Workshop Seni Tari Dewa Sembilan

Sobat Dikbud, Salam Budaya!!

Pada hari Rabu, 22 Juni 2022 UPTD Taman Budaya Bengkulu melaksanakan Workshop Seni Tari Dewa Sembilan se-Provinsi Bengkulu. Kepala UPTD Taman Budaya Bapak Nirwan Sukandri, M.Pd menyampaikan dasar pelaksanaan kegiatan ini yaitu peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2021 tentang perubahan kedua atas perubahan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 5 Tahun 2017 tentang petunjuk teknis penggunaan DAK Nonfisik, kegiatan workshop ini bertujuan untuk memberikan dan menebarkan wawasan pengetahuan berupa sejarah, teori dan praktik mengenai seni Tari Dewa Sembilan yang mana tarian ini adalah salah satu tari kesenian tradisonal dari Provinsi Bengkulu yang berasal dari Kabupaten Kaur. Adapun tema kegiatan pelaksanaan workshop seni Tari Dewa Sembilan se-Provinsi Bengkulu adalah “Dengan Berkesenian kita lestarikan khazanah budaya Bengkulu” yang memiliki arti mengenalkan dan belajar budaya Provinsi Bengkulu melalui seni salah satunya kesenian Tari Dewa Sembilan. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai tanggal 22 s.d. 24 Juni 2022, tempat pelaksanaan pembukaan dan pelatihan di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 10 (sepuluh) kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, yang berlangsung selama tiga  hari dan di isi oleh narasumber yang berasal dari seniman tari yang ada di Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Bapak Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd, dalam workshop ini kita harus bangga dengan Provinsi Bengkulu yang kaya akan seni dan budaya yang terbentang dari ujung Kaur sampai ujung Mukomuko, hal inilah yang patut kita ketahui dan lestarikan serta kembangkan. Seni tari ini tidak hanya ada di Kaur, di Curup juga ada tari kejai, Mukomuko ada tari gandai, Bengkulu Selatan ada tari andun dan lain-lain yang tersebar di kabupaten Provinsi Bengkulu. Tari-tarian dan kesenian budaya yang ada di Provinsi Bengkulu ini harus kita paten kan karena agar nantinya tidak di klaim oleh orang lain. Kesenian ini adalah warisan leluhur kita yang patut di lestarikan dan budayakan agar nantinya generasi penerus kita mengenal dan memahami adat seni ini. Kami juga berharap kepada setiap daerah dan peserta untuk menggali dan mengembangkan warisan leluhur kita yang ada di setiap kabupaten karena Provinsi Bengkulu adalah daerah yang kaya akan seni budaya dan kearifan lokalnya.

Pemateri workshop yaitu bapak Ajalon Tarmizi, S.Sn, menjelaskan tari dewa sembilan berasal dari Kabupaten Kaur yang di mainkan oleh 9 orang gadis yang menari di atas piring sebagai tempat pijakan mereka yang diiringi dengan nyanyian rejung dan alat musik tradisional. Rejung yang di bawakan memiliki syair arti yang sangat mendalam tentang kehidupan manusia. Mitos, cerita, legenda, dari mulut ke mulut, tari ini berasal dari putri kayangan yang turun ke bumi untuk mandi di sebuah telaga, telaga tersebut bernama telaga bukit begelung di bukit kumbang setiap bulan purnama. Mengapa dikatakan tari dewa sembilan karena berasal dari 9 muara sungai yang berada di Muara Sahung, ada juga yang mengatakan 9 Wali Songo yang menyebarkan agama Islam.

Hari kedua kegiatan para peserta menerima materi tentang gerakan tari dan melakukan pelatihan yang di ajarkan oleh para penari dari sanggar tari serunting sakti yang berasal dari Kabupaten Kaur.

