Perawatan koleksi kain di Museum Negeri Bengkulu

Perawatan koleksi kain di Museum Negeri Bengkulu

Kain merupakan salah satu jenis koleksi etnografi yang di miliki oleh Museum Negeri Bengkulu. Koleksi kain yang ada di Museum Negeri Bengkulu berasal dari seluruh kabupaten kota yang ada di provinsi Bengkulu. Sesuai dengan tupoksinya, seksi Koleksi, Konservasi dan Preparasi Museum Negeri Bengkulu melakukan konservasi dan perawatan koleksi kain.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk melindungi koleksi dari ancaman yang disebabkan oleh serangga, perubahan suhu/kelembaban, debu, yang dapat menyebabkan kerusakan koleksi kain.

Sebelumnya kita telah mengetahui sekilas tentang kegiatan yang ada di Museum Negeri Benkulu, kali ini kita akan membahas proses perawatan kain dimulai dari penataan kain berdasarkan no.invent untuk mengetahui bagaimana kondisi dari koleksi tekstil itu apakah mengalami kerusakan atau hanya perlu perawatan saja. Ada beberapa penyebab dalam kerusakan tekstil yaitu cahaya (sinar tampak dan sinar ultraviolet), temperatur, serta kelembapan, hama, dan gaya gravitasi bumi. Adapun peralatan yang digunakan untuk melakukan perawatan tekstil yaitu:

  1. Sarung tangan
  2. Masker
  3. Pipa paralon untuk menggulung koleksi
  4. Meja dilapisi busa dan plastik
  5. Kertas bebas asam
  6. Vacuum cleaner
  7. Jaring halus
  8. Kapas
  9. Silica gel
  10. Alkohol 70% yang dicampur dengan Aquades

Berikut adalah teknik pembersihan yang dilakukan Museum Negeri Bengkulu:

  1. Identifikasi kondisi koleksi kain
  2. Koleksi tekstil yang akan di preparasi di hamparkan di atas meja yang telah dilapisi busa dan plastik
  3. Koleksi di lapis jaring halus kemudian di vakum
  4. Pembersihan dilakukan satu arah berdasarkan arah benang (pangan atau langsi)
  5. Koleksi di bersihkan menggunakan kapas yang telah dicelupkan alkohol yang telah dicampur aquades kemudian kapas sampai kering.
  6. Pada bagian yang dibersihkan ditekan dengan kapas secara ringan ke permukaan koleksi
  7. Tekstil di jemur ditempat yang tertutup supaya bebas dari debu dan berbagai gangguan luar
  8. Penjemuran tekstil dilakukan sebentar sampai dirasakan bahan telah kering
  9. Koleksi tekstil yang telah selesai di jemur di bungkus lagi menggunakan penyangga (pipa paralon) dan kertas bebas asam
  10. Koleksi yang sudah selesai di rawat kemudian di data kembali selanjutnya di masukkan ke dalam lemari yang telah diisi silica gel.

Untuk info lanjut sahabat museum bisa berkunjung ke Museum Negeri Bengkulu.

#museumdihatiku

#museumnegeribengkulu

#dikbudprovbengkulu

#ayokemuseum

#wanderfulbengkulu

Pameran Bersama Sejarah Perjuangan Rakyat Sumatera Bagian Selatan 1945-1949

Pembukaan Pameran Bersama Sejarah Perjuangan Rakyat Sumatera Bagian Selatan 1945-1949 dan Lomba Tari Kreasi Tradisional

Museum Subkoss adalah museum perjuangan masyarakat Sumatera Selatan tempatnya di kota Lubuklinggau yang bertemakan perjuangan masyarakat Sumatera Selatan melawan penjajah pada tahun 1945-1949. Pada hari ini Pembukaan Pameran Bersama Sejarah Perjuangan Rakyat Sumatera Bagian Selatan 1945-1949 dan Lomba Tari Kreasi Tradisional yang dihadiri lansung oleh perwakilan Gubernur Sumatera Selatan, Walikota Lubuklinggau, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa dan Kepala Museum Negeri Bengkulu serta para Pejabat Sumatera Selatan. Adapun rangkaian acaranya yaitu:Tambahkan Teks Tajuk Anda Di Sini

