Apel Pertama Museum Negeri Bengkulu Tahun 2022

APEL PERTAMA TAHUN 2022 DI MUSEUM NEGERI BENGKULU

Apel merupakan kegiatan yang setiap hari biasanya dilakukan di setiap OPD, termasuk UPTD Museum Negeri Bengkulu, setelah lama terjadinya wabah COVID-19 yang sampai saat ini masih melanda negeri kita tercinta pada tanggal 4 Januari 2022, dilaksanakan  apel pagi pertama tahun 2022 di Museum Negeri Bengkulu. Dalam pelaksanaan apel pagi, PNS dan THL UPTD Museum Negeri Bengkulu tidak lupa menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker dan menjaga jarak.

Pada kesempatan ini apel Museum Negeri Bengkulu di pimpin langsung oleh pembina apel Kepala Museum Negeri Bengkulu Didi Hartanto, SE, dalam penyampaiannya pertama-tama kepala Museum Negeri Bengkulu mengajak seluruh ASN dan THL yang ada di Museum Negeri Bengkulu untuk meninggalkan hal-hal yang buruk di tahun 2021 agar kita lebih meningkatkan kinerja dalam pelayanan kepada masyarakat.

Kuliah Umum Dan Kunjungan Lapangan Pengantar Ilmu-Ilmu Sosial “Ekplorasi Museum Negeri Bengkulu Sebagai Sumber Data/Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial

KULIAH UMUM DAN KUNJUNGAN LAPANGAN PENGANTAR ILMU-ILMU SOSIAL EKSPLORASI MUSEUM NEGERI BENGKULU SEBAGAI SUMBER DATA/PENELITIAN ILMU-ILMU SOSIAL

Bengkulu-Institut Agama Islam Negeri Bengkulu, Fakultas Tarbiyah Tadris, Prodi Ilmu Pengetahuan Sosial melaksanakan kuliah umum dan kunjungan lapangan di Museum Negeri Bengkulu. Kegiatan yang ini bertujuan untuk mengenalkan pada mahasiswa-mahasiswi apa saja sumber-sumber data penelitian yang dapat di ambil dan berkaitan dengan prodi IPS.

Dalam kegiatan ini Kepala Prodi Tadris IPS Desi Eka citra, M.Pd memberikan sambutannya “tujuan kami melaksanakan kegiatan ini untuk mengarahkan dan mengenalkan koleksi Museum Negeri Bengkulu sebagai seumber informasi budaya yang dapat dijadikan referensi Prodi IPS dalam melakukan riset/penelitian. Ini juga sesuai dengan program Fakultas Tarbiyah Tadris dan mendukung “Kampus Merdeka”.

Senada dengan itu Kepala Museum Negeri Bengkulu Didi Hartanto juga berharap, museum dapat dijadikan sebagai tempat studi bagi pelajar dan mahasiswa, karena museum adalah tempat wisata dan budaya yang dapat kita pelajari. Kami sangat mengharapkan para mahasiswa datang ke Museum Negeri Bengkulu.

Adapun pengisi narasumber kuliah umum ini adalah dosen IAIN Bengkulu Een Syaputra,M.Pd., Devi Trisno, S.Pd Pamong Budaya Museum Negeri Bengkulu dan Kasi Koleksi Preparasi dan Konservasi Museum Negeri Bengkulu Hery Sukoco, S.Hum, M.Hum.

Een Syaputra, M.Pd menyampaikan “penelitian memerlukan data intinya penelitian data lisan, tulisan,benda yang akurat. Manfaatkan museum sebagai lokasi menggali informasi budaya, sejarah melalui koleksi yang dimiliki oleh Museum Negeri Bengkulu”

Selanjutnya pembicara kedua, Devi Trisno,S.Pd menyampaikan museum berdasarkan koleksi terdiri atas dua yaitu:

  • Museum Umum, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan bukti material manusia dan atau lingkungannya yang berkaitan dengan berbagai cabang seni, disiplin ilmu dan teknologi.

  • Museum Khusus, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan bukti material manusia atau lingkungannya yang berkaitan dengan satu cabang seni, satu cabang ilmu atau satu cabang teknologi.

