujarnya.

Gubernur Bengkulu berharap dengan penyerahan beasiswa ini memberi manfaat bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di negeri maupun swasta. Ia pun berpesan agar mahasiswa tidak menjadi sosok bak kacang lupa kulitnya. Di masa depan nanti, dimanapun kalian mendidikasikan diri kalian, sesukses apapun kalian jangan lupakan kota Bengkulu, kami menunggu kontrubusikan kalian untuk Bengkulu. Disamping itu pemerintah akan senantiasa memantau perkembangan mahasiswa untuk menyelesaikan studinya tepat waktu.

Peningkatan pendidikan merupakan program prioritasnya, sehingga diharapkan bantuan pendidikan dapat meringankan beban orang tua untuk melanjutkan pendidikan putra-putrinya. Disamping kita fokus terhadap pengembangan infrastruktur, kita juga berkomitmen untuk menyiapkan SDM. Sehingga nantinya generasi penerus di Provinsi Bengkulu Khusunya tidak kalah bersaing, kami mengapresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada mahasiswa yang berprestasi,” Ujar Gubernur Bengkulu tersebut. (mh)*

LOMBA BAKIAK ANTAR OPD PROVINSI BENGKULU

Hallo Sobat Museum!

Pada tanggal 15 November 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan perlombaan bakiak atau terompa kayu yang di halaman depan gedung sekretariat museum. Bakiak atau terompa kayu merupakan permainan tradisional yang mana permainan ini di mainkan 3 orang atau lebih. Bakiak sendiri sebenarnya merupakan sebuah alas kaki tradisional terbuat dari kayu yang sering digunakan orang-orang dulu. Istilah yang sama juga digunakan dalam permainan tradisional yang juga menggunakan alas kaki dari kayu dengan beberapa modifikasi.

Permainan tradisional bakiak ini di ikuti oleh seluruh OPD di lingkungan Provinsi Bengkulu, Museum Negeri Bengkulu melaksanakan berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT Provinsi Bengkulu yang ke-54. Juri perlombaan ini merupakan orang-orang yang telah berpengalaman di berbagai perlombaan. Pelaksanaan lomba ini di lakukan satu hari dan langsung mendapatkan pemenang, adapun nama-nama OPD pemenang dalam perlombaan ini antara lain:

Juara 1 Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan

Juara 2 Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik

Juara 3 Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Juara Favorit 1 Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Juara Favorit 2 Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang

Juara Favorit 3 Inspektorat Provinsi Bengkulu

Pemenang akan mendapatkan hadiah uang pembinaan yang akan di berikan pada tanggal 18 November 2022 bertepatan pada saat ulang tahun Provinsi Bengkulu. (aw)*

Pelaksanaan Lomba Baca Tulis Aksara Ulu Di Museum Negeri Bengkulu

Lomba Baca Tulis Aksara Ulu di Museum Negeri Bengkulu, bertujuan untuk menggalakkan minat generasi muda untuk belajar aksara dan akhirnya dapat melestarikan serta mengaplikasikan penggunaan aksara ulu dalam kehidupan sehari-hari. Lomba ini merupakan rangkaian kegian dalam rangka memeriahkan HUT Provinsi Bengkulu ke-54 dan hari museum nasional. Sebelum dilaksanakan lomba baca tulis aksara ulu, panitia telah mengadakan workshop untuk melatih mahasiswa dan masyarakat umum untuk mengenal aksara ulu, mengenal aksara, mengenal tanda bunyi, dan merangkai aksara ulu menjadi sebuah kata. Worksop baca tulis aksara ulu dilakukan pada bulan Oktober 2022.

Tanggal 13 November 2022, Museum Negeri Bengkulu melaksanakan lomba baca tulis aksara ulu. Panitia telah berkoordinasi dengan peserta mengenai waktu pelaksanaan lomba, dan disepakati pelaksanaan lomba dilakukan pada hari minggu 13 November 2022 dikarenakan dimulai banyak peserta mahasiswa dari berbagai universitas di Bengkulu sedang melaksanakan UTS (Ujian Tengah Semester). Panitia akan mengadakan Technical Meeting yang direncanakan mulai pada pukul 08.00, dilanjutkan dengan simulasi, dan akhirnya pelaksanaan lomba.