Pada hari ketiga sekaligus penutupan workshop seni tari dewa sembilan peserta mementaskan hasil tari dewa sembilan yang telah diajarkan kepada mereka di depan penonton yang nantinya akan menjadi ilmu bagi para guru seni se-Provinsi Bengkulu untuk dibawa dan di ajarkan kepada siswa/siswinya di sekolah masing-masing. (aw)*

SOSIALISASI MUSEUM NEGERI BENGKULU

“Koleksi Museum Sebagai Media Pembelajaran Untuk Mewujudkan Generasi Muda Yang Berkarakter”

Sobat Dikbud, Museum dihatiku

Pada tanggal 13 Juni 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan kegiatan sosialisasi di Kabupaten Bengkulu Utara tepatnya di Ketahun dengan bertujuan untuk mengenalkan museum dan mengajak pelajar SMA sederajat di Bengkulu Utara untuk datang berkunjung ke Museum Negeri Bengkulu. Museum secara umum dapat diartikan sebagai tempat penyimpanan, perawatan dan penelitian benda warisan sejarah budaya (benda cagar budaya) dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat melalui pameran dan sosialisasi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 66 Tahun 2015 Tentang Museum menyatakan museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat.

Dalam sambutan kepala Museum Negeri Bengkulu dalam hal ini diwakili oleh Kasubag TU Museum Bapak Deki Saputra, S.Pd, menyampaikan Museum Negeri Bengkulu merupakan gambaran kecil dari provinsi Bengkulu karena di Museum Negeri Bengkulu terdapat berbagai benda yang berasal dari setiap daerah yang ada di Provinsi Bengkulu. Bengkulu patut bangga karena memiliki aksara ulu yang dikenal dengan Ka Ga Nga. Nenek moyang kita berhasil menjaga dan meurunkan warisan berupa pengetahuan kepada kita dalam tulisan yang terdapat pada bambu, kulit, dan tanduk. Pengetahuan tersebut berupa obat-obatan, hikayat manusia, petuah/tuntunan hidup, hingga mantra-mantra. Koleksi ini ada di Museum Negeri Bengkulu. Untuk itu saya selaku kepala museum melalui kegiatan sosialisasi ini berpesan, jika ada kesempatan, mari kita berkunjung ke museum. Mari kita optimalkan koleksi museum sebagai media pembelajaran.

Selanjutnya penyampaian materi dari ibu Hema Malini, S.Sn, Koleksi museum adalah benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, dan/atau struktur cagar budaya dan/atau bukan cagar budaya yang merupakan bukti material hasil budaya dan/atau material alam dan lingkungannya yang mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, kebudayaan, teknologi, dan/atau pariwisata. Berdasarkan tugas utama, museum merupakan lembaga penyelamat dan pelestaraian warisan sejarah budaya khususnya yang ada di Provinsi Bengkulu. Berdasarkan hal tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan museum antara lain:

  1. Mengamankan koleksi sejarah budaya dari kerusakan maupun kepunahan.
  2. Memelihara dan merawat koleksi dari kerusakan alamiah dengan perawatan preventif (pencegahan) dan kuratif (perawatan) sesuai standar teknis museum.
  3. Melakukan pengelolaan administrasi koleksi : dokumentasi, registrasi, inventarisasi, katalogisasi dan lebeling serta penyempurnaan data koleksi dan dispai pameran.
  4. Melakukan penelitian ilmiah koleksi dan menyebarluaskan hasil penelitian kepada masyarakat.
  5. Melaksanakan penyimpanan dan panyajian koleksi melalui pameran dan sosialisasi dalam bentuk informasi

Pemateri kedua yaitu Eprilia Purwanti, M.H selaku perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Argamakmur. Museum secara umum adalah tempat penyimpanan, perawatan dan penelitian benda warisan sejarah budaya (benda cagar budaya) dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat melalui pameran dan sosialisasi. Adapun jenis-jenis museum antara lain :