Kemudian Musium berdasarkan kedudukannya yaitu:

  • Museum Nasional, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan benda yang berasal, mewakili dan berkaitan dengan bukti material manusia dan atau lingkungannya dari seluruh wilayah Indonesia yang bernilai nasional.

  • Museum Provinsi, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan benda yang berasal, mewakili dan berkaitan dengan bukti material manusia dan atau lingkungannya dari wilayah provinsi dimana museum berada.

  • Museum Lokal, museum yang koleksinya terdiri dari kumpulan benda yang berasal, mewakili dan berkaitan dengan bukti material manusia dan atau lingkungannya dari wilayah kabupaten atau kota dimana museum tersebut berada.

“Museum Negeri Bengkulu memberikan bimbingan edukatif kultural bagi setiap masyarakat melalui pemandu museum”

Kasi Koleksi Preparasi dan Konservasi Museum Negeri Bengkulu, Herry Sukoco, S. Hum, M. Hum, memberikan motifasi kepada mahasiswa “bagi mahasiswa untuk lebih mengembangkan diri agar dapat bersaing dalam era globalisasi pada saat ini”.

Mengungkit Citra Peradaban Masa Lampau Melalui Koleksi Museum Negeri Bengkulu, Sosialisasi Dan Lomba Museum Negeri Bengkulu Di kabupaten Bengkulu Selatan

Mengungkit Citra Peradaban Masa Lampau Melalui Koleksi Museum Negeri Bengkulu, Sosialisasi Dan Lomba Museum Negeri Bengkulu Di kabupaten Bengkulu Selatan

Pameran Keliling museum Negeri Bengkulu, pameran kali ini dipusatkan di SMA Negeri 3 Bengkulu Selatan dihadiri dan dibuka langsung Gubernur Bengkulu  Dr. H. Rohidin Mersyah. Selain pameran kegiatan yang di lakukan yaitu Sosialisasi dan Lomba Permainan Tradisional di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Rohidin mengatakan kegiatan seperti ini penting dilaksanakan agar masyarakat khususnya generasi muda mengetahui dan mengenal peninggalan masa lampau, sehingga mereka akan  mencintai dan menghargai budaya dan sejarah.

“Kita ingin membangkitkan semangat generasi milenial agar paham dan mencintai hasil karya masa lalu,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu Ery Yulian Hidayat berharap, melalui kegiatan ini museum lebih dekat dan mendapat perhatian lebih besar dari masyarakat terutama para pelajar sebagai tempat wisata pendidikan sejarah dan kebudayaan.

“Tugas kita adalah mewarisi, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur sejarah bangsa ini,” ujarnya.

Pameran di Kabupaten Bengkulu Selatan menampilkan berbagai koleksi Museum Negeri Bengkulu, di antaranya koleksi naskah Ka-Ga-Nga, koleksi senjata tradisional, koleksi mata uang pada zaman penjajahan, koleksi batu peralatan zaman Neolitikum, koleksi kain tenun, serta koleksi senjata yang pernah digunakan para pejuang dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Selain pameran, Museum Negeri Bengkulu juga melaksanakan kegiatan sosialisasi Museum Negeri Bengkulu yang bertema “Mewujudkan museum sebagai media informasi, edukasi dan daya tarik wisata”. Sosialisasi ini menjelaskan apa saja yang dapat pengunjung lihat di Museum Negeri Bengkulu, serta bagaimana peran penting museum sebagai media informasi dan edukasi bagi masyarakat terutama pelajar sebagai generasi yang akan meneruskan budaya-budaya dan kearifan lokal Bengkulu.

Kegiatan lomba Museum Negeri Bengkulu dilaksanakan pada hari ke-2. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Bengkulu Selatan, ada dua kegiatan lomba yang diadakan yaitu lomba mewarnai tingkat SD berlokasi di aula SMA N 3 Bengkulu Selatan dan lomba egrang berlokasi di lapangan SMA N 3 Bengkulu Selatan batok kelapa tingkat SMA se-Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pameran, Sosialisasi dan Lomba Museum Negeri Bengkulu Lestarikan Nilai-Nilai Sejarah dan Kearifan Lokal Melalui Museum Menuju Bengkulu Berbudaya

Pameran, Sosialisasi dan Lomba Museum Negeri Bengkulu Lestarikan Nilai-Nilai Sejarah dan Kearifan Lokal Melalui Museum Menuju Bengkulu Berbudaya

Pada tanggal 19 November 2021 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan kegiatan pameran keliling, sosialisasi dan lomba bertempat di SMA N 1 Kabupaten Kaur, pembukaan kali ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Kepala Cabang Dinas Kabupaten Kaur dan perwakilan Bupati Kaur.

