Workshop Konservasi Koleksi Museum Negeri Bengkulu

Sahabat Dikbud,

Salam Museum dihatiku!

Museum adalah suatu lembaga atau tempat perawatan, penyimpanan dan penelitian benda cagar budaya atau benda sejarah budaya dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat melalui pameran atau sosialisasi.

Pada tanggal 26 Oktober 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan kegiatan Workshop Konservasi Koleksi Museum Negeri Bengkulu. Kegiatan ini dilakukan di Aula Museum Negeri Bengkulu, peserta workshop sendiri terdiri dari mahasiswa dari berbagai perwakilan Universitas yang ada di Bengkulu, beberapa dari UPTD dibawah naungan Dinas Pendididkan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu dan masyarakat umum.

Pemateri kali ini dari pihak museum sendiri yaitu bapak Hansen dan bapak Wimmy Hartawan, M.Cs dia seorang dosen yang akan menjelaskan konservasi koleksi keris.

Adapun tujuan utama museum adalah

  • Mengamankan koleksi sejarah budaya dari kerusakan maupun kepunahan.
  • Memelihara dan merawat koleksi dari kerusakan alamiah dengan perawatan preventif (pencegahan) dan kuratif (perawatan) sesuai standar teknis museum.
  • Melakukan penelitian ilmiah koleksi dan menyebarluaskan hasil penelitian kepada masyarakat.
  • Melaksanakan penyimpanan dan panyajian koleksi melalui pameran dan sosialisasi dalam bentuk informasi.
  • Melakukan pengelolaan administrasi koleksi: dokumentasi, registrasi, inventarisasi, katalogisasi dan lebeling serta penyempurnaan data koleksi dan display pameran.

Ruang lingkup dari museum itu sendiri antara lain yaitu pengelolaan fisik dan pengelolaan non fisik, seperti:

  1. Pegelolaan fisik adalah upaya mempertahankan koleksi melalui pemeliharaan baik bersifat preventif atau pencegahan dan kuratif atau perawatan agar selalu dalam kondisi baik sehinga bisa bertahan lebih lama, penyimpanan dan penyajian koleksi.
  2. Pengelolaan non fisik adalah pengelolaan administrasi koleksi. Mencakup dokumentasi, registrasi, inventarisasi, katalogisasi, labelling dan pembaruan data.

Konservasi adalah perlakuan penyelamatan, pemeliharaan dan pengawasan benda-benda koleksi  yang mempunyai nilai sejarah, budaya dan ilmiah dari kerusakan alam, mikro organisme dan manusia.

Pendahuluan konservasi dapat berupa:

pembersihan, pencucian, pengobatan, pengawetan, perbaikan, dan konsolidasi yang pada intinya tindakan ini dapat menghambat proses kerusakan lebih lanjut. Kemudian petugas perawatan dan pemeliharaan koleksi disebut konservator. Konservasi berasal dari kata conservation yang artinya perawatan atau pemeliharaan alam, namun dalam perkembangannya secara luas konservator diartikan sebagai kegiatan merawat, memelihara dan mengawetkan suatu benda.

Di dalam konservasi terdapat beberapa faktor atau agen-agen yang dapat merusak koleksi seperti dapat kita lihat pada gambar di bawah ini ada 10 agen deteriorasi koleksi atau penyebab kerusakan koleksi.

Pemateri kedua yaitu bapak Wimmy Hartawan, M.Cs yang akan menjelaskan tentang “Konservasi Terhadap Temuan Pusaka Keris/Tosan Aji”. Dia mengatakan bahwa pusaka adalah sebuah benda yang sangat dihormati menurut adat maupun kepercayaan berbagai suku ditiap negara

Secara garis besar benda pusaka memiliki identitas suku ras berdasarkan garapan / bentuk. Penyelamatan pusaka dalam kondisi berkarat/korosi tidak boleh merusak bahkan mengurangi nilai estetik dari pusaka itu sebab akan menjadikan benda tersebut hilang nilai dari kebendaannya.

Berikut ini adalah peralatan atau proses yang dilarang atau harus dihindari pada saat perawatan benda pusaka seperti keris:

  • Pemanas/Pembakaran, solusi mengganti proses pembakaran antara lain;
  • Elektrolisis dengan larutan bersoda (Basa)
  • Sabun Cuci Piring Krim
  • Sabun Cuci Piring Jeruk Nipis
  • Menggerinda dengan mesin
  • Menggerinda Manual/Kikir tangan
  • Mengamplas kasar, umumnya amplas dibawah kerapatan 5000 (Lima Ribu), solusinya dengan menggunakan abu merang atau abu gosok.