Berdasarkan Penyelenggara

  • Museum Negeri/Pemerintah
  • Museum Swasta

Berdasarkan Letaknya

  • Museum Nasional
  • Museum Regional
  • Museum Lokal

Berdasarkan Koleksinya

  • Museum Umum
  • Museum Khusus

Manfaat berkunjung ke museum bagi siswa dan umum yaitu:

  1. Menambah pengetahuan dan informasi
  2. Sebagai referensi visual
  3. Mendapat perspektif/sudut pandang waktu yang lebih jelas dan luas
  4. Memberikan nuansa berbeda
  5. Menimbulkan rasa ingin tahu dan memancing imajinasi anak
  6. Interaksi dengan banyak dan beragam orang
  7. Membantu menemukan minat anak
  8. Meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan

Sosialisasi ini dihadiri oleh kurang lebih 100 siswa/siswi dan guru pendamping se-Kabupaten Bengkulu Utara. Setelah menyampaikan materi, narasumber memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta sosialisasi, untuk peserta yang berhasil menjawab Museum Negeri Bengkulu memberikan bingkisan/sovenir kepada peserta. Acara sosialisasi ditutup dengan foto bersama peserta dengan narasumber dan pegawai Museum Negeri Bengkulu di SMA N 5 Ketahun, Bengkulu Utara. (aw)*

Renovasi Tata Pamer Museum

Pameran adalah kegiatan penyajian koleksi museum kepada pengunjung sehingga dapat diapresiasi. Pameran di Museum terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  1. Pameran (Tetap): diadakan di ruang pameran utama museum dan berlangsung lama, baru kemudian dapat diadakan perubahan dan renovasi, pameran yang diselenggarakan dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 5 tahun.
  2. Pameran Temporer: pameran yang diselenggarakan dalam jangka waktu tertentu dan dalam variasi waktu yang singkat dari satu minggu sampai satu tahun dengan meng ambil tema khusus mengenai aspek-aspek tertentu dalam sejarah, alam dan budaya. Pameran temporer merupakan penunjang pemeran tetap yang ada di museum untuk mengundang lebih banyak pengunjung.
  3. Pameran khusus: pameran yang diselenggarakan secara khusus pada saat-saat tertentu, misalnya untuk memperingati peristiwa atau tokoh-tokoh penting.

Pameran keliling: pameran yang diselenggarakan diluar museum pemilik koleksi, dalam jangka waktu tertentu, dalam variasi waktu yang singkat dengan tema khusus dengan jenis koleksi yang dimiliki oleh museum tersebut dipamerkan/dikelilingkan dari satu tempat ke tempat yang lain.

Tata pameran merupakan sebuah bentuk kegiatan menyajikan koleksi di museum yang diwujudkan dalam sebuah pameran, baik itu yang bersifat tetap maupun temporer.

(Sumber: Skripsi Fajri Berrinovian, Landasan Konseptual Perencanaan Dan Perancangan Museum Topeng Di Yogyakarta Dengan Pendekatan Metafora Elemen Yang Terdapat Pada Topeng, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta Tahun 2011.)

Untuk memulai sebuah penyajian koleksi, hal yang mendasar adalah menentukan gagasan yang berujung dengan munculnya sebuah konsep penyajian koleksi atau tata pameran. Setelah terbentuk sebuah konsep yang berisi gagasan mengenai tema sebuah pameran maka langkah selanjutnya adalah memilih koleksi yang sesuai serta mendukung gagasan tersebut serta disajikan dengan tambahan informasi penguat koleksi seperti teks, gambar, foto, ilustrasi/diorama dan pendukung lainnya.

Merencanakan sebuah konsep tata pameran untuk menyajikan koleksi museum merupakan sebuah penyampaian dari misi museum tersebut. Mempersiapkan tema pameran beserta koleksinya disertai penyajian yang didahului dengan penginterpretasian koleksi berarti akan menyampaikan nilai-nilai yang terdapat di dalam museum itu sendiri.

