Workshop Seni Tari Dewa Sembilan

Sobat Dikbud, Salam Budaya!!

Pada hari Rabu, 22 Juni 2022 UPTD Taman Budaya Bengkulu melaksanakan Workshop Seni Tari Dewa Sembilan se-Provinsi Bengkulu. Kepala UPTD Taman Budaya Bapak Nirwan Sukandri, M.Pd menyampaikan dasar pelaksanaan kegiatan ini yaitu peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2021 tentang perubahan kedua atas perubahan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 5 Tahun 2017 tentang petunjuk teknis penggunaan DAK Nonfisik, kegiatan workshop ini bertujuan untuk memberikan dan menebarkan wawasan pengetahuan berupa sejarah, teori dan praktik mengenai seni Tari Dewa Sembilan yang mana tarian ini adalah salah satu tari kesenian tradisonal dari Provinsi Bengkulu yang berasal dari Kabupaten Kaur. Adapun tema kegiatan pelaksanaan workshop seni Tari Dewa Sembilan se-Provinsi Bengkulu adalah “Dengan Berkesenian kita lestarikan khazanah budaya Bengkulu” yang memiliki arti mengenalkan dan belajar budaya Provinsi Bengkulu melalui seni salah satunya kesenian Tari Dewa Sembilan. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai tanggal 22 s.d. 24 Juni 2022, tempat pelaksanaan pembukaan dan pelatihan di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 10 (sepuluh) kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, yang berlangsung selama tiga  hari dan di isi oleh narasumber yang berasal dari seniman tari yang ada di Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Bapak Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd, dalam workshop ini kita harus bangga dengan Provinsi Bengkulu yang kaya akan seni dan budaya yang terbentang dari ujung Kaur sampai ujung Mukomuko, hal inilah yang patut kita ketahui dan lestarikan serta kembangkan. Seni tari ini tidak hanya ada di Kaur, di Curup juga ada tari kejai, Mukomuko ada tari gandai, Bengkulu Selatan ada tari andun dan lain-lain yang tersebar di kabupaten Provinsi Bengkulu. Tari-tarian dan kesenian budaya yang ada di Provinsi Bengkulu ini harus kita paten kan karena agar nantinya tidak di klaim oleh orang lain. Kesenian ini adalah warisan leluhur kita yang patut di lestarikan dan budayakan agar nantinya generasi penerus kita mengenal dan memahami adat seni ini. Kami juga berharap kepada setiap daerah dan peserta untuk menggali dan mengembangkan warisan leluhur kita yang ada di setiap kabupaten karena Provinsi Bengkulu adalah daerah yang kaya akan seni budaya dan kearifan lokalnya.

Pemateri workshop yaitu bapak Ajalon Tarmizi, S.Sn, menjelaskan tari dewa sembilan berasal dari Kabupaten Kaur yang di mainkan oleh 9 orang gadis yang menari di atas piring sebagai tempat pijakan mereka yang diiringi dengan nyanyian rejung dan alat musik tradisional. Rejung yang di bawakan memiliki syair arti yang sangat mendalam tentang kehidupan manusia. Mitos, cerita, legenda, dari mulut ke mulut, tari ini berasal dari putri kayangan yang turun ke bumi untuk mandi di sebuah telaga, telaga tersebut bernama telaga bukit begelung di bukit kumbang setiap bulan purnama. Mengapa dikatakan tari dewa sembilan karena berasal dari 9 muara sungai yang berada di Muara Sahung, ada juga yang mengatakan 9 Wali Songo yang menyebarkan agama Islam.

Hari kedua kegiatan para peserta menerima materi tentang gerakan tari dan melakukan pelatihan yang di ajarkan oleh para penari dari sanggar tari serunting sakti yang berasal dari Kabupaten Kaur.

Pada hari ketiga sekaligus penutupan workshop seni tari dewa sembilan peserta mementaskan hasil tari dewa sembilan yang telah diajarkan kepada mereka di depan penonton yang nantinya akan menjadi ilmu bagi para guru seni se-Provinsi Bengkulu untuk dibawa dan di ajarkan kepada siswa/siswinya di sekolah masing-masing. (aw)*

SOSIALISASI MUSEUM NEGERI BENGKULU

“Koleksi Museum Sebagai Media Pembelajaran Untuk Mewujudkan Generasi Muda Yang Berkarakter”

Sobat Dikbud, Museum dihatiku

Pada tanggal 13 Juni 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan kegiatan sosialisasi di Kabupaten Bengkulu Utara tepatnya di Ketahun dengan bertujuan untuk mengenalkan museum dan mengajak pelajar SMA sederajat di Bengkulu Utara untuk datang berkunjung ke Museum Negeri Bengkulu. Museum secara umum dapat diartikan sebagai tempat penyimpanan, perawatan dan penelitian benda warisan sejarah budaya (benda cagar budaya) dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat melalui pameran dan sosialisasi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 66 Tahun 2015 Tentang Museum menyatakan museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat.