Benturan dengan benda logam,  solusinya adalah dengan palu kayu/plastik nilon.

Merawat dan menjamas adalah proses merawat dan menjaga pusaka hingga tetap bebas dari karat hingga terjaga dari kerusakan. Proses merawat pusaka ini mulai dari proses membersihkan dari karat/mutih, mewarangi, hingga meminyaki dan memberi wewangian pada pusaka.

Mencuci pusaka/mutih  syarat mutlak agar pusaka bisa diwarangi dengan baik, adalah bilah harus diputih dengan baik terlebih dulu, setelah terlebih dulu dibersihkan dari berbagai noda, kotoran terutama korosi, salah satu cara tradisional mutih adalah dengan merendam bilah keris dengan air kelapa tua (asam lemah) selama beberapa hari, bergantung kadar kotoran dan karatny,gosok bilah dengan jeruk nipis sehingga menjadi putih keperakan.

Beberapa cara lain adalah dengan menggunkan perasan air jeruk nipis, akan lebih baik dari perasan air jeruk nipis yang sebelumnya buah jeruk tersebut dikupas. Kulit jeruk bisa menyebabkan Logam jenis besi menjadi kemerahan. Perlu dilihat waktu perendaman karena air jeruk ini bisa memakan besi jika terlalu lama direndam.

Cara mutihan yang lebih keras/ ekstrim yaitu dengan larutan citrun atau pembersih porcelain tetapi ini sangat tidak dianjurkan karena bisa membuat logam jenis besi menjadi berpori atau berbintik. Jadi serat besi akan hilang.

Pada saat workshop berlangsung juga ada doorprice atau hadiah bagi para peserta yang berhasil menjawab dan menanyakan pertanyaan, hal ini adalah sebuah apresiasi dari pihak Museum Negeri bengkulu untuk peserta yang aktif dalam kegiatan tersebut. (aw)*

Workshop Aksara Ulu

Sahabat Dikbud,

Hallo Sobat Museum!

 Aksara adalah lambang bahasa lisan yang diwujudkan dalam bentuk visual dengan wujud tertentu yang dapat dirangkaikan menurut sistem tertentu sehingga menjadi tulisan yang bermakna dan berfungsi sebagai alat komunikasi antar manusia yang sepaham atau memiliki bahasa yang sama. Jadi Aksara adalah alat komunikasi tidak langsung artinya pihak yang berkomunikasi tidak berhadapan/bertemu. Museum Negeri Bengkulu pada tanggal 25 Oktober 2022 melaksanakan Workshop Aksara Ulu yang bertempat di Aula Museum Negeri Bengkulu, adapun tujuan dari workshop ini adalah untuk lebih mengenalkan lagi tulisan warisan nenek moyang yang kurang diminati oleh anak-anak sekarang.

Pemateri dari workshop ini adalah Drs. Muhardi, M.Hum dan Heri Sukoco, M.Hum selaku Kasi Koleksi Konservasi dan Preparasi Museum Negeri Bengkulu. Dalam penjelasannya mengenai aksara ulu bapak Muhardi mengatakan bahwa Aksara Ulu atau tulisan Rencong ini tersebar di Sumatera khususnya di daerah Krinci (Jambi), Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung. Aksara ulu ini terdiri dari 23 atau 28 huruf yang jika dirangkai akan menjadi sebuah kata. Budaya aksara (literate culture) juga menjadi tanda lahirnya peradapan baru yang lebih maju dari peradapan tanpa tulisan (illiterate culture).