Technical Meeting membahas aturan dan ketentuan lomba meliputi jenis soal dan cara menjawab soal. Setelah mendengar penjelasan dari panitia dan juri, dilanjutkan dengan memberikan kesempatan bagi peserta untuk melakukan tanya jawab seputar lomba. Technical Meeting selesai sekitar puku 09.30, dilanjutkan dengan simulasi lomba yang dilakukan panitia selama 20 menit. Selanjutnya panitia mempersiapkan peralatan penunjang bagi peserta berupa papan, kertas, dan spidol. Dalam lomba ini, peserta diatur jarak duduknya, tidak diperkenankan membuka catatan, dan ketika menjawab pertanyaan, tidak boleh ada coretan di kertas jawaban. Lomba ini menggunakan sistem gugur. Peserta yang gagal menjawab, tidak bisa melanju ke babak selanjutnya.

Lomba dimulai pukul 10.00, dimulai dengan pemberian soal pembuatan aksara ulu. Peserta diminta untuk membuat aksara ulu untuk “KA” lalu peserta menuliskan jawaban di kertas. Selanjutnya panitia menyiakan soal dalam bentuk akasara ulu, dan peserta melakukan transliterasi terhadap soal tersebut. Tingkat kesulitan tiap babak berbeda disetiap babak. Pada babak penyisihan, peserta menebak huruf. Pada babak selanjutnya, peserta menebak kata (tanpa imbuhan bunyi). Pada babak final, peserta menebak berbagai kata yang disiapkan oleh panitia, meliputi nama koleksi museum, nama benda, dan nama tempat.

Juara 1 Zendi Harwawi

Juara 2 Nur Aulia.S

Juara 3 Yudha Adi Nugraha

Harapan 1 Ade Agustin

Harapan 2 Dinda Futriani

Harapan 3 Rendi Supriyadi

Apresiasi Nurningsih

Apresiasi Nia Karolina

Apresiasi Nevi Tamahani

Apresiasi Yufrans Adi.M

Antusias peserta sangat tinggi, hal ini terbukti dari banyaknya soal yang mampu dijawab oleh peserta. Adapun peserta yang mengikuti lomba berasal dari berbagai kabupaten/ kota yang ada di Provinsi Bengkulu, sperti dari Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Rejang Lebong, dan Kota Bengkulu. 

Pergelaran Tari Kreasi Baru Se-Provinsi Bengkulu Taman Budaya Bengkulu

Taman Budaya Bengkulu merupakan UPTD dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Taman Budaya Bengkulu merupakan tempat atau wadahnya para seniman untuk mengekspresikan karya-karya mereka, pada hari kamis tanggal 10 November 2022 Taman Budaya Bengkulu mengadakan kegiatan pagelaran tari kreasi baru se-Provinsi Bengkulu, seluruh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Bengkulu menampilkan karya-karya terbaik mereka di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Bengkulu.

Kegiatan ini di buka langsung oleh kepala Taman Budaya Bengkulu Bambang Erawan, S.Sos dia mengatakan pagelaran tari kreasi ini adalah apresiasi Taman Budaya Bengkulu kepada seniman-seniman tari yang ada di Provinsi Bengkulu yang beberapa waktu yang lalu telah ikut berlomba di sini, kita tahu bahwa pandemi yang telah melanda Provinsi Bengkulu beberapa tahun ini membuat kegiatan bersosialisai kita menjadi terbatas dan kurang efisien karena kami Taman Budaya Bengkulu sebagai tempat atau wadahnya para seniman yang ada di Provinsi Bengkulu menjadi kurang aktif di masyarakat, dengan diadakannya kegiatan-kegiatan seperti ini kami juga berharap agar masyarakat dan para seniman dapat berkarya di sini di Taman Budaya Bengkulu.

Permainan Tradisional Lomba Palak Babi Tingkat SMA Se-derajat di Museum Negeri Bengkulu

Permainan kepala babi biasanya dimainkan diwaktu senggang atau sedang keluar main di sekolah. Dapat dilakukan di halaman atau lapangan terbuka. Pemainnya terdiri dari 5 orang atau 6 orang atau boleh juga beregu. Museum Negeri Bengkulu pada tanggal 10 November 2022 mengadakan kegiatan lomba permainan tradisional palak babi tingkat SMA Se-derajat, tujuan dari permainan ini yaitu menyemarakkan kembali kesenian permainan tradisional yang ada di Provinsi Bengkulu, lomba palak babi di laksanakan di pelataran Museum Negeri Bengkulu yang lumayan luas, permainan ini juga bertujuan untuk memperingati HUT Provinsi Bengkulu yang ke-54 pada tahun ini.