Dalam sambutan kepala Museum Negeri Bengkulu dalam hal ini diwakili oleh Kasubag TU Museum Bapak Deki Saputra, S.Pd, menyampaikan Museum Negeri Bengkulu merupakan gambaran kecil dari provinsi Bengkulu karena di Museum Negeri Bengkulu terdapat berbagai benda yang berasal dari setiap daerah yang ada di Provinsi Bengkulu. Bengkulu patut bangga karena memiliki aksara ulu yang dikenal dengan Ka Ga Nga. Nenek moyang kita berhasil menjaga dan meurunkan warisan berupa pengetahuan kepada kita dalam tulisan yang terdapat pada bambu, kulit, dan tanduk. Pengetahuan tersebut berupa obat-obatan, hikayat manusia, petuah/tuntunan hidup, hingga mantra-mantra. Koleksi ini ada di Museum Negeri Bengkulu. Untuk itu saya selaku kepala museum melalui kegiatan sosialisasi ini berpesan, jika ada kesempatan, mari kita berkunjung ke museum. Mari kita optimalkan koleksi museum sebagai media pembelajaran.

Selanjutnya penyampaian materi dari ibu Hema Malini, S.Sn, Koleksi museum adalah benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, dan/atau struktur cagar budaya dan/atau bukan cagar budaya yang merupakan bukti material hasil budaya dan/atau material alam dan lingkungannya yang mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, kebudayaan, teknologi, dan/atau pariwisata. Berdasarkan tugas utama, museum merupakan lembaga penyelamat dan pelestaraian warisan sejarah budaya khususnya yang ada di Provinsi Bengkulu. Berdasarkan hal tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan museum antara lain:

  1. Mengamankan koleksi sejarah budaya dari kerusakan maupun kepunahan.
  2. Memelihara dan merawat koleksi dari kerusakan alamiah dengan perawatan preventif (pencegahan) dan kuratif (perawatan) sesuai standar teknis museum.
  3. Melakukan pengelolaan administrasi koleksi : dokumentasi, registrasi, inventarisasi, katalogisasi dan lebeling serta penyempurnaan data koleksi dan dispai pameran.
  4. Melakukan penelitian ilmiah koleksi dan menyebarluaskan hasil penelitian kepada masyarakat.
  5. Melaksanakan penyimpanan dan panyajian koleksi melalui pameran dan sosialisasi dalam bentuk informasi

Pemateri kedua yaitu Eprilia Purwanti, M.H selaku perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Argamakmur. Museum secara umum adalah tempat penyimpanan, perawatan dan penelitian benda warisan sejarah budaya (benda cagar budaya) dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat melalui pameran dan sosialisasi. Adapun jenis-jenis museum antara lain :

Berdasarkan Penyelenggara

  • Museum Negeri/Pemerintah
  • Museum Swasta

Berdasarkan Letaknya

  • Museum Nasional
  • Museum Regional
  • Museum Lokal

Berdasarkan Koleksinya

  • Museum Umum
  • Museum Khusus

Manfaat berkunjung ke museum bagi siswa dan umum yaitu:

  1. Menambah pengetahuan dan informasi
  2. Sebagai referensi visual
  3. Mendapat perspektif/sudut pandang waktu yang lebih jelas dan luas
  4. Memberikan nuansa berbeda
  5. Menimbulkan rasa ingin tahu dan memancing imajinasi anak
  6. Interaksi dengan banyak dan beragam orang
  7. Membantu menemukan minat anak
  8. Meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan

Sosialisasi ini dihadiri oleh kurang lebih 100 siswa/siswi dan guru pendamping se-Kabupaten Bengkulu Utara. Setelah menyampaikan materi, narasumber memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta sosialisasi, untuk peserta yang berhasil menjawab Museum Negeri Bengkulu memberikan bingkisan/sovenir kepada peserta. Acara sosialisasi ditutup dengan foto bersama peserta dengan narasumber dan pegawai Museum Negeri Bengkulu di SMA N 5 Ketahun, Bengkulu Utara. (aw)*

Dengan Berkesenian Kita Lestarikan Khazanah Budaya Bengkulu ” Workshop Musik Sarafal Anam Se-Provinsi Bengkulu “

Sobat Dikbud, Salam Budaya!!