Di dalam perkembangannya Aksara terdiri dari 4 kelompok besar aksara antara lain:

  1. Aksara Piktograf: berbentuk gambar
    contoh : Hieroglyph Mesir, Cina kuno
  2. Aksara Idiograf: melambangkan objek kongkrit
    contoh : Huruf Cina
  3. Aksara Silabik: melambangkan suku kata (frasa)
    contoh : Palawa, Dewanagari, Jawa, Arab, Katagana, Hiragana, kaganga, dll
  4. Aksara Fonetik: melambangkan fonemcontoh : huruf Latin, Yunani, Rusia dan Gothik

Selain dari melatih peserta untuk membaca dan menulis aksara Ka-Ga-Nga dalam workshop itu juga ada doorprice bagi peserta yang dapat menjawab kuis dari para pemateri. Peserta dari workshop ini adalah mahasiswa dari beberapa Universitas di Bengkulu, Putra-Putri Kebudayaan dan masyarakat umum. (aw)*

Pengukuhan dan Workshop Bunda Literasi 2022

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu melaksanakan kegiatan Pengukuhan Bunda Literasi dan Workshop Bunda Literasi/Duta Baca Daerah dan pegiat Literasi Daerah Provinsi Bengkulu yang berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu pada Senin (05/09/22). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring. Hadir secara daring perwakilan Perpusnas RI, Kepala Pusat Analis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca, Dr. Adin Bondar, M.Si dan secara luring dihadiri oleh Gubernur Bengkulu, para Bupati/Walikota, para Kepala OPD, Bunda PAUD Provinsi, Kabupaten/Kota, para Duta Baca, dan para pegiat literasi Provinsi Bengkulu.

Pengukuhan pengurus Bunda Literasi Provinsi Bengkulu dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu masa bakti 2022-2024 dilakukan oleh Gubernur Bengkulu, DR.H.Rohidin Mersyah. Pengurus Bunda Literasi Provinsi Bengkulu, dijabat oleh Istri Gubernur yaitu Hj.Derta Wahyulin. Sementara Bunda Literasi Kabupaten/Kota dijabat oleh para istri Bupati dan walikota se-Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya Gubernur Bengkulu menyampaikan bahwa kemampuan literasi sangatlah penting karena dapat meningkatkan aktualisasi diri dan dapat memberikan dampak baik bagi diri sendiri dan orang sekitar. Literasi bukan hanya sekedar membaca dan menulis, tetapi memiliki cakupan yang luas dari memahami, berbicara hingga kemampuan seseorang dalam mengatasi persoalan dalam kehidupan. Literasi juga ada banyak jenisnya seperti literasi digital, literasi numerasi dan sebagainya.

Islam juga mengajarkan sebagai seorang hamba pertama kali manusia diperintahkan oleh Allah SWT untuk “Iqra” yang artinya bacalah dalam Surah Al-Alaq. Hal ini menekankan bahwa memang kita diharuskan untuk membaca. Kemudian kita pun harus bijak saat membaca dan memilih berita di koran maupun di media sosial. Jangan langsung menyebarkan sebelum memahami dan menyelidiki kebenaran informasinya.

“Hanya peran para Bunda yang mampu mewujudkan dan membudayakan literasi karena seperti peran para Ibu sebagai guru pertama bagi anak-anak dalam mengajarkan membaca dan menulis di rumah. Harapan Saya pengurus Bunda Literasi ini dapat berperan aktif sebagai role model untuk membudayakan literasi sehingga terwujudnya generasi penerus yang berkualitas” Ungkap Gubernur Bengkulu.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi menyampaikan bahwa Indeks Literasi Provinsi Bengkulu meningkat dari tahun sebelumnya yang berada para peringkat 5 terbawah sekarang menjadi peringkat 8 tertinggi nasional dari 34 Provinsi se-Indonesia.

“Semoga Indeks Literasi Provinsi Bengkulu terus meningkat serta dengan adanya kehadiran Bunda Literasi dapat menjadi garda terdepan dalam peningkatan Indeks Literasi  dan kegemaran membaca di Provinsi Bengkulu sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Bengkulu juga meningkat agar tujuan Bengkulu Maju, Sejahtera dan Hebat bisa tercapai” jelas Kadis Perpus dalam sambutannya.

Setelah acara pengukuhan selesai dilanjutkan dengan kegiatan Workshop Bunda Literasi/Duta Baca Daerah dan pegiat Literasi Daerah Provinsi Bengkulu dengan pemaparan materi pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Eri Yulian Hidayat yang membahas tentang Strategi Peningkatan Pembudayaan Kegemaran Membaca Melalui Program Bunda Literasi/Duta Baca Daerah dan Pegiat Literasi Daerah.