Dalam melakukan penyajian koleksi yang akan dipamerkan, ada hal-hal mendasar yang harus diperhatikan, dimana dalam suatu penataan pameran harus memiliki:

  1. Alur cerita pameran/storyline.

Alur cerita diperlukan dalam penyajian koleksi pameran, hal ini dikarenakan dapat mempermudah komunikasi dan penyampaian koleksi museum kepada pengunjung.

  1. Koleksi yang mendukung alur cerita

Koleksi yang mendukung cerita yang disajikan di ruang pameran telah disiapkan sebelumnya, hal ini agar pada saat ditata ada kaitan antara satu koleksi dengan koleksi lainnya sehingga ada hubungan antara materi pameran dengan koleksi yang disajikan.

  1. Teknik dan metode pameran yang akan dipakai dalam pameran.

Sarana serta prasarana yang akan dipakai, dama/biaya yang perlu disediakan.

(Sumber:http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/muspres/konsep-kajian-tata-pameran-museum-kepresidenan-balai-kirti-2019/)

Museum Negeri Bengkulu melalui Seksi Koleksi, Konservasi dan Preparasi meninjau lokasi pameran tetap. Setelah melakukan diskusi dengan kepala museum, maka pada tahun 2022 Museum Negeri Bengkulu melakukan renovasi tata pamer untuk koleksi buian anak, pelaminan dan bilik pengantin. Langkah awal yang dilakukan oleh seksi koleksi adalah pendataan bahan yang diperlukan. Setelah diketahui bahan yang akan di beli maka secara bertahap koleksi yang ada di ruang pameran tetap di pindahkan ke storage untuk dilakukan perawatan serta penggantian koleksi. Kolekis yang dikerjakan pertama kali adalah buaian anak. Staf koleksi mulai mengganti koleksi lama dengan koleksi baru, yang meliputi penggantian kain, bunga, dan ayunana bayi. Pengerjaan ini menghabiskan waktu selama sebulan, setelah buaian anak renovasi tata pamer selanjutnya adalah pelaminan dan bilik pengantin.

Sosialisasi Museum Negeri Bengkulu

“Koleksi Museum Sebagai Media Pembelajaran Untuk Mewujudkan Generasi Muda Yang Berkarakter”

Pada tanggal 30 Mei 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan kegiatan sosialisasi di Kabupaten Kepahiang dengan bertujuan untuk mengenalkan museum dan mengajak pelajar SMA sederajat datang berkunjung ke Museum Negeri Bengkulu. Museum secara umum dapat diartikan sebagai tempat penyimpanan, perawatan dan penelitian benda warisan sejarah budaya (benda cagar budaya) dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat melalui pameran dan sosialisasi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 66 Tahun 2015 Tentang Museum menyatakan museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat.

Kata sambutan dari kepala Museum Negeri Bengkulu bapak Didi Hartanto, S.E, Museum Negeri Bengkulu merupakan gambaran kecil dari provinsi Bengkulu karena di Museum Negeri Bengkulu terdapat berbagai benda yang ada di setiap daerah yang ada di Bengkulu. Bengkulu patut bangga karena memiliki aksara ulu yang dikenal dengan Ka Ga Nga. Nenek moyang kita berhasil menjaga dan meurunkan warisan berupa pengetahuan kepada kita dalam tulisan yang terdapat pada bambu, kulit, dan tanduk. Pengetahuan tersebut berupa obat-obatan, hikayat manusia, petuah/ tuntunan hidup, hingga mantra-mantra. Koleksi ini ada di Museum Negeri Bengkulu. Untuk itu saya selaku kepala museum melalui kegiatan sosialisasi ini berpesan, jika ada kesempatan, mari kita berkunjung ke museum. Mari kita optimalkan koleksi museum sebagai media pembelajaran.