Pada hari ini Rabu, 15 Juni 2022 UPTD Taman Budaya Bengkulu melaksanakan Workshop musik Sarafal Anam se-Provinsi Bengkulu. Kepala UPTD Taman Budaya Bapak Nirwan Sukandri, M.Pd menyampaikan dasar pelaksanaan kegiatan ini yaitu peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2021 tentang perubahan kedua atas perubahan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 5 Tahun 2017 tentang petunjuk teknis penggunaan DAK Nonfisik, kegiatan workshop ini bertujuan untuk Memberikan dan menebarkan wawasan Pengetahuan berupa sejarah, teori dan praktik mengenai Sarafal Anam Provinsi Bengkulu. Adapun tema kegiatan pelaksanaan Workshop Musik Sarafal Anam adalah “Dengan Berkesenian Kita Lestarikan Khazanah Budaya Bengkulu” yang memiliki arti mengenalkan dan belajar  budaya Provinsi Bengkulu melalui seni salah satunya kesenian Sarafal Anam. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai tanggal 15 s.d. 17 Juni 2022, tempat Pelaksanaan pembukaan di Auditorium Badan Pelatihan Kesehatan Bengkulu, dan tempat Praktek pukulan Sarafal Anam  dilaksanakan di Ruang kelas Bapelkes. Kegiatan ini di ikuti oleh perwakilan dari 10 (sepuluh) kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu yang masing masing kabupaten mengirim sebanyak dua orang perwakilan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga  hari akan di isi oleh narasumber yang berasal dari pegiat seni Sarafal Anam dan dari Badan Musyawarah Adat Bengkulu.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Bapak Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd, sangat mengapresiasi kepada para pegiat seni dan narasumber yang telah berperan aktif dalam melestarikan warisan budaya yang luar biasa ini, maka dari itu kepada para peserta agar dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik mungkin karena lebih kurang 2 tahun kita dilanda wabah yang membuat aktifitas kita menjadi terbatasi. Kami juga berterima kasih kepada UPTD Taman Budaya yang telah menghidupkan lagi geliat seni budaya kita yang ada di Provinsi Bengkulu, karena kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan budaya kita, nanti kita akan memasukkan kegiatan seni budaya ke dalam ekstra kulikuler di sekolah-sekolah agar budaya bangsa kita tetap lestari, kesenian Sarafal Anam ini adalah warisan budaya tak benda yang akan hilang jika kita tidak mengenalkannya kepada anak cucu kita nantinya.

Pemateri pertama yaitu Bapak Harmen. Z, SH Ketua BMA Kota Bengkulu, tradisi Sarafal Anam merupakan tradisi Provinsi Bengkulu yang biasa dilaksanakan pada acara-acara tertentu seperti pernikahan, khatam Al-Qur’an (tamat kaji), buang rambut cemar (cukur rambut anak), aqikah, melarak pengantin/pengantin becampur, menyambut tahun baru Islam, peringatan Maulid Nabi Muhammad. SAW dan di acara-acara yang bernuansa Islam lainnya. Zikir Sarafal Anam adalah jenis kesenian yang dilagukan dengan adat yang terdapat di dalam kitab Al-Barzanji dengan bermacam-macam lagu seperti lagu Ya Nabi, lagu Al-Hasan, lagu Maulai Wajah Tupi, lagu Selia dan lain-lain. Kesenian Sarafal Anam biasa dilakukan pada acara bimbang (resepsi pernikahan) baik siang maupun pada malam hari, karena kesenian ini tidak bertentangan dengan adat istiadat yang berlaku di Provinsi Bengkulu, karena filosofis adat Melayu khususnya Bengkulu “Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah dan Sunnah Rasul”. Adapun alat-alat yang digunakan kesenian Sarafal Anam yaitu rebana/gendang dengan berbagai ukuran dan yang umum digunakan oleh pemain berukuran antara 40 s.d. 50 cm. Gendang/rebana tersebut terbuat dari kulit kambing pilihan, yaitu biasanya dipilih kulit kambing betina karena kulit kambing betina halus dan tipis bila dibandingkan dengan kulit kambing jantan. Sedangkan untuk perekat atau pengikat kulit kambing ke umbi kelapa menggunakan rotan yang sudah dibersihkan, dipotong secara halus. Bagi masyarakat Provinsi Bengkulu, kesenian Sarafal Anam tidak hanya sebagai kesenian adat semata, tetapi kesenian Sarafal Anam juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat adat yang mendengar ataupun penikmatnya serta dirasakan pula oleh para tamu yang jarang mendengar dan menyaksikan kesenian Sarafal Anam ini. Dan bagi masyarakat adat penuh keyakinan bahwa kesenian Sarafal Anam dapat memberi berkah karena sya’ir-sya’ir/lagu-lagu yang dilantunkan merupakan doa-doa dan pujian terhadap Baginda Nabi Muhammad .SAW. (aw)*

Lomba berpantun tingkat SLTA Se-Kota Bengkulu “Bengkulu Kota Berbudaya”

Sobat Dikbud, Salam Budaya!!

Pada hari ini Senin, 13 Juni 2022 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu melalui UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu melaksanakan lomba berpantun  tingkat SLTA se-kota Bengkulu. Adapun tema dari lomba berpantun ini adalah “Bengkulu Kota Berbudaya”. Dalam sambutannya Kepala Dinas yang diwakili Bapak Nirwan Sukandri, M.Pd sebagai kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu sekaligus membuka acara, menyampaikan. Kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan apresiasi kepada peserta yang telah mengikuti salah satu rangkaian kegiatan taman budaya, ini gambaran bahwa anak muda remaja sangat antusias untuk mengikuti lomba berpantun di Taman Budaya, pantun sebagai salah satu seni budaya dan tradisi warisan para leluhur nenek moyang kita masih di minati oleh anak muda. Kami berharap pada anak-anak semuanya dapat menampilkan karya yang terbaik, di dalam perlombaan pasti ada yg menang dan kalah, bukan hanya target untuk menjadi juara tapi tampilkanlah yang terbaik semaksimal mungkin, dan kepada para juri kami juga berpesan agar bekerja sebaik mungkin dan objektif untuk mendapatkan pemenang yang berkualitas.