Dalam penyampaiannya Eri menegaskan bahwa dalam konteks penyelenggaraan Pemerintah Daerah salah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah salah satunya ditentukan oleh seberapa besar capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index.

Masyarakat berpengetahuan menjadi tolak ukur bagi suatu bangsa untuk dapat menjawab persaingan global dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kehadiran masyarakat berpengetahuan ini adalah suatu tatanan masyarakat yang memiliki budaya literasi. Maka diperlukannya sinergitas Pemerintah Daerah bersama berbagai pihak terkait dengan melaksanakan program peningkatan kualitas SDM dengan pembudayaan gemar baca melalui literasi.

“Kegiatan tentang literasi ini harus ditingkatkan dan didukung oleh semua pihak demi terciptanya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Secara umum nilai rata rata literasi terus meningkat di setiap tahun seiring dengan upaya kerjasama Perpustakaan Nasional, Pemerintah Daerah Kab/Kota, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan” jelasnya.

Eri menyampaikan beberapa poin penting yaitu beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan gemar membaca: Pertama  mengkampanye kan gerakan nasional gemar membaca diberbagai kalangan melalui kegiatan langsung maupun melalui media yang ada, misalnya Literasi di lingkungan keluarga/masyarakat dengan dibuatnya taman baca yang menarik.

Kedua  mengoptimalkan pengelolahan perpustakaan Desa salah satu contoh yaitu Perpustakaan Kerano Kuncoro di Kabupaten Bengkulu Tengah yang telah mendapatkan penghargaan Gemilang Perpustakaan Nasional Katagori Perpustakaan Umum Terbaik (Desa/Kelurahan) pada September 2021, Ketiga dengan melibatkan unsur pendidikan, perguruan tinggi yang mengadakan Seminar, Loka Karya, Workshop, Diskusi, dll, serta terakhir kita dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana literasi dengan membuat konten konten terkait literasi yang menarik. (MA)

Pameran Keliling 2022 Mengenal Sejarah Dan Budaya Melalui Kekayaan Koleksi Etnografi Museum Negeri Bengkulu di Kabupaten Rejang Lebong

Halo sobat Museum. Pameran keliling merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan oleh Museum Negeri Bengkulu, pada tanggal 24 Agustus 2022 Museum Negeri Bengkulu mengadakan kegiatan pameran keliling di Aula SMK N 1 Kabupaten Rejang Lebong. Pembukaan pameran keliling ini di hadiri oleh Wakil Bupati Rejang Lebong, Kepala Cabang Dinas, Waka Polsek dan koramil.

Kepala UPTD Museum Negeri Bengkulu Didi Hartanto, S.E menyampaikan dasar pelaksanaan kegiatan ini yaitu peraturan PERMEN DIKBUD NO 15/T/2022 tentang penerima dana alokasi khusus non fisik bantuan operasional penyelenggaraan museum tahun anggaran 2022, kegiatan pameran ini bertujuan:

  1. Memberikan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya pelajar di kabupaten rejang lebong terkait informasi dan pengetahuan seputar sejarah dan koleksi museum
  2. Mengenalkan tugas pokok dan fungsi museum sebagai lembaga penyelamatan dan pelestarian benda peninggalan sejarah dan budaya.
  3. Menumbuhkembangkan rasa memiliki terhadap peninggalan sejarah dan budaya sehingga dapat berpartisipasi dalam upaya melindungi serta melestarikan sejarah dan budaya.

Adapun tema dari pameran keliling yaitu “MENGENAL SEJARAH DAN BUDAYA MELALUI KEKAYAAN KOLEKSI ETNOGRAFI MUSEUM NEGERI BENGKULU”

Pelaksanaan kegiatan ini dimulai tanggal 24 s/d. 26 Agustus 2022, tempat Pelaksanaan pameran yaitu Aula SMK N 1 Kabupaten Rejang Lebong.

Kepala UPTD Museum Negeri Bengkulu juga menyampaikan pameran ini merupakan salah satu ajang promosi bagi museum untuk mengenalkan koleksi sejarah dan budaya tradisional sebagai produk budaya yang tinggi nilainya dan sangat penting artinya untuk dunia pendidikan serta meningkatkan aspirasi masyarakat terhadap warisan budaya bangsa khususnya daerah Bengkulu yang ada di museum.

untuk itu saya menghimbau seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Kabupaten Rejang Lebong agar ikut berpartisipasi dalam meningkatkan pelestarian sejarah dan budaya Bengkulu, karena pelestarian warisan sejarah dan budaya sebagai wahana pembelajaran bagi masyarakat melalui museum yang selama ini terkesan masih kurang dekat dengan masyarakat harus kita ubah sehingga memiliki daya pikat yang tinggi. mudah-mudahan pameran ini menjadi titik awal untuk membangun kepercayaan publik agar lebih cinta dan peduli terhadap pelestarian sejarah dan budaya bengkulu.