Alat yang dipergunakan dalam permainan ini adalah : dua potong rotan sebesar ibu jair kaki (sebagai pemukul) panjang 55,5 cm, dan sebagai anak panjangnya 15 cm, dm, 2 cm. Satu lobang di tanah lebar 20 cm, dalamnya kurang lebih 15 cm. Para pemain membuat kesepakatan sebelum permainan dimulai misalnya satu kali permainan (game set) nilai angka misalnya 3500, nilai satu pukulan, penjaga dapat menangkap rotan dan menghitung jarak nilainya 100. Permainan ini mempunyai 4 tahap :

Cuil

Pemain yang menang dalam undian (Bengkulu : Sit) mendapat giliran pertama main sedangkan pemain yang nomor dua menjaga. Anak rotan ditaruh melintang di lubang, kemudian dicongkel dan ditolak sejauh-jauhnya dengan pemukul dan penjaga berusaha menangkap dan melempar kembali kepada si pemain.

Pelang

Anak rotan dan pemukul herada pada satu tangan, kemudian anak dilambungkan ke atas, pemukul dengan cepat memukulnya sejauh mungkin. Bila penjaga tidak dapat menangkapnya, maka anak rotan dilemparkan menuju lubang. Jika anak rotan yang dilempar dapat menuju lubang maka pemain mati, diganti dengan pemain yang lain. Tetapi jika lemparan penjaga tidak dapat mencapai lubang, maka pemain akan menghitung jaraknya dengan memakai pemukul sampai ke batas lubang dengan nilai 100 per pemukul.

Palak Babi

Anak diletakkan tegak diatas lubang, kemudian pemain memukul anak dan bila anak sedang melanting, dipukul kembali dengan pemukul. Bila pukulan pertama belum kena dapat dipukul untuk yang kedua kali asalkan anak belum jatuh ke tanah. Anak yang dapat dipukul tidak dikembalikan oleh si penjaga, jarak anak yang dipukul dan jatuh ke tanah dihitung per alat pemukul dengan nilai 100  sampai menuju lubang. Akan tetapi ada kalanya anak yang melanting tidak dapat dipukul kembali oleh pemukul maka pemain mati dan diganti dengan pemain yang lain. Si pemain pertama telah meneapai nilai 3500 maka permainan dapat diganti oleh pemain berikutnya.

Permainan tradisional palak babi tingkat SMA Se-derajat menghasilkan pemenang juara 1 sampai juara favorit 3, para pemenang mendapatkan uang pembinaan dan piagam penghargaan yang akan di bagikan pada saat HUT Provinsi Bengkulu di Museum Negeri Bengkulu.

Juara 1 SMA N 7 Kota Bengkulu

Juara 2 SMA N 5 Kota Bengkulu

Juara 3 SMA N 6 Bengkulu Tengah

Juara Favorit 1 SMA N 5 Bengkulu Tengah

Juara Favorit 2 SMA N 6 Bengkulu Tengah

Juara Favorit 3 SMA N Pesantren Pancasila

Lomba Enggrang Bambu Museum Negeri Bengkulu

Hallo Sobat Museum !

Pada tanggal 9 November 2022 Museum Negeri Bengkulu mengadakan lomba tradisional enggrang bambu dalam rangka untuk memeriahkan ulang tahun Provinsi Bengkulu yang ke-54. Enggrang merupakan permainan tradisional yang di mainkan untuk melatih konsentrasi dan keseimbangan para pemainnya. Lomba enggrang kali ini di ikuti oleh beberapa sekolah SMP sederajat.

Perlombaan yang dilaksanakan sanggat meriah dan seru, para juri perlombaan ini merupakan orang yang berpengalaman dan sudah sering menjadi juri. Juri dalam perlombaan juga berpesan kepada anak-anak yang mengikuti perlombaan untuk sportif dan jujur.

