Sobat Dikbud, Salam Budaya!!

Pada hari Rabu, 22 Juni 2022 UPTD Taman Budaya Bengkulu melaksanakan Workshop Seni Tari Dewa Sembilan se-Provinsi Bengkulu. Kepala UPTD Taman Budaya Bapak Nirwan Sukandri, M.Pd menyampaikan dasar pelaksanaan kegiatan ini yaitu peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2021 tentang perubahan kedua atas perubahan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 5 Tahun 2017 tentang petunjuk teknis penggunaan DAK Nonfisik, kegiatan workshop ini bertujuan untuk memberikan dan menebarkan wawasan pengetahuan berupa sejarah, teori dan praktik mengenai seni Tari Dewa Sembilan yang mana tarian ini adalah salah satu tari kesenian tradisonal dari Provinsi Bengkulu yang berasal dari Kabupaten Kaur. Adapun tema kegiatan pelaksanaan workshop seni Tari Dewa Sembilan se-Provinsi Bengkulu adalah “Dengan Berkesenian kita lestarikan khazanah budaya Bengkulu” yang memiliki arti mengenalkan dan belajar budaya Provinsi Bengkulu melalui seni salah satunya kesenian Tari Dewa Sembilan. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai tanggal 22 s.d. 24 Juni 2022, tempat pelaksanaan pembukaan dan pelatihan di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 10 (sepuluh) kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, yang berlangsung selama tiga  hari dan di isi oleh narasumber yang berasal dari seniman tari yang ada di Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Bapak Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd, dalam workshop ini kita harus bangga dengan Provinsi Bengkulu yang kaya akan seni dan budaya yang terbentang dari ujung Kaur sampai ujung Mukomuko, hal inilah yang patut kita ketahui dan lestarikan serta kembangkan. Seni tari ini tidak hanya ada di Kaur, di Curup juga ada tari kejai, Mukomuko ada tari gandai, Bengkulu Selatan ada tari andun dan lain-lain yang tersebar di kabupaten Provinsi Bengkulu. Tari-tarian dan kesenian budaya yang ada di Provinsi Bengkulu ini harus kita paten kan karena agar nantinya tidak di klaim oleh orang lain. Kesenian ini adalah warisan leluhur kita yang patut di lestarikan dan budayakan agar nantinya generasi penerus kita mengenal dan memahami adat seni ini. Kami juga berharap kepada setiap daerah dan peserta untuk menggali dan mengembangkan warisan leluhur kita yang ada di setiap kabupaten karena Provinsi Bengkulu adalah daerah yang kaya akan seni budaya dan kearifan lokalnya.

Pemateri workshop yaitu bapak Ajalon Tarmizi, S.Sn, menjelaskan tari dewa sembilan berasal dari Kabupaten Kaur yang di mainkan oleh 9 orang gadis yang menari di atas piring sebagai tempat pijakan mereka yang diiringi dengan nyanyian rejung dan alat musik tradisional. Rejung yang di bawakan memiliki syair arti yang sangat mendalam tentang kehidupan manusia. Mitos, cerita, legenda, dari mulut ke mulut, tari ini berasal dari putri kayangan yang turun ke bumi untuk mandi di sebuah telaga, telaga tersebut bernama telaga bukit begelung di bukit kumbang setiap bulan purnama. Mengapa dikatakan tari dewa sembilan karena berasal dari 9 muara sungai yang berada di Muara Sahung, ada juga yang mengatakan 9 Wali Songo yang menyebarkan agama Islam.

Hari kedua kegiatan para peserta menerima materi tentang gerakan tari dan melakukan pelatihan yang di ajarkan oleh para penari dari sanggar tari serunting sakti yang berasal dari Kabupaten Kaur.

Pada hari ketiga sekaligus penutupan workshop seni tari dewa sembilan peserta mementaskan hasil tari dewa sembilan yang telah diajarkan kepada mereka di depan penonton yang nantinya akan menjadi ilmu bagi para guru seni se-Provinsi Bengkulu untuk dibawa dan di ajarkan kepada siswa/siswinya di sekolah masing-masing. (aw)*


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 × one =

DILARANG COPY PASTE !!!!!!