Kata sambutan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu yang kali ini diwakili oleh Kepala Cabang Dinas yaitu ibu Inne Kristanti, SP, M.Si. beliau mengatakan dari sisi pendidikan dan kebudayaan, peran pameran keliling Museum Negeri Bengkulu yang berjudul “MENGENAL PERADABAN MASA LAMPAU MELALUI KOLEKSI ETNOGRAFI MUSEUM NEGERI BENGKULU” sangat besar manfaatnya bagi penguatan nilai sejarah dan budaya bagi pelajar dan masyarakat. Melalui pameran keliling ini, banyak sekali pelajaran, informasi, dan pengetahuan yang dapat kita gali. Oleh sebab itu, besar harapan saya khususnya kepada pelajar yang berkunjung untuk bertanya seputar koleksi yang dipamerakan di Museum Negeri Bengkulu.

Adapun harapan kami atas pelaksanaan pameran keliling ini adalah, jika masyarakat Rejang Lebong berkunjung ke Bengkulu, mari kita kunjungi Museum Negeri Bengkulu. Museum Negeri Bengkulu, beralamat di jalan pembangunan no.8 padang harapan Kota Bengkulu. Di museum, bapak-bapak, ibu-ibu, serta pelajar dapat melihat berbagai koleksi dari seluruh suku yang ada di Provinsi Bengkulu.

Sambutan Dari bapak Hendra Wahyudiansyah, S.H Wakil Bupati Rejang Lebong sekaligus pembuka kegiatan pameran, beliau mengucapkan selamat kepada SMK N 1 Rejang Lebong sebagai tuan rumah, hal ini menjadi kesempatan bagus untuk tuan rumah agar dapat mempromosikan sekolahnya kepada masyarakat terutama pelajar-pelajar yang datang. Kami juga menghimbau kepada kepala cabang dinas pendidikan dan kebudayaan Rejang Lebong agara dapat memberikan pengumuman dan mensosialisasikan kegiatan ini kepada sekolah-sekolah untuk dapat hadir dan mengikutinya. Museum sanagat penting peranannya bagi anak-anak kita karena di museum terdapat budaya masyarakat Bengkulu, kita dapat belajar dengan adanya museum keliling ini. Kami berterima kasih kepada Museum Negeri Bengkulu telah memilih Rejang Lebong sebagai tuan rumah dalam kegiatan kali ini. Kami berharap kegiatan ini diadakan terus menerus setiap tahunnya di kabupaten Rejang Lebong.

Museum Negeri Bengkulu dalam kegiatan ini juga memberikan doorprice kepada pengunjung yang datang, pada saat pengunjung selesai melihat pameran dari pihak museum mengumpulkan pelajar dan memberikan pertanyaan seputar pameran keliling yang dilaksanakan di Kabupaten Rejang Lebong, kepada pelajar yang mengacungkan tangan dan dapat menjawab dengan benar Museum Negeri Bengkulu akan memberikan hadiah berupa bingkisan.

Dengan Berkesenian Kita Lestarikan Khazanah Budaya Bengkulu ” Workshop Musik Sarafal Anam Se-Provinsi Bengkulu “

Sobat Dikbud, Salam Budaya!!