  1. Selasa, 07 September 2021, Pembukaan Pameran Bersama dan Lomba Tari Kreasi Tradisional
  2. Rabu, 08 September 2021, Lomba Tari Kreasi Tradisional
  3. Kamis, 09 September 2021, Lomba Permainan Congklak
  4. Jum’at, 10 September 2021, Lomba Permainan Enggrang Batok
  5. Sabtu, 11 September 2021, Lomba Permainan Yeye dan Cengkleng
  6. Minggu,12 September 2021, Lomba Permainan Balap Ban
  7. Senin, 13 September 2021, Penutupan Pameran Bersama dan Pembagian Hadiah Lomba

#ayongelongkamuseumsubkoss
#museumakganipalembang
#museumnegeribengkulu
#museumnegerisumsel
#disbudparsumsel
#dikbudprovbkl

Ngobrol Pagi Khas Bengkulu di BETV

Operasional Museum Saat Pandemi

Senin 30 Agustus 2021 kepala UPTD Museum Negeri Bengkulu bapak Didi Hartanto, S.E dan Kepala seksi Koleksi Konservasi dan Preparasi Museum Negeri Bengkulu Heri Sukoco, S.Hum, M.Hum di undang oleh stasiun TV lokal untuk berbincang-bincang mengenai operasional Museum Negeri Bengkulu di masa pandemi. Dalam perbincangan itu salah satu trik dan inovasi Museum Negeri Bengklu untuk meningkatkan kunjungan adalah dengan melakukan lomba-lomba yang melibatkan berbagai tingkat usia seperti tingkat PAUD/TK, tingkat SD, tingkat SMP sederajat, tingkat SMA sederajat, dan Tingkat umum tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Kegiatan tersebut tentunya untuk memperkenalkan koleksi yang ada di Museum Negeri Bengkulu dan menumbuhkan kecintaan akan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Provinsi Bengkulu. Untuk diketahui, Bengkulu memiliki 9 suku antara lain suku Rejang, Lembak, Melayu Pekal, Melayu Bengkulu, Serawai, Kaur, Mukomuko, Pasemah (Basemah), dan Enggano. Setiap suku memiliki ragam budaya yang berbeda seperti bahasa, pakaian, rumah adat, tradisi, senjata, hingga makanan.

Selain itu, kepala Museum Negeri Bengkulu menjelaskan program kegiatan yang ada di museum dan beberapa inovasi yang akan dilakukan oleh museum agar semakin mudah di akses oleh masyarakat. Dengan mengunjungi museum negeri bengkulu, pengunjung akan memperoleh informasi ragam budaya tersebut. Dapat dikatakan bahwa museum merupakan miniatur budaya bengkulu jika dilihat dari koleksi-koleksi yang dimilik.

Profil Museum Negeri Bengkulu

MUSEUM NEGERI BENGKULU

Benda cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang sangat penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, sehingga perlu dilindungi dan dilestarikan demi pemupukan kesadaran jati diri bangsa dan kepentingan nasional. Museum Bengkulu didirikan pada tanggal 1 April 1978, mulai berfungsi sebagai museum pada tanggal 3 Mei 1980 menempati lokasi sementara di belakang benteng Marlborough. Koleksi awal berjumlah 51 koleksi: 43 buah koleksi Etnografi, 6 buah koleksi Keramik, dan 2 buah koleksi replika. Sejak tanggal 3 Januari 1983 pindah ke lokasi baru di jalan Pembangunan No. 08 Padang Harapan Bengkulu. Berdasarkan SK Mendikbud RI No.0754/0/1987, ditingkatkan statusnya menjadi Museum Negeri Provinsi dengan klasifikasi museum umum tipe C, sebagai unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Direktorat Permuseuman Dirjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Peresmian dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 1988 oleh Direktur Jenderal Kebudayaan G.B.P.H. Poeger, Drs. dengan nama Museum Negeri Provinsi Bengkulu.