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Bengkulu Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd dalam hal ini menyampaikan sambutannya “di era digitalisasi ini kita sebagai anak bangsa di harapkan jangan berpangku tangan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya.” Beliau sangat mengapresiasi kegiatan Museum Negeri Bengkulu, museum sebagai tempat edukasi untuk anak-anak mengetahui sejarah dan budaya masyarakat Bengkulu.
Kata sambutan dari bupati kaur yang diwakili oleh asisten I Drs.Sinarudin sekaligus membuka acara ini, ada tiga jenis pendidikan yang disampaikannya untuk kita cermati yaitu: Pendidikan Formal adalah pendidikan yang mayoritasnya disampaikan oleh guru contohnya sekolah  Pendidikan Informal adalah pendidikan yang tanggungjawabnya ada di lingkungan keluarga, contohnya orang tua yang mengajar dan membimbing anak-anak.  Pendidikan Nonformal adalah pendidikan yang tanggungjawabnya bagi kita semua, biasanya pelajaran ini didapatkan dari pengalaman-pengalaman “Pendidikan itu penting pendidikan itu mahal oleh sebab itu untuk menjadi manusia yang berkualitas kita harus belajar”, itulah himbauan Asisten I dalam pembukaan acara.
Selain pameran keliling, Museum Negeri Bengkulu juga mengadakan berbagai kegiatan seperti perlombaan-perlombaan dan sosialisasi umum terutama kepada siswa-siswi pelajaran setempat. Adapun sosialisasi yang dilakukan membahas mengenai benda cagar budaya, sejarah museum dan kegiatan-kegiatan yang ada di Museum Negeri Bengkulu. Diharapkan bagi pelajar dan masyarakat provinsi Bengkulu agar lebih mengenal sejarah dan budayanya sendiri karena kalo bukan kita siapa lagi yang akan mempertahankan jati diri dan mencintai budaya kita.
Kegiatan lomba-lomba yang di adakan antara lain lomba mozaik tingkat Sekolah Dasar yang medianya yaitu gambar koleksi Museum Negeri Bengkulu. Secara tidak langsung di harapkan agar para murid-murid dapat mengenal koleksi sekaligus memunculkan kreatifitas dan imajinasi anak-anak. Lomba terompah tingkat SMA kegiatan ini bertujuan untuk memupuk kerjasama tim agar terciptanya persatuan. Selain itu juga ada door prize bagi pengunjung yang dapat menjawab pertanyaan seputar Museum Negeri Bengkulu saat mengunjungi pameran.

Maulid Nabi Di Museum Negeri Bengkulu

Maulid Nabi Di Museum Negeri Bengkulu

Segenap keluarga Museum Negeri Bengkulu maupun THL memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1443 H pada hari jum’at tanggal 22 Oktober bertepatan pada hari santri nasional. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan di Aula Museum Negeri Bengkulu, dengan mengundang Ustad Agus Delianto, M.Pd. Pada kesempatan tersebut, kepala Museum Negeri Bengkulu Didi Hartanto menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi dilaksanakan untuk menggali nilai-nilai Islam yang berkaitan dengan sejarah kelahiran dan ajaran Nabi Muhammad SAW

Dalam ceramah yang disampaikan oleh  Ustad Agus dijelaskan bagaimana suri tauladan Nabi Muhammad SAW dapat kita terapkan dalam bekerja agar kita mendapat berkah ibadah bukan hanya rezeki yang halal saja, Ustad Agus menyampaikan pentingnya niat dalam melakukan pekerjaan dengan niat untuk bekerja karena Allah, maka kita akan memperoleh pahala. Rezeki yang kita peroleh saat bekerja, sebaiknya disisihkan untuk orang lain yang membutuhkan disinilah salah satu cara kita bersyukur kepada Allah terhadap apa yang kita terima.