Hasil dari keputusan juri lomba enggrang bambu tingkat SMP Se-Derajat hari rabu 9 November 2022 yaitu:

Juara 1 Andi Pranata dari SMP N 24 Bengkulu Tengah

Juara 2 Joecellino Jovent dari SMP N 2 Kota Bengkulu

Juara 3 Feri Kurniawan dari SMP N 10 Kota Bengkulu

Juara 1 Favorit Adrian permana dari SMP It Hidayatullah Kota Bengkulu

Juara 2 Favorit Evan dari SMP N 14 Kota Bengkulu

Juara 3 Favorit Fiyona Anjellie dari SMP N 2 Kota Bengkulu

Para pemenang lomba mendapatkan piagam dan uang pembinaan yang akan di bagikan pada tanggal 18 November 2022 di Museum Negeri Bengkulu pada saat Hari ulang tahun Provinsi Bengkulu.

Sosialisasi Museum Negeri Bengkulu Di SMA Negeri 3 Bengkulu Tengah

Hallo Sobat Museum!

Pada tanggal 3 November 2022 Museum Negeri Bengkulu melakukan kegiatan sosialisasi di Kabupaten Bengkulu Tengah tepatnya di SMA Negeri 3 Bengkulu Tengah, adapun tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk mengajak para siswa-siswi lebih mengenal sejarah yang ada di Provinsi Bengkulu melalui Museum Negeri Bengkulu.

Museum secara umum dapat diartikan sebagai tempat penyimpanan, perawatan dan penelitian benda warisan sejarah budaya (benda cagar budaya) dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat melalui pameran dan sosialisasi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 66 Tahun 2015 Tentang Museum menyatakan museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat.

Di dalam museum, terdapat berbagai koleksi yang dapat dilihat oleh pengunjung. Koleksi museum adalah benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, dan /atau struktur cagar budaya dan/atau bukan cagar budaya yang merupakan bukti material hasil budaya dan /atau material alam dan lingkungannya yang mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, kebudayaan, teknologi, dan /atau pariwisata.

Museum Negeri Bengkulu memiliki berbagai koleksi, berikut adalah beberapa jenis koleksi yang ada di Museum Negeri Bengkulu:

  1. Geologika, benda koleksi disiplin ilmu geologi (fosil, batuan, mineral, dan benda bentukan alam lainnya, seperti andesit dan granit).
  2. Biologika, benda koleksi disiplin ilmu biologi (rangka manusia, tengkorak, hewan, dan tumbuhan baik fosil ataupun bukan).
  3. Etnografika, benda koleksi budaya disiplin ilmu antropologi yang merupakan hasil budaya atau identitas suatu etnis.
  4. Arkeologika, benda koleksi yang merupakan peninggalan budaya sejak masa prasejarah sampai masuk penagaruh barat.
  5. Historika, benda koleksi yang memiliki nilai sejarah dan menjadi objek penelitian sejak masuknya pengaruh barat hingga sekarang (negara, tokoh, kelompok, dan sejenisnya).
  6. Numismatika dan heraldika. Numismatika adalah alat tukar atau mata uang yang sah. Heraldika adalah lambang, tanda jasa dan tanda pangkat resmi (cap atau stempel).
  7. Filologi, benda koleksi disiplin filologi (naskah kuno tulisan tangan yang mendeskripsikan suatu peristiwa).
  8. Keramonologi, benda koleksi barang pecah belah yang terbuat dari tanah laiat yang dibakar.
  9. Seni rupa, benda koleksi yang mengekspresikan pengalaman artistik manusia melalui karya sua atau tiga dimensi.
  10. Teknologika, setiap benda atau kumpulan benda yang menunjukkan perkembangan teknologika tradisional hingga modern.

Fokus Grup Diskusi “Pakaian Pengantin dan Pakaian Adat Bengkulu”

Hallo Sobat Museum!

Setiap provinsi dan daerah pasti memiliki pakaian pengantin dan pakaian adat sendiri yang memiliki ciri mereka masing-masing. Museum Negeri Bengkulu pada tanggal 1 November 2022 bertempat di Aula Museum Negeri Bengkulu mengadakan kegiatan fokus grup diskusi yang bertemakan “Pakaian Pengantin dan Pakaian Adat Bengkulu”, tujuan dari diadakannya kegiatan ini yaitu menyikapi perkembangan zaman yang ada terutama di kalangan para perias pengantin dan tempat-tempat penyewaan pakaian adat Bengkulu.