Kemudian Edmon Tirtana, S.Sos, selaku ketua panitia menyampaikan dasar pelaksanaan adalah peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2021 tentang perubahan kedua atas perubahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 5 Tahun 2017 tentang petunjuk teknis penggunaan DAK Nonfisik, kegiatan lomba pantun ini bertujuan untuk memotivasi dan meningkatkan kreatifitas generasi muda dalam bidang seni berpantun sehingga para generasi muda lebih gemar untuk membaca memahami dan mendalami cita-cita bahasa dalam seni berpantun. Tema dalam lomba pantun ini memiliki arti yaitu Bengkulu memiliki seni budaya, adat dan tokoh yang kita banggakan, diakhir kegiatan ini nantinya para pemenang akan mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan piala dan piagam, kami selaku panita kegiatan mengucapkan terimakasih kepada guru pendamping atas sumbangsihnya telah membimbing anak-anak dapat mengikuti perlombaan pada hari ini.

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal di Nusantara. Kata “Pantun” berasal dari kata patuntun dalam Bahasa Minangkabau yang memiliki arti “penuntun”. Pantun memiliki nama lain dalam bahasa-bahasa daerah, dalam bahasa Jawa, pantun dikenal dengan parikan dalam bahasa Sunda pantun disebut paparikan dan dalam bahasa Batak, pantun dikenal dengan sebutan umpasa. Lazimnya, pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), tiap larik terdiri atas 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b ataupun a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b atau a-b-b-a). Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama. Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan, tapi sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Ciri lain dari sebuah pantun adalah pantun tidak memberi nama penggubahnya (anonim). Hal ini dikarenakan penyebaran pantun dilakukan secara lisan.

Adapun pemenang Lomba Berpantun Tingkat SLTA Sederajat Se-Kota Bengkulu adalah sebagai berikut:

  1. Juara 1 diraih oleh SMAN 5 Kota Bengkulu dengan nomor urut 4
  2. Juara 2 diraih oleh SMAN Keberkatan Olahraga (SMANKO) dengan nomor urut 8
  3. Juara 3 diraih oleh SMA Pesantren Pancasila dengan nomor urut 6
  4. Juara harapan 1 diraih oleh SMAN 4 Kota Bengkulu dengan nomor urut 3
  5. Juara harapan 2 diraih oleh SMKN 6 Kota Bengkulu dengan nomor urut 2
  6. Juara harapan 3 diraih oleh SMA IT Iqra’ Kota Bengkulu dengan nomor urut 7

Para pemenang kemudian mendapatkan uang pembinaan, piala dan piagam. Tidak hanya itu, Taman Budaya sebagai penyelenggara memberikan apresiasi berupa uang pembinaan karena telah ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Pagelaran Sarafal Anam se-Provinsi Bengkulu “Dengan Berkesenian Kita Lestarikan Khazanah Budaya Bengkulu”

Sobat Dikbud, Salam Budaya!!

Pada hari ini Kamis, 9 Juni 2022 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu melalui UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu melaksanakan pagelaran Sarafal Anam se-Provinsi Bengkulu bertempat di gedung teater terbuka Taman Budaya. Adapun tema yang diangkat dalam pagelaran tersebut adalah “Dengan Berkesenian Kita Lestarikan Khazanah Budaya Bengkulu”. Dalam laporannya Nevi Tamahani Irha, S.STP, selaku perwakilan panitia menyampaikan bahwa kegiatan pagelaran Sarafal Anam ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan Provinsi Bengkulu agar lebih terkenal dan dicintai seluruh masyarakat, Dalam sambutannya Kepala Dinas dalam hal ini diwakili Bapak Nirwan Sukandri, M.Pd sebagai kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu dalam pembukaan acara “kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan apresiasi kepada peserta dalam rangka mengikuti salah satu rangkaian kegiatan taman budaya, selain itu dia juga mengatakan nantinya ada banyak lagi kegiatan perlombaan, pameran dan pagelaran. Selanjutnya kami juga ingin menyampaikan fungsi taman budaya sebagai pelestari, komunikasi, dapur produksi dan dokumentasi seni dan budaya yang ada di Provinsi Bengkulu, oleh karena itu upaya kita untuk melestarikan dan mengembangkan Sarafal Anam sebagai salah satu kesenian seni dan budaya yang bernafaskan Islam atau juga disebut ijas disamping Sarafal Anam juga banyak kesenian lain seperti Marhabah, Hadroh dan sejenisnya Nasid dan Kasidah yang bernafaskan Islam, Sarafal Anam ini dulunya dibawa seiring penyebaran agama Islam ini menjadi daya tarik karena bukan hanya syairnya tetapi juga sebagai si’ar agama Islam. Taman Budaya Bengkulu memberikan dukungan kepada semua jenis seni budaya, lagu daerah dan tari-tarian daerah. Hal ini juga untuk memotifasi para pemuda untuk terus berkarya dan berseni budaya.