Terdapat 4 aspek yang penting dalam melaksanakan pekerjaan:

  1. Kerja Keras
  2. Kerja Cerdas
  3. Kerja Tuntas
  4. Kerja Ikhlas

Saat bekerja, kita harus sadar bahwa kita selalu diawasi oleh Allah SWT. oleh karena itu ketika panggilan adzan, segeralah sholat. Ketika sholat, kita harus fokus dan tidak memikirkan hal lain, apalagi pekerjaan yang belum tuntas. Jika hal ini dijalankan, insyaallah kita akan sukses di dunia dan akhirat.

Setelah itu, kegiatan pun dilanjutkan dengan foto dan makan bersama oleh segenap jajaran yang ada di Museum Negeri Bengkulu.

Pameran Keliling

Pameran Keliling

Pameran merupakan cara yang efektif bagi museum untuk berkomunikasi dengan pengunjung. Setiap penyelenggara pameran, selalu diawali dengan sebuah gagasan besar tentang apa yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas. Gagasan kemudian diwujudkan dengan menyajikan berbagai koleksi yang dilengkapi dengan teks, gambar, foto, ilustrasi dan pendukung lainnya. Perencanaan pameran merupakan faktor penting untuk menentukan strategi kerja dan tahapan pelaksanaan sehingga evaluasi, serta dibutuhkan keterlibatan banyak pihak dan keahlian dan keterampilan khusus bagi yang terlibat di dalamnya.

Pameran juga bermakna untuk menyampaikan misi museum kepada pengunjung. Pemilihan koleksi, tema-tema pameran yang diangkat, program pendukung serta informasi  yang disampaikan merupakan gambaran keunikan dan kekhasan museum atau tempat diselenggarakan pameran.

Tanggal 3-5 November 2021, Museum Negeri Bengkulu akan melakukan pameran keliling di kabupaten Seluma dengan tema pameran “Lestarikan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dan Sejarah Melalui Museum, Menuju Bengkulu Berbudaya”. Pameran keliling, ialah pameran yang diselenggarakan di luar museum pemilik koleksi dalam jangka waktu tertentu, dengan tema khusus, dan bertujuan untuk memperkenalkan suatu khasanah budaya daerah yang satu kepada daerah lainnya, sehingga memperoleh hubungan antar suku bangsa atau budaya.

Persiapan yang dilakukan sejak awal Oktober antara lain rapat-rapat teknis, pemilihan koleksi yang akan dipamerkan, perawatan koleksi, pengecekan sarana dan prasarana pameran (vitrin dan lampu), serta desain backdrop dan sepanduk. Pada tanggal 15 Oktober 2021, tim Koleksi Konservasi dan Preparasi melakukan perawatan koleksi-koleksi yang akan dipamerkan di Kabupaten Seluma.

Hari Museum Nasional

Hari Museum Nasional

Hari Museum Nasional diperingati setiap 12 Oktober. Hari Museum Nasional 2021 jatuh pada Selasa (12/10/2021). Sejarah Hari Museum Nasional berawal dari Musyawarah Museum se-Indonesia (MMI) yang pertama di Yogyakarta pada tanggal 12-14 Oktober 1962 dan menghasilkan 10 resolusi penting bagi permuseuman. Selanjutnya, penetapan tanggal hari museum berdasarkan pertemuan MMI di kota Malang, Jawa Timur pada tanggal 26-28 Mei 2015.

Pertemuan tersebut dihadiri 250 pengelola Museum di Indonesia. Pertemuan itu juga membahas isu-isu dan paradigma baru dalam dunia permuseuman untuk kemajuan museum. Menurut situs web Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hari Museum Nasional dibuat agar pengelola museum bisa memberikan pelayanan terbaik dan inovasi bagi kemajuan museum. Museum juga diharapkan menampilkan koleksi-koleksi terbainya untuk menarik pengunjung.