Selanjutnya penyampaian materi dari bapak Devi Trisno, S.Pd, Koleksi museum adalah benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, dan /atau struktur cagar budaya dan/atau bukan cagar budaya yang merupakan bukti material hasil budaya dan /atau material alam dan lingkungannya yang mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, kebudayaan, teknologi, dan /atau pariwisata. Berdasarkan tugas utama, museum merupakan lembaga penyelamat dan pelestaraian warisan sejarah budaya khususnya yang ada di Provinsi Bengkulu. Berdasarkan hal tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan museum antara lain:

  1. Mengamankan koleksi sejarah budaya dari kerusakan maupun kepunahan.
  2. Memelihara dan merawat koleksi dari kerusakan alamiah dengan perawatan preventif (pencegahan) dan kuratif (perawatan) sesuai standar teknis museum.
  3. Melakukan pengelolaan administrasi koleksi : dokumentasi, registrasi, inventarisasi, katalogisasi dan lebeling serta penyempurnaan data koleksi dan display pameran.
  4. Melakukan penelitian ilmiah koleksi dan menyebarluaskan hasil penelitian kepada masyarakat.
  5. Melaksanakan penyimpanan dan panyajian koleksi melalui pameran dan sosialisasi dalam bentuk informasi

Konservasi Koleksi di Museum Negeri Bengkulu

Salah satu tugas museum adalah melakukan konservasi terhadap koleksi yang dimiliki oleh museum. Konservasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian. Dengan demikian, konservasi koleksi museum adalah kegiatan pemeliharaan dan perlindungan koleksi di Museum secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan melakukan kegiatan yang bertujuan untuk pelestarian koleksi.

Dewan Museum Internasional Komite Konservasi (ICOM CC). Pada tahun 2008 mengidentifikasi konservasi koleksi sebagai semua kegiatan dan tindakan yang bertujuan untuk melindungi warisan budaya (berwujud) agar dalam menikmati oleh generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Konservasi mencakup konservasi preventif, konservasi interventif, dan restorasi. Semua tindakan harus menghormati signifikasi dan sifat fisik dari benda warisan budaya.

Konservasi di museum mencakup pencegahan, dan penulisan dari peristiwa yang menyebabkan kerusakan dan kehilangan koleksi. Tindakan konservasi dikelompokkan menjadi tiga yaitu:

  1. Konservasi preventif adalah semua pengukuran dan tindakan yang bertujuan untuk menghindari dan meminimalkan kerusakan atau kehilangan di masa depan. Kegiatan dilakukan dalam konteks atau di lingkungan koleksi atau sekumpulan koleksi yang tidak membedakan usia dan kondisi koleksi. Langkah-langkah dan tindakan ini (sebagai sebagian besar) tidak langsung mengenai koleksi dan tidak mengubah struktur koleksi. Contoh konservasi preventif di dalam Museum adalah pengukuran dan tindakan yang tepat dalam penataan, penyimpanan, pengemasan, dan transportasi, keamanan, manajemen lingkungan (cahaya, kelembapan, polusi, dan pengendalian hama) dari koleksi. Selain hal tersebut, kegiatan seperti tanggap darurat (emergency responses), pendidikan pengetahuan kesadaran staf dan publik, merupakan konservasi provinsi yang tidak langsung berhubungan dengan koleksi.
  2. Konservasi interfentif adalah semua tindakan yang langsung diterapkan pada koleksi atau sekelompok koleksi yang bertujuan untuk menghentikan proses yang merusak koleksi, ataupun untuk memperkuat strukturnya. Tindakan ini hanya dilakukan ketika koleksi berada dalam kondisi rapuh atau pada kerusakan yang parah, dan jika tidak dilakukan maka kondisi akan semakin memburuk dalam waktu singkat atau bahkan hilang. Tindakan ini terkadang dapat mengubah penampilan koleksi. Untuk itu, diperlukan teknik dan keterampilan khusus dalam melakukannya. Contoh konservasi interventif adalah pembersihan tekstil, desalinasi keramik, deasidifikasi kertas, dehidrasi koleksi arkeologi basah, stabilisasi logam berkarat, dan penghilangan jamur pada koleksi kayu.
  3. Restorasi adalah semua tindakan yang langsung diterapkan pada satu koleksi yang bertujuan untuk meningkatkan apresiasi pemahaman dan pemanfaatannya melalui perbaikan. Tindakan ini hanya dilakukan ketika koleksi telah kehilangan sebagian dari signifikasi atau fungsinya, misalkan patah. Tindakan ini sering mengubah penampilan koleksi sehingga perlu teknik dan keahlian khusus dalam melakukannya. Contoh restorasi adalah memperbaiki lukisan, memasang kembali patung yang rusak, membentuk kembali keranjang/wadah.