Pada hari ini Rabu, 15 Juni 2022 UPTD Taman Budaya Bengkulu melaksanakan Workshop musik Sarafal Anam se-Provinsi Bengkulu. Kepala UPTD Taman Budaya Bapak Nirwan Sukandri, M.Pd menyampaikan dasar pelaksanaan kegiatan ini yaitu peraturan Mentri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2021 tentang perubahan kedua atas perubahan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 5 Tahun 2017 tentang petunjuk teknis penggunaan DAK Nonfisik, kegiatan workshop ini bertujuan untuk Memberikan dan menebarkan wawasan Pengetahuan berupa sejarah, teori dan praktik mengenai Sarafal Anam Provinsi Bengkulu. Adapun tema kegiatan pelaksanaan Workshop Musik Sarafal Anam adalah “Dengan Berkesenian Kita Lestarikan Khazanah Budaya Bengkulu” yang memiliki arti mengenalkan dan belajar  budaya Provinsi Bengkulu melalui seni salah satunya kesenian Sarafal Anam. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai tanggal 15 s.d. 17 Juni 2022, tempat Pelaksanaan pembukaan di Auditorium Badan Pelatihan Kesehatan Bengkulu, dan tempat Praktek pukulan Sarafal Anam  dilaksanakan di Ruang kelas Bapelkes. Kegiatan ini di ikuti oleh perwakilan dari 10 (sepuluh) kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu yang masing masing kabupaten mengirim sebanyak dua orang perwakilan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga  hari akan di isi oleh narasumber yang berasal dari pegiat seni Sarafal Anam dan dari Badan Musyawarah Adat Bengkulu.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Bapak Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd, sangat mengapresiasi kepada para pegiat seni dan narasumber yang telah berperan aktif dalam melestarikan warisan budaya yang luar biasa ini, maka dari itu kepada para peserta agar dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik mungkin karena lebih kurang 2 tahun kita dilanda wabah yang membuat aktifitas kita menjadi terbatasi. Kami juga berterima kasih kepada UPTD Taman Budaya yang telah menghidupkan lagi geliat seni budaya kita yang ada di Provinsi Bengkulu, karena kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan budaya kita, nanti kita akan memasukkan kegiatan seni budaya ke dalam ekstra kulikuler di sekolah-sekolah agar budaya bangsa kita tetap lestari, kesenian Sarafal Anam ini adalah warisan budaya tak benda yang akan hilang jika kita tidak mengenalkannya kepada anak cucu kita nantinya.

Pemateri pertama yaitu Bapak Harmen. Z, SH Ketua BMA Kota Bengkulu, tradisi Sarafal Anam merupakan tradisi Provinsi Bengkulu yang biasa dilaksanakan pada acara-acara tertentu seperti pernikahan, khatam Al-Qur’an (tamat kaji), buang rambut cemar (cukur rambut anak), aqikah, melarak pengantin/pengantin becampur, menyambut tahun baru Islam, peringatan Maulid Nabi Muhammad. SAW dan di acara-acara yang bernuansa Islam lainnya. Zikir Sarafal Anam adalah jenis kesenian yang dilagukan dengan adat yang terdapat di dalam kitab Al-Barzanji dengan bermacam-macam lagu seperti lagu Ya Nabi, lagu Al-Hasan, lagu Maulai Wajah Tupi, lagu Selia dan lain-lain. Kesenian Sarafal Anam biasa dilakukan pada acara bimbang (resepsi pernikahan) baik siang maupun pada malam hari, karena kesenian ini tidak bertentangan dengan adat istiadat yang berlaku di Provinsi Bengkulu, karena filosofis adat Melayu khususnya Bengkulu “Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah dan Sunnah Rasul”. Adapun alat-alat yang digunakan kesenian Sarafal Anam yaitu rebana/gendang dengan berbagai ukuran dan yang umum digunakan oleh pemain berukuran antara 40 s.d. 50 cm. Gendang/rebana tersebut terbuat dari kulit kambing pilihan, yaitu biasanya dipilih kulit kambing betina karena kulit kambing betina halus dan tipis bila dibandingkan dengan kulit kambing jantan. Sedangkan untuk perekat atau pengikat kulit kambing ke umbi kelapa menggunakan rotan yang sudah dibersihkan, dipotong secara halus. Bagi masyarakat Provinsi Bengkulu, kesenian Sarafal Anam tidak hanya sebagai kesenian adat semata, tetapi kesenian Sarafal Anam juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat adat yang mendengar ataupun penikmatnya serta dirasakan pula oleh para tamu yang jarang mendengar dan menyaksikan kesenian Sarafal Anam ini. Dan bagi masyarakat adat penuh keyakinan bahwa kesenian Sarafal Anam dapat memberi berkah karena sya’ir-sya’ir/lagu-lagu yang dilantunkan merupakan doa-doa dan pujian terhadap Baginda Nabi Muhammad .SAW. (aw)*