Kebudayaan adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat Tylor (Setiadi dkk, 2012). Pengkajian  makna Sarafal Anam diarahkan pada hubungan antara lantunan syair-syair Sarafal Anam dengan  masyarakat pendengarnya. Jadi sebuah pertunjukan Sarafal Anam tidak hanya dilihat dari aspek  budaya saja tetapi juga bisa dari aspek yang lain seperti aspek sosial dan aspek keagaman. Kesenian Sarafal Anam merupakan bentuk kesenian  yang dilagukan dengan irama melayu. Syair-syair inti dari kesenian ini, diambil dari syair nazhm dalam kitab maulid. pertunjukan Sarafal Anam adalah lantunan syair-syair berzanji yang diiringi dengan tabuhan rebana.

Waktu pelaksanaan pagelaran dilaksanakan hanya satu hari yaitu kamis 9 Juni 2022, peserta di ikuti perwakilan dari 9 (sembilan) Kabupaten dan 1 (satu) Kota Bengkulu, para peserta nantinya akan mendapatkan piagam penghargaan, uang saku dan pembinaan oleh panitia, beliau juga mengatakan semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses, diharapkan juga pada para peserta dapat menjalankan prokes kesehatan. Adapun dana pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari DAK/BOP Nonfisik tahun 2022. (aw)*

Renovasi Tata Pamer Museum

Pameran adalah kegiatan penyajian koleksi museum kepada pengunjung sehingga dapat diapresiasi. Pameran di Museum terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  1. Pameran (Tetap): diadakan di ruang pameran utama museum dan berlangsung lama, baru kemudian dapat diadakan perubahan dan renovasi, pameran yang diselenggarakan dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 5 tahun.
  2. Pameran Temporer: pameran yang diselenggarakan dalam jangka waktu tertentu dan dalam variasi waktu yang singkat dari satu minggu sampai satu tahun dengan meng ambil tema khusus mengenai aspek-aspek tertentu dalam sejarah, alam dan budaya. Pameran temporer merupakan penunjang pemeran tetap yang ada di museum untuk mengundang lebih banyak pengunjung.
  3. Pameran khusus: pameran yang diselenggarakan secara khusus pada saat-saat tertentu, misalnya untuk memperingati peristiwa atau tokoh-tokoh penting.

Pameran keliling: pameran yang diselenggarakan diluar museum pemilik koleksi, dalam jangka waktu tertentu, dalam variasi waktu yang singkat dengan tema khusus dengan jenis koleksi yang dimiliki oleh museum tersebut dipamerkan/dikelilingkan dari satu tempat ke tempat yang lain.

Tata pameran merupakan sebuah bentuk kegiatan menyajikan koleksi di museum yang diwujudkan dalam sebuah pameran, baik itu yang bersifat tetap maupun temporer.

(Sumber: Skripsi Fajri Berrinovian, Landasan Konseptual Perencanaan Dan Perancangan Museum Topeng Di Yogyakarta Dengan Pendekatan Metafora Elemen Yang Terdapat Pada Topeng, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta Tahun 2011.)

Untuk memulai sebuah penyajian koleksi, hal yang mendasar adalah menentukan gagasan yang berujung dengan munculnya sebuah konsep penyajian koleksi atau tata pameran. Setelah terbentuk sebuah konsep yang berisi gagasan mengenai tema sebuah pameran maka langkah selanjutnya adalah memilih koleksi yang sesuai serta mendukung gagasan tersebut serta disajikan dengan tambahan informasi penguat koleksi seperti teks, gambar, foto, ilustrasi/diorama dan pendukung lainnya.

Merencanakan sebuah konsep tata pameran untuk menyajikan koleksi museum merupakan sebuah penyampaian dari misi museum tersebut. Mempersiapkan tema pameran beserta koleksinya disertai penyajian yang didahului dengan penginterpretasian koleksi berarti akan menyampaikan nilai-nilai yang terdapat di dalam museum itu sendiri.

Dalam melakukan penyajian koleksi yang akan dipamerkan, ada hal-hal mendasar yang harus diperhatikan, dimana dalam suatu penataan pameran harus memiliki:

  1. Alur cerita pameran/storyline.

Alur cerita diperlukan dalam penyajian koleksi pameran, hal ini dikarenakan dapat mempermudah komunikasi dan penyampaian koleksi museum kepada pengunjung.

  1. Koleksi yang mendukung alur cerita

Koleksi yang mendukung cerita yang disajikan di ruang pameran telah disiapkan sebelumnya, hal ini agar pada saat ditata ada kaitan antara satu koleksi dengan koleksi lainnya sehingga ada hubungan antara materi pameran dengan koleksi yang disajikan.

  1. Teknik dan metode pameran yang akan dipakai dalam pameran.

Sarana serta prasarana yang akan dipakai, dama/biaya yang perlu disediakan.