Terkadang satu tindakan dapat bersifat preventif, interventif, dan/atau restorasi pada saat yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa konservasi itu kompleks dan menuntut kolaborasi profesional berkualifikasi yang relevan. (Sumber: Konservasi Koleksi Tekstil, Museum Nasional. Jakarta: Tahun 2020).

Museum Negeri Bengkulu secara rutin melakukan konservasi koleksi. Untuk tahun 2022, Museum Negeri Bengkulu merencanakan untuk melakukan konservasi koleksi sebanyak 3.234 koleksi, meliputi koleksi Etnografi (tekstil) sebanyak 1.600 buah, Etnografi (kayu) sebanyak 400 buah, Filologi 148 buah, Arkeologika 86 buah, Kramologika 400 buah dan Numismatika 600 buah.

Puncak Peringatan Hari Jadi Jadi Museum Negeri Bengkulu Ke 34

Museum Bangkit, Museum Maju

Pada tanggal 1 April 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan hari jadi museum yang ke 34. Berdasarkan SK Mendikbud RI No. 0754/0/1987, Museum Negeri Provinsi ditingkatkan statusnya menjadi unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Direktorat Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Peresmian dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 1988 oleh Direktur Jendral Kebudayaan G.B.P.H. Poeger, Drs. dengan nama Museum Negeri Provinsi Bengkulu.

Puncak hari jadi museum dibuka oleh Gubernur Bengkulu yang kali ini diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa eksistensi museum harus ditingkatkan. Bentuk-bentuk promosi langsaung dan tidak langsung harus dioptimalkan, agar museum dapat menjadi salah satu destinasi atau tujuan wisata budaya. Promosi tersebut dapat berupa expose program dan kegiatan di media cetak maupun elektronik tersebut pelaksanaan lomba-lomba yang diselenggarakan oleh Museum Negeri Bengkulu. Saat ini keberadaan Museum Negeri Bengkulu belum terlalu dikenal, oleh karena itu banyak orang yang belum menjadikan museum  sebagai salah satu destinasi favorit di Bengkulu.

Keberaan Museum Negeri Bengkulu yang menyimpan koleksi-koleksi dari zaman pra sejarah hingga zaman kemerdekaan merupakan salah satu sarana belajar edukasi bagi pelajar maupun masyarakat umum. Melalui museum kita dapat melihat benda-benda tersebut dan mengetahui fungsi, kegunaan, serta sejarah dari koleksi museum. Selanjutnya beliau menyampaikan agar museum membentuk komunitas. Melalui komunitas ini promosi museum biasa lebih optimal. Terakhir beliau mengatakan ‌atas nama Gubernur Bengkulu,  mengucapkan selamat menyambut bulan suci Ramadhan.

Adapun kegiatan puncak peringatan HUT Museum dilakukan dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya oleh Museum Negeri Bengkulu.