Sejarah Hari Museum Nasional 12 Oktober Sebelum kongres MMI, Indonesia tidak memiliki tanggal khusus untuk perayaan hari museum. Kemudian tersebutlah pencanangan Hari Museum Indonesia yang berawal dari kegiatan diskusi di Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, pada April 2015.

Pada kegiatan diskusi tersebut, diundang sejumlah narasumber, seperti kepala museum, pemerhati kebudayaan, pemerhati museum, komunitas, dosen, dan asosiasi museum. Masing-masing narasumber mengemukakan tanggal yang dianggap bersejarah bagi dunia permuseuman Indonesia. Tanggal 12 Oktober dipilih karena bertepatan dengan Musyawarah Museum se-Indonesia (MMI) yang pertama di Yogyakarta pada tahun 1962. Dunia permuseuman di Indonesia pun akhirnya memiliki tanggal sendiri dalam perayaan hari museum yaitu tanggal 12 Oktober.

Peristiwa MMI dianggap sebagai peristiwa penting dalam dunia permuseuman Indonesia. Setelah 17 tahun Indonesia merdeka, perhatian terhadap perkembangan permuseuman Indonesia mulai menggeliat. Salah satu bentuk perhatian itu adalah datangnya gagasan dari sejumlah tokoh, pendiri, dan pemerhati museum untuk menyelenggarakan Musyawarah Museum se-Indonesia (MMI) yang pertama pad 12-14 Oktober 1962 di Yogyakarta. MMI pertama dihadiri sekitar 40 orang, yang terdiri dari unsur pimpinan dan tokoh museum, pemerhati, dan pecinta museum. Acara tersebut juga dihadiri oleh Drs. Moh. Amir Sutaarga yang dikenal sebagai ‘Bapak Permuseuman Indonesia’.

Dari kegiatan tersebut telah dihasilkan sejumlah resolusi penting yang menjadi tonggak sejarah museum di Indonesia. Sepuluh resolusi MMI pertama itu menjadi landasan kerja pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan museum di Indonesia. Sepuluh resolusi ini dinilai sangat kuat historisnya bagi kemajuan permuseuman di Indonesia. Berikut 10 resolusi dalam Musyawarah Museum Indonesia yang pertama:

  1. Resolusi tentang perlunya undang-undang tentang permuseuman.
  2. Resolusi pembentukan Badan Musyawarah Museum Indonesia.
  3. Resolusi pembentukan National Committee of ICOM.
  4. Resolusi mengenai desakan agar terutama Pemerintah meningkatkan pemberian bantuan kepada museum-museum yang telah ada.
  5. Resolusi penambahan jumlah museum.
  6. Resolusi agar diadakan Musyawarah Museum Seluruh Indonesia II pada tahun 1965 di Jakarta.
  7. Resolusi tentang pembinaan dan pendidikan macam-macam tenaga museum, melalui kursus-kursus aplikasi, upgrading-courses dan menyokong pikiran pendirian suatu akademi dinas di bidang museologi.
  8. Resolusi agar museologi masuk ke dalam kurikulum universitas.
  9. Resolusi agar museum secara aktif berfungsi untuk kepentingan sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan agama.
  10. Resolusi agar museum dijadikan alat penggalang persahabatan bangsa-bangsa serta membantu perkembangan kebudayaan dunia.

Sepuluh resolusi tersebut menunjukkan peristiwa MMI memiliki nilai sejarah yang penting bagi dunia permuseuman Indonesia.

Sumber:https://tirto.id/hari-museum-nasional-12-oktober-2021-sejarah-dan-tujuan-peringatan-gkh6

Penulis: Dipna Videlia Putsanra

Penataan Koleksi Keramik Museum Negeri Bengkulu

Penataan Koleksi Keramik Museum Negeri Bengkulu

Koleksi museum merupakan aset bangsa yang menjadi daya tarik bagi masyarakat dalam proses pembelajaran nilai warisan budaya. Oleh karena itu koleksi perlu mendapat perlakuan yang terarah dan terkendali sesuai dengan prinsip-prinsip pelestarian terhadap warisan budaya, baik yang berwujud (tangible) maupun tidak berwujud (intangible).