(Sumber:http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/muspres/konsep-kajian-tata-pameran-museum-kepresidenan-balai-kirti-2019/)

Museum Negeri Bengkulu melalui Seksi Koleksi, Konservasi dan Preparasi meninjau lokasi pameran tetap. Setelah melakukan diskusi dengan kepala museum, maka pada tahun 2022 Museum Negeri Bengkulu melakukan renovasi tata pamer untuk koleksi buian anak, pelaminan dan bilik pengantin. Langkah awal yang dilakukan oleh seksi koleksi adalah pendataan bahan yang diperlukan. Setelah diketahui bahan yang akan di beli maka secara bertahap koleksi yang ada di ruang pameran tetap di pindahkan ke storage untuk dilakukan perawatan serta penggantian koleksi. Kolekis yang dikerjakan pertama kali adalah buaian anak. Staf koleksi mulai mengganti koleksi lama dengan koleksi baru, yang meliputi penggantian kain, bunga, dan ayunana bayi. Pengerjaan ini menghabiskan waktu selama sebulan, setelah buaian anak renovasi tata pamer selanjutnya adalah pelaminan dan bilik pengantin.

Sosialisasi Museum Negeri Bengkulu

“Koleksi Museum Sebagai Media Pembelajaran Untuk Mewujudkan Generasi Muda Yang Berkarakter”

Pada tanggal 30 Mei 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan kegiatan sosialisasi di Kabupaten Kepahiang dengan bertujuan untuk mengenalkan museum dan mengajak pelajar SMA sederajat datang berkunjung ke Museum Negeri Bengkulu. Museum secara umum dapat diartikan sebagai tempat penyimpanan, perawatan dan penelitian benda warisan sejarah budaya (benda cagar budaya) dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat melalui pameran dan sosialisasi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 66 Tahun 2015 Tentang Museum menyatakan museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat.

Kata sambutan dari kepala Museum Negeri Bengkulu bapak Didi Hartanto, S.E, Museum Negeri Bengkulu merupakan gambaran kecil dari provinsi Bengkulu karena di Museum Negeri Bengkulu terdapat berbagai benda yang ada di setiap daerah yang ada di Bengkulu. Bengkulu patut bangga karena memiliki aksara ulu yang dikenal dengan Ka Ga Nga. Nenek moyang kita berhasil menjaga dan meurunkan warisan berupa pengetahuan kepada kita dalam tulisan yang terdapat pada bambu, kulit, dan tanduk. Pengetahuan tersebut berupa obat-obatan, hikayat manusia, petuah/ tuntunan hidup, hingga mantra-mantra. Koleksi ini ada di Museum Negeri Bengkulu. Untuk itu saya selaku kepala museum melalui kegiatan sosialisasi ini berpesan, jika ada kesempatan, mari kita berkunjung ke museum. Mari kita optimalkan koleksi museum sebagai media pembelajaran.

Selanjutnya penyampaian materi dari bapak Devi Trisno, S.Pd, Koleksi museum adalah benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, dan /atau struktur cagar budaya dan/atau bukan cagar budaya yang merupakan bukti material hasil budaya dan /atau material alam dan lingkungannya yang mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, kebudayaan, teknologi, dan /atau pariwisata. Berdasarkan tugas utama, museum merupakan lembaga penyelamat dan pelestaraian warisan sejarah budaya khususnya yang ada di Provinsi Bengkulu. Berdasarkan hal tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan museum antara lain:

  1. Mengamankan koleksi sejarah budaya dari kerusakan maupun kepunahan.
  2. Memelihara dan merawat koleksi dari kerusakan alamiah dengan perawatan preventif (pencegahan) dan kuratif (perawatan) sesuai standar teknis museum.
  3. Melakukan pengelolaan administrasi koleksi : dokumentasi, registrasi, inventarisasi, katalogisasi dan lebeling serta penyempurnaan data koleksi dan display pameran.
  4. Melakukan penelitian ilmiah koleksi dan menyebarluaskan hasil penelitian kepada masyarakat.
  5. Melaksanakan penyimpanan dan panyajian koleksi melalui pameran dan sosialisasi dalam bentuk informasi

Pameran Drawing

“Bengkulu HebArt”

Rabu, 18 Mei 2022 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu melalui UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu melaksanakan pameran drawing dimulai dari tanggal 18-30 Mei 2022 bertempat di gedung pameran Taman Budaya. Adapun tema yang diangkat dalam pameran tersebut adalah “Bengkulu HebArt”. Dalam laporannya Nevi Tamahani Irha, S.STP, selaku ketua kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan pameran drawing bertujuan untuk lebih meningkatkan kualitas karya sebagai proses kreatif, mendorong ekosistem seni rupa lebih kompetitif hingga dapat memperkaya ragam khazana seni rupa yang ada di Provinsi Bengkulu serta memberikan ruang kreatif bagi seniman khususnya perupa bengkulu. Adapun dana pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari DAK/BOP Nonfisik tahun 2022. Pameran drawing ini merupakan 30 karya terbaik hasil lomba lukis tingkat SLTP sederajat yang telah dilaksanakan pada hari minggu tanggal 15 Mei 2022 dan juga ditambah lukisan perupa Bengkulu.