Lomba Cerdas Cermat Museum Tingkat SLTP Se-Provinsi Bengkulu Tahun 2022 “Semangat Menuju Bengkulu Berbudaya, Maju, dan Hebat”

IMG_5334

Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Museum Nasional. Kegiatan ini merupakan kegiatan LCC Museum tingkat nasional yang pesertanya berasal dari tiap provinsi yang ada di Indonesia (34 Provinsi) yang akan memperebutkan piala bergilir mentri pendidikan kebudayaan riset dan teknologi. Menyikapi hal tersebut, Museum Negeri Bengkulu, melaksanakan seleksi peserta LCC Museum pada tanggal 28 Maret 2022 di Grage Hotel. Dalam sambutannya, Kepala Museum Negeri Bengkulu Didi Hartanto, S.E menyampaikan bahwa cerdas cermat yang dilaksanakan kali ini bertujuan untuk menyeleksi pelajar-pelajar yang ada di Provinsi Bengkulu yang nantinya akan mengikuti lomba cerdas cermat museum tingkat nasional. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu yaitu bapak Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd dalam sambutannya dia mengatakan betapa pentingnya museum sebagai tempat menyimpan koleksi bersejarah dan wisata edukasi karena bangsa yang besar merupakan bangsa yang menghargai sejarahnya. Kita sebagai masyarakat Bengkulu harus bangga karena ibu negara republik Indonesia yang pertama yang menjahit bendera merah putih yaitu Fatmawati Soekarno Putri yang berasal dari Bengkulu.

LCC Museum merupakan salah satu sarana yang tepat bagi museum untuk mengukur pengetahuan sejarah dan budaya. Melalui LCC, peserta akan mempersiapkan diri dengan membaca materi dan modul yang disiapkan oleh Museum Negeri Bengkulu. Kita berharap kepada juri agar objektif agar terciptanya pemenang yang terbaik dan berkualitas.

Kegiatan lomba cerdas cermat museum yang dilakukan dari pagi hingga sore hari menghasilkan juara 1 yaitu SMP N 1 Kota Bengkulu, juara 2 dari SMP N 1 Rejang Loebong, dan juara 3 dari SMP N 1 Lebong. Para pemenang mendapatkan hadiah uang pembinaan dan piagam penghargaan, selanjutnya pemenang akan mendapatkan pelatihan dari Musuem Negeri Bengkulu untuk persiapan mengikuti lomba cerdas cermat museum tingkat nasional.

Lomba Balap Pelek Sepeda Antar OPD Provinsi Bengkulu

Pada tanggal 22 Maret 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan perlombaan balap pelek sepeda antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan di halaman Museum Negeri Bengkulu. Acara ini dibuka langsung oleh kepala Museum Negeri Bengkulu bapak Didi Hartanto, S.E dan dihadiri oleh Kasubag Umum Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu bapak Sujarwo, M.Pd serta kasi/kasubbag dari UPTD di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini merupakan rangakian kegiatan dalam memperingati hari ulang tahun Museumn Negeri Bengkulu yang ke-34.

Dalam sambutannya pada kegiatan lomba balap pelek sepeda di Museum Negeri Bengkulu kepala museum menyampaikan bahwa Museum Negeri Bengkulu merupakan miniatur budaya masyarakat Bengkulu. Permainan tradisional inipun merupakan bentuk kebudayaan yang perlu dilestarikan. Banyak nilai-nilai positif dari lomba ini, seperti memupuk kekompakan dan sportifitas. Permainan ini sudah jarang di mainkan saat ini, oleh karena itu museum menggagas kembali lomba ini sebagai bentuk pelestarian permainan tradisional di provinsi Bengkulu. Kegiatan untuk memperingati hari ulang tahun Museum Negeri Bengkulu yang ke-34 yang mana ini dilaksanakan setahun sekali karena itu kami sebagai keluarga Museum Negeri Bengkulu akan membuat acara ini semeriah mungkin, maka diharapkan untuk semua OPD agar dapat berpartisipasi untuk memperkenalkan Museum negeri Bengkulu kepada instansinya.

Perlombaan ini cukup meriah  dan menghibur karena dihadiri oleh OPD yang ada di Provinsi Bengkulu. Adapun pemenang dari lomba balap pelek sepeda kali ini, pemenang juara 3 diraih oleh nomor peserta 34, juara 2 diraih oleh nomor peserta 13, dan juara 1 diraih oleh nomor peserta 39.