Pada mulanya aktivitas koleksi di museum hanya dilakukan secara internal, yaitu disimpan dirawat, diteliti dan disajikan melalui pameran, maupun penerbitan dalam bentuk katalog maupun buku yang sepenuhnya dilakukan oleh pihak museum. Sejalan dengan peningkatan jumlah koleksi museum untuk berbagai kegiatan, maka dibutuhkan pengelolaan koleksi yang ditangani secara khusus, yaitu pengelolaan secara administratif, teknik, dan akademik.

Ketika benda telah menjadi koleksi Museum Negeri Bengkulu, maka tahap pertama yang dilakukan dalam penanganan koleksi adalah pencatatan. Kegiatan ini disebut sebagai tahap kegiatan registrasi, yaitu pencatatan suatu benda ke dalam buku induk registrasi dan diberi label serta kartu registrasi sebagai penetapan secara resmi menjadi koleksi Museum Negeri Bengkulu.

Setelah kegiatan registrasi selesai, maka koleksi diserahkan kepada petugas koleksi. Selanjutnya, data dari buku registrasi koleksi sebagian besar dipindahkan ke dalam buku inventaris koleksi yang dilengkapi dengan deskripsi benda, kegiatan pelaksanaan pengerjaannya antara lain:

  • Penomoran, tujuan dari pemberian nomor registrasi ataupun inventarisasi adalah untuk mengamankan dan mempermudah dalam pengelolaan koleksi. Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem penomoran yang mudah dan sesuai dengan kebutuhan. Penomoran inventarsisasi koleksi didasarkan pada jenis klasifikasi dan jumlah koleksi dalam satu jenis klasifikasi.
  • Klasifikasi, koleksi yang disimpan di museum mempunyai beragam bentuk dan fungsi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan klasifikasi koleksi berdasarkan kriteria tertentu, yaitu menurut disiplin ilmu, sub disiplin ilmu dan/atau yang bersifat konvensi, berdasarkan bahan, asal daerah, kronologi dan sebagainya.

Tujuan klasifikasi adalah menciptakan keseragaman dan kelancaran dalam pengelolaan koleksi, sehingga pemanfaatan koleksi dapat dilakukan secara optimal untuk kepentingan pendidikan dan rekreasi.

Pada tahun 2021, Museum Negeri Bengkulu melalui seksi Koleksi Konservasi dan Preparasi melakukan penataan koleksi keramik berdasarkan kategori dan ciri fisik kolekis. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah klasifikasi jenis dan kategori kolekis keramik. Langkah awal ialah petugas melakukan pengelompokan jenis koleksi keramik dan menyusun di rak penyimpanan pada storage. Setelah koleksi keramik tersusun, maka petugas akan melakukan reinventarisasi koleksi (penomoran baru) keramik. Penomoran ini akan memberikan identitas baru pada koleksi keramik, sesuai dengan kelompok dan kategori fisik keramik.

Persiapan LCC Museum Negeri Bengkulu Tahun 2021

Persiapan LCC Museum Negeri Bengkulu Tahun 2021

LCCM adalah Lomba Cerdas Cermat Museum yang dilaksanakan secara tahunan sejak tahun 2015 oleh Museum Nasional Indonesia (MNI). LCCM merupakan lomba pelajar SMP/MTs tingkat nasional yang akan diikuti oleh pelajar dari daerah-daerah termasuk melibatkan provinsi Bengkulu.

Adapun  maksud dan tujuan LCCM ini yaitu:

  • Meningkatkan Apresiasi masyarakat (pelajar) terhadap museum
  • Membangkitkan minat generasi muda & masyarakat mengunjungi museum
  • Menyebarlaskan informasi kebudayaan dan sejarah bangsa  kapada generasi muda
  • Menumbuhkan apresiasi siswa terhadap kebudayaan Indonesia .
  • Mengenalkan tokoh pahlawan agar dapat meneladani  patriotisme para pahlawan.
  • Menciptakan rasa bangga dan  cinta terhadap tanah air

Materi dari lomba LCCM ini diantaranya adalah Kebudayaan Indonesia 40%, Sejarah Perjuangan Bangsa            30%, dan Permuseuman 30%. Pada tahun 2021, MNB (Museum Negeri Bengkulu) melatih pelajar SMPN 1 kota Bengkulu yang akan menjadi perwakilan dari Provinsi Bengkulu dalam menghadapi LCC Museum. sejak bulan Agustus 2021 MNB mulai melakukan pendampingan dan pelatihan intensif kepada pelajar SMPN 1 setiap minggu, pelajar dan pembimbing secara bergantian berkunjung ke museum untuk belajar, diskusi, dan membedah soal-soal LCC Museum, adakalanya pembimbing dari museum juga berkunjung dan membimbing di SMPN 1 kota Bengkulu.