Selanjutnya sambutan dari bapak Romi Rustam sebagai seorang seniman, Provinsi Bengkulu di tantang untuk melaksanakan gerakan nasional bulan gambar nasional yang diselenggarakan serentak seluruh Indonesia dari sabang sampai marauke.Kitajuga berterimakasih kepada Taman Budaya Bengkuluyang berperan aktif dalam penyelenggaran ini. Iniyang kita harapkan kepada pemerintah untuk memberikan ruang kreatifitas kepada seniman. Bulan menggambar nasioanl adalah bulan spesial bagi kita semua karena baru tahun ini diadakan pelaksanaannya, juga pada bulan ini adalah bulan pendidikan. Nanti di dalam gedung pameran ada 30 karya terbaik siswa yang di apresiasi oleh Taman Budaya Bengkulu, kemudian ada karya-karyadari paraseniman bengkulu dan juga ada karya-karya lama di sini dan itu karya-karya drawing masyarakat umum yang datang ke gedung pameran.Bahkankami juga memamerkan karya internal pejabat staf taman budaya. Kami juga mengkonsep kegiatan ini bukan hanya program yang sudah jadi tetapi juga proses yang sedang berjalan.Kamiingin masyarakat melihat produk seni ini bukan sebagai barang eksklusif yang jauh dari masyarakat tapi produk seni ini dekat dengan masyarakat.

Sambutan dari Asisten III Setda, H. Gotri Suyanto, SE., M.Soc.Sc, bulan mei ini momen sangat bagus untuk melaksanakan kegiatan drawing karena tanggal 16 Mei adalah hari World Drawing Day, hal ini kesempatan pertama dan diharapkan akan terus berlangsung kedepannya. Kenapa drawing ini menjadi penting karena yang terkait dengan seni pasti diawali dengan drawing, anak kecil belajar itu pasti diawali dengan drawing dalam kegiatannya, dan harus kita ketahui juga gambar binatang paling tua dunia itu berada di Indonesia di pulau Kalimantan.

Lomba Lukis

Tingkat SLTP Sederajat Se-Provinsi Bengkulu Dengan Tema

“Bengkulu Hebat 2022”

UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu merupakan wadah bagi seniman yang ada di Provinsi Bengkulu untuk menampilkan bakat dan seni, baik dari seni tari, olah vokal, maupun seni rupa. Kali ini Taman Budaya melakukan kegiatan lomba lukis tingkat SLTP sederajat se-Provinsi Bengkulu, dengan tema “Bengkulu Hebat”. Kegiatan lomba ini menggunakan anggaran DAK Non Fisik Taman Budaya tahun 20022. Kegiatan ini dimulai pada tanggal 8-9 Mei 2022 yaitu tahan seleksi menuju 50 besar kemudian lomba dan pengumuman juara pada tanggal 15 Mei 2022.

Dalam sambutan juri yang diwakilkan oleh bapak Romi Rustam, S.Sni beliau mengatakan sangat berterimakasih kepada Taman Budaya yang telah memberikan ruang kepada para pelaku seni, terkhususnya seni rupa yang ada di Provinsi Bengkulu, beliau juga memberikan catatan dalam sambutannya yaitu “apa yang membuat karya itu menjadi bagus… apa yg membuat karya itu menjadi indah dan menarik… jawabannya sederhana unsur-unsur kualitatif, komposisi yang menarik, keseimbangan, fokus of interest, kreativitas dan artistik. Kami yakin anak-anak adalah anak yang luar biasa karena kami telah melihat karya anak-anak dan telah kami seleksi beberapa hari yang lalu.

Selanjutnya, sambutan dari kepala Taman Budaya Provinsi Bengkulu bapak Nirwan Sukandri, M.Pd  beliau mengatakan kegiatan lomba ini merupakan salah satu apresiasi rangkaian kegiatan DAK Nonfisik yang bertujuan untuk merefitalisasi , memberdayakan meningkatkan museum dan taman budaya yang selama ini masih kurang mendapat tempat d hati masyarakat, maka dari itu kami berkolaborasi degan para seniman agar dapat menarik hati masyarakat Bengkulu untuk mengunjungi taman budaya. Di sini Taman budaya sebagai tempat atau wadah bagi para seniman untuk dapat berkarya,” saya juga walaupun sudah berumur 50 tahun masih tetap berkarya degan menciptakan lagu yang dapat dinikmati oleh masyarakat Bengkulu”. Dengan diadakannya kegiatan ini, saya berpesan agar para juri dapat berkerja secara optimal, objektif untuk mendapatkan karya yang terbaik yang memiliki kualitas agar dapat dinikmati oleh masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta yang hadir berasal dari Kabupaten dan Kota se-Provinsi Bengkulu.