Narasumber pertama dalam diskusi ini yaitu Wehelmi Ade Tarigan,S.H.M.M, saat menyampaikan materinya dia mengatakan bahwa kita Provinsi Bengkulu memiliki 9 kabupaten dan 1 kota yang mana setiap kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu memiliki beragam pakaian adat pengantin, dia juga mengatakan banyak sekali dia menemukan pada saat acara perkawinan itu pakaian adat Bengkulu yang salah dan terkadang memakai perhiasan kepala dari provinsi lain, maka dalam hal inilah kita berharap dengan diadakannya kegiatan-kegiatan seperti ini akan memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut.

Pemateri kedua yaitu Ade Hapriwijaya beliau dulunya adalah salah satu Sub Koordinator di Museum Negeri Bengkulu pada saat masih di Museum Negeri Bengkulu dia sering melaksanakan kegiatan penelitian-penelitian kedaerah bersama dengan tim dari museum untuk mencari informasi-informasi mengenai pakaian adat dan lain sebagainya. Beliau mengatakan Adat merupakan kebiasaan-kebiasaan yang tumbuh dan terbentuk dari masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan dijunjung serta di patuhi masyarakat pendukungnya. Adat istiadat merupakan ciri khas suatu daerah yang melekat sejak dahulu kala dalam diri masyarakat yang melakukannya.

Adapun pakian pengantin suku melayu bengkulu terdiri atas pakaian pengantin pria dan pakaian pengantin wanita. Pakaian pengantin wanita terdiri atas kain lecap benang, kebaya panjang bertabur, kain glamor dan gelang, serta mengenakan singal atau perhiasan kepala (mahkota). Pengantin wanita juga memakai hiasan berupa kalung dan gelang, serta sepatu dengan kaos kaki sebagai alas kakinya.

Pakaian adat daerah adalah pakaian yang lazim dikenakan oleh suku bangsa atau penduduk suatu daerah dan merupakan ciri khas suku bangsa atau penduduk daerah tersebut. Pakaian adat biasanya dikenakan pada saat penyelenggaraan upacara-upacara adat atau pesta adat, misalnya pada saat upacara perkawinan dan penyambutan tamu agung. Masyarakat Bengkulu yang terdiri dari beragam suku bangsa masing-masing suku bangsa tersebut memiliki pakaian adat sendiri-sendiri. Adapun perhiasan kepala pakaian pengantin adat provinsi Bengkulu.

  • Sangul sikek:
  • Tangkai bunga mas
  • Kembang intan
  • Sunting burung
  • Seuntai rago-rago
  • Tusuk konde (kondai) balon permata intan

Focus Group Discussion Sastra Bengkulu “Pantun”

Sahabat Dikbud,

Hallo Sobat Museum!

Pada Focus Group Discussion (FGD) kali ini Museum Negeri Bengkulu mengangkat tema sastra Bengkulu “Pantun”, dalam rangka menyemarakkan bulan bahasa dan HUT Provinsi Bengkulu ke-54 kita lestarikan budaya Bengkulu berpantun.

Nara Sumber pada FGD ini adalah Prof. Dr. Sarwit Sarwono, M.Hum yang merupakan Guru Besar Bidang Pendidikan Bahasa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIB dan Dr. Elyusra, M.Pd dosen Bahasa dan Sastra di Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Tujuan dari FGD ini yaitu untuk membudayakan kembali berpantun yang sekarang sudah mulai kurang diminati oleh kalangan karena pantun adalah warisan budaya tak benda yang hampir di setiap daerah memiliki gaya berpantun sendiri, peserta dari grup diskusi ini adalah guru-guru bahasa Indonesia SMA/SMK Sederajat.

Kalian pasti sudah tahu apa itu pantun, namun belum mengerti tentang pengertian pantun secara istilah dan berbagai macam jenisnya.

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal di Nusantara. Kata “Pantun” berasal dari kata patuntun dalam Bahasa Minangkabau yang memiliki arti “penuntun”.

Macam-macam pantun itu ada beberapa jenis yaitu:

  • Pantun Anak
  • Pantun Remaja
  • Pantun Orang Tua/Pantun Nasihat
  • Pantun Adat
  • Pantun Agama
  • Pantun Jenaka
  • Pantun teka-teki dll.

Pantun terdiri atas empat lirik (atau empat baris bila dituliskan), tiap lirik terdiri atas 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b atau a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b atau a-b-b-a).

Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama. Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan, tapi sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Ciri lain dari sebuah pantun adalah pantun tidak memberi nama penggubahnya (anonim). Hal ini dikarenakan penyebaran pantun dilakukan secara lisan. (aw)*