Sebagai informasi pada tahun 2017-2018 pelajar dari provinsi Bengkulu telah mengikuti LCCM dan mendapatkan juara ke III, pelaksanaan LCCM tahun 2021 yang masih dalam suasana pandemi mengakibatkan pelaksanaan menjalankan kegiatan ini secara daring.

Perawatan koleksi kain di Museum Negeri Bengkulu

Perawatan koleksi kain di Museum Negeri Bengkulu

Kain merupakan salah satu jenis koleksi etnografi yang di miliki oleh Museum Negeri Bengkulu. Koleksi kain yang ada di Museum Negeri Bengkulu berasal dari seluruh kabupaten kota yang ada di provinsi Bengkulu. Sesuai dengan tupoksinya, seksi Koleksi, Konservasi dan Preparasi Museum Negeri Bengkulu melakukan konservasi dan perawatan koleksi kain.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk melindungi koleksi dari ancaman yang disebabkan oleh serangga, perubahan suhu/kelembaban, debu, yang dapat menyebabkan kerusakan koleksi kain.

Sebelumnya kita telah mengetahui sekilas tentang kegiatan yang ada di Museum Negeri Benkulu, kali ini kita akan membahas proses perawatan kain dimulai dari penataan kain berdasarkan no.invent untuk mengetahui bagaimana kondisi dari koleksi tekstil itu apakah mengalami kerusakan atau hanya perlu perawatan saja. Ada beberapa penyebab dalam kerusakan tekstil yaitu cahaya (sinar tampak dan sinar ultraviolet), temperatur, serta kelembapan, hama, dan gaya gravitasi bumi. Adapun peralatan yang digunakan untuk melakukan perawatan tekstil yaitu:

  1. Sarung tangan
  2. Masker
  3. Pipa paralon untuk menggulung koleksi
  4. Meja dilapisi busa dan plastik
  5. Kertas bebas asam
  6. Vacuum cleaner
  7. Jaring halus
  8. Kapas
  9. Silica gel
  10. Alkohol 70% yang dicampur dengan Aquades

Berikut adalah teknik pembersihan yang dilakukan Museum Negeri Bengkulu:

  1. Identifikasi kondisi koleksi kain
  2. Koleksi tekstil yang akan di preparasi di hamparkan di atas meja yang telah dilapisi busa dan plastik
  3. Koleksi di lapis jaring halus kemudian di vakum
  4. Pembersihan dilakukan satu arah berdasarkan arah benang (pangan atau langsi)
  5. Koleksi di bersihkan menggunakan kapas yang telah dicelupkan alkohol yang telah dicampur aquades kemudian kapas sampai kering.
  6. Pada bagian yang dibersihkan ditekan dengan kapas secara ringan ke permukaan koleksi
  7. Tekstil di jemur ditempat yang tertutup supaya bebas dari debu dan berbagai gangguan luar
  8. Penjemuran tekstil dilakukan sebentar sampai dirasakan bahan telah kering
  9. Koleksi tekstil yang telah selesai di jemur di bungkus lagi menggunakan penyangga (pipa paralon) dan kertas bebas asam
  10. Koleksi yang sudah selesai di rawat kemudian di data kembali selanjutnya di masukkan ke dalam lemari yang telah diisi silica gel.

Untuk info lanjut sahabat museum bisa berkunjung ke Museum Negeri Bengkulu.

#museumdihatiku

#museumnegeribengkulu

#dikbudprovbengkulu

#ayokemuseum

#wanderfulbengkulu

DOWNLOAD APLIKASI"MUSEUM NEGERI BENGKULU"
DILARANG COPY PASTE !!!!!!