Adapun pemenang Lomba Lukis Tingkat SLTP Sederajat Se-Provinsi Bengkulu adalah sebagai berikut:

  1. Juara 1 Calta Ilona Tsani dari SMP N 1 Curup
  2. Juara 2 Diandra Rifki. R dari SMP N IT Iqra’ Kota Bengkulu
  3. Juara 3 Amanda T. Fadail dari SMP N 1 Kota Bengkulu
  4. Juara harapan 1 Safa Aqila Putri dari MTS N 1 Kota Bengkulu
  5. Juara harapan 2 Harikah dari MTS Al-Qur’an Harsalakum Kota Bengkulu
  6. Juara harapan 3 Zumi Zia Zhi dari SMP N 1 Curup

Para pemenang kemudian mendapatkan uang pembinaan, piala dan piagam. Tidak hanya itu, untuk 24 lukisan terbaik Taman Budaya sebagai penyelenggara memberikan apresiasi berupa uang pembinaan, dan peserta dari luar kabupaten mendapatkan uang transportasi karena telah ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Konservasi Koleksi di Museum Negeri Bengkulu

Salah satu tugas museum adalah melakukan konservasi terhadap koleksi yang dimiliki oleh museum. Konservasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian. Dengan demikian, konservasi koleksi museum adalah kegiatan pemeliharaan dan perlindungan koleksi di Museum secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan melakukan kegiatan yang bertujuan untuk pelestarian koleksi.

Dewan Museum Internasional Komite Konservasi (ICOM CC). Pada tahun 2008 mengidentifikasi konservasi koleksi sebagai semua kegiatan dan tindakan yang bertujuan untuk melindungi warisan budaya (berwujud) agar dalam menikmati oleh generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Konservasi mencakup konservasi preventif, konservasi interventif, dan restorasi. Semua tindakan harus menghormati signifikasi dan sifat fisik dari benda warisan budaya.

Konservasi di museum mencakup pencegahan, dan penulisan dari peristiwa yang menyebabkan kerusakan dan kehilangan koleksi. Tindakan konservasi dikelompokkan menjadi tiga yaitu:

  1. Konservasi preventif adalah semua pengukuran dan tindakan yang bertujuan untuk menghindari dan meminimalkan kerusakan atau kehilangan di masa depan. Kegiatan dilakukan dalam konteks atau di lingkungan koleksi atau sekumpulan koleksi yang tidak membedakan usia dan kondisi koleksi. Langkah-langkah dan tindakan ini (sebagai sebagian besar) tidak langsung mengenai koleksi dan tidak mengubah struktur koleksi. Contoh konservasi preventif di dalam Museum adalah pengukuran dan tindakan yang tepat dalam penataan, penyimpanan, pengemasan, dan transportasi, keamanan, manajemen lingkungan (cahaya, kelembapan, polusi, dan pengendalian hama) dari koleksi. Selain hal tersebut, kegiatan seperti tanggap darurat (emergency responses), pendidikan pengetahuan kesadaran staf dan publik, merupakan konservasi provinsi yang tidak langsung berhubungan dengan koleksi.
  2. Konservasi interfentif adalah semua tindakan yang langsung diterapkan pada koleksi atau sekelompok koleksi yang bertujuan untuk menghentikan proses yang merusak koleksi, ataupun untuk memperkuat strukturnya. Tindakan ini hanya dilakukan ketika koleksi berada dalam kondisi rapuh atau pada kerusakan yang parah, dan jika tidak dilakukan maka kondisi akan semakin memburuk dalam waktu singkat atau bahkan hilang. Tindakan ini terkadang dapat mengubah penampilan koleksi. Untuk itu, diperlukan teknik dan keterampilan khusus dalam melakukannya. Contoh konservasi interventif adalah pembersihan tekstil, desalinasi keramik, deasidifikasi kertas, dehidrasi koleksi arkeologi basah, stabilisasi logam berkarat, dan penghilangan jamur pada koleksi kayu.
  3. Restorasi adalah semua tindakan yang langsung diterapkan pada satu koleksi yang bertujuan untuk meningkatkan apresiasi pemahaman dan pemanfaatannya melalui perbaikan. Tindakan ini hanya dilakukan ketika koleksi telah kehilangan sebagian dari signifikasi atau fungsinya, misalkan patah. Tindakan ini sering mengubah penampilan koleksi sehingga perlu teknik dan keahlian khusus dalam melakukannya. Contoh restorasi adalah memperbaiki lukisan, memasang kembali patung yang rusak, membentuk kembali keranjang/wadah.

Terkadang satu tindakan dapat bersifat preventif, interventif, dan/atau restorasi pada saat yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa konservasi itu kompleks dan menuntut kolaborasi profesional berkualifikasi yang relevan. (Sumber: Konservasi Koleksi Tekstil, Museum Nasional. Jakarta: Tahun 2020).

Museum Negeri Bengkulu secara rutin melakukan konservasi koleksi. Untuk tahun 2022, Museum Negeri Bengkulu merencanakan untuk melakukan konservasi koleksi sebanyak 3.234 koleksi, meliputi koleksi Etnografi (tekstil) sebanyak 1.600 buah, Etnografi (kayu) sebanyak 400 buah, Filologi 148 buah, Arkeologika 86 buah, Kramologika 400 buah dan Numismatika 600 buah.

DILARANG COPY PASTE !!!!!!