Setelah pelaksanaan otonomi daerah tahun 2001, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bengkulu No. 14 tahun 2001 tentang Organisasi Dinas Pendidikan Nasional provinsi Bengkulu, Museum Negeri Bengkulu menjadi UPTD Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu dengan nama Museum Bengkulu. Saat ini dengan berlakunya Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 2007, dan diterapkannya Perda No. 7 tahun 2008 Museum Bengkulu menjadi UPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bengkulu.

Koleksi Museum Bengkulu meliputi benda sejarah budaya dari sembilan sub etnis penduduk asli Bengkulu dan benda sejarah budaya lain yang berhubungan dengan perkembangan Bengkulu sebagai satu komunitas budaya serta beberapa koleksi replika dan miniatur. Sampai sekarang berjumlah kurang lebih 6.151 koleksi yang terdiri dari delapan jenis koleksi dengan rincian; Biologi 46, Etnografika 2988, Arkeologika 90, Historika 42, Numismatika/Heraldika 911, Keramologika 1901, Filologika 138, Teknologika 15 koleksi yang telah dikumpulkan sejak tahun 1978.

Rapat Evaluasi SAKIP Tahun 2021

Rapat Evaluasi SAKIP Tahun 2021

Telah dilaksanakan Rapat Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2021, Selasa (31/08/2021) di Ruang Pola Provinsi Bengkulu.

Rapat ini dihadiri oleh para Kepala organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu secara luring dan daring. Evaluasi SAKIP dilaksanakan berdasarkan Peraturan Meneteri PAN dan RB Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi dan Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Provinsi Bengkulu diharapkan dapat melaporkan tindak lanjut hasil rekomendasi tahun lalu, progres sebelum dan sesudah perbaikan implementasi AKIP, Logical Framework, Cascading dan Crosscutting.

Paparan terkait SAKIP disampaikan oleh H. Gotri Suyanto, S.E., M.Soc.Sc, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu.

Silahturahmi Kapolda Bengkulu Kemuseum

Silahturahmi Kapolda Bengkulu Kemuseum

Di Museum Negeri Bengkulu terdapat berbagai macam koleksi, Museum Negeri Bengkulu memiliki koleksi berupa benda-benda sejarah budaya yang berasal dari sembilan sub etnis penduduk asli Bengkulu yang terdiri atas suku Rejang, Melayu Pekal, Pasmah, Lembak, Melayu Bengkulu, Mukomuko, Kaur, Enggano dan Serawai.    

Kapolda Bengkulu Irjen. Pol. Drs. Guntur SetyantoM.Si. (lahir 28 Desember 1963) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 1 Juni 2021 menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu. Kemarin pada hari sabtu 14 Agustus 2021 Museum Negeri Bengkulu kedatangan rombongan keluarga dari Irjen. Pol. Drs. Guntur Setyanto untuk bersilahturahmi dan mengenal budaya yang ada di Provinsi Bengkulu.

Sebagai wadah suatu lembaga yang bertugas melestarikan peninggalan-peninggalan budaya maka Museum Negeri Bengkulu memiliki jenis koleksi, antara lain kolekis senjata-senjata tradisional khususnya yang berasal dari daerah Bengkulu, selain berkunjung dan bersilahturahmi kapolda Bengkulu juga memberikan cindera mata kepada Museum Bengkulu berupa buku karangannya yang berjudul “Nilai Didaktis Keris Nusantara” yang mana diharapkan dengan sumbangan ini dapat menambah ilmu dan pengetahuan bagi kita semua.

#museumdihatiku

#museumnegeribengkulu

#dikbudprovbengkulu

#ayokemuseum

#poldabengkulu

#wanderfulbengkulu

DILARANG COPY PASTE !!!!!!