Lomba Bola Voli Musuem Negeri Bengkulu

Dalam rangkaian HUT Museum Negeri Bengkulu, pada tanggal 17 Maret 2022 Museum Negeri Bengkulu mengadakan lomba bola voli yang dilaksanakan di lapangan voli Museum Negeri Bengkulu. Lomba ini melibatkan bidang-bidang dan UPTD yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu.

Permainan bola voli termasuk salah satu contoh dari cabang olahraga bola besar. Bisa dikatakan, permainan ini masuk ke dalam kategori pertandingan karena melibatkan dua tim yang saling berhadapan untuk mendapatkan hasil pertandingan.

Pembukaan lomba bola voli Museum Negeri Bengkulu di buka langsung oleh Kepala Museum Negeri Bengkulu bapak Didi Hartanto, S.E, dalam sambutannya dia mengatakan bahwa lomba ini bukan hanya sekedar persaingan dan mengharapkan hadiah semata tetapi juga untuk mempererat tali silahturahmi antara instansi yang ada dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu.

Adapun sistem yang digunakan saat lomba ini adalah sistem gugur. Setiap tim akan bertanding 3 set, tetapi jika tim berhasil menang 2 set secara berturut-turut maka tim tersebut berhak maju ke babak berikutnya. Peserta lomba bola voli Museum Negeri Bengkulu yaitu:

  1. UPTD PPK
  2. Bidang SMA
  3. UPTD Taman Budaya
  4. Museum Negeri Bengkulu A
  5. Sekretariat
  6. Bidang Kebudayaan
  7. Museum Negeri Bengkulu B
  8. Bidang Pengawas

Perlombaan yang dilaksanakan ini cukup meriah  dan menghibur. Hal ini terlihat dari penonton yang riuh memberi dukungan kepada Tim yang mengikuti lomba. Adapun pemenang dari lomba bola voli kali ini, pemenang juara 3 diraih oleh Bidang SMA, juara 2 diraih oleh Sekretariat, dan juara 1 diraih oleh Bidang Pengawas.

Lomba Tarik Tambang Museum Negeri Bengkulu

Pada tanggal 16 Maret 2022 Museum Negeri Bengkulu mengadakan lomba tarik tambang yang diwakili oleh beberapa bidang dan UPTD yang ada di bawah jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu. Dalam rangkaian HUT Museum Negeri Bengkulu, museum mengadakan lomba permainan tradisional, yaitu lomba tarik tambang. Lomba ini melibatkan bidang-bidang dan UPTD yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu. Lomba tarik tambang ini digagas karena memiliki banyak nilai positif, seperti kerja sama, melatih kekompakan serta kebersamaan. Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan turun temurun dan mempunyai bermacam-macam fungsi dan pesan.

Lomba tarik tambang Museum Negeri Bengkulu di buka langsung oleh kepala Museum Negeri Bengkulu bapak Didi Hartanto, S.E dan dihadiri juga oleh Kasubag Umum Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu bapak Sujarwo, M.Pd serta kasi/kasubbag dari UPTD di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini merupakan rangakian dalam memperingati hari ulang tahun Museumn Negeri Bengkulu. Adapun peserta lomba tarik tambang adalah:

  1. Bidang Pembinaan SMA
  2. Bidang Pembinaan SMK
  3. UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu
  4. Bidang PTK 1
  5. Bidang Sekretariat
  6. UPTD Museum Negeri Bengkulu
  7. Bidang Pembinaan Kebudayaan
  8. Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus
  9. Bidang TIP
  10. Bidang PTK 2.

Perlombaan ini cukup meriah  dan menghibur. Hal ini terlihat dari penonton yang riuh memberi dukungan kepada Tim yang mengikuti lomba. Adapun pemenang dari lomba tarik tambang kali ini, pemenang juara 3 diraih oleh UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu, juara 2 diraih oleh Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus, dan juara 1 diraih oleh tuan rumah yaitu Museum Negeri Bengkulu.

DILARANG COPY PASTE !!!!!!