Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu melaksanakan kegiatan Pengukuhan Bunda Literasi dan Workshop Bunda Literasi/Duta Baca Daerah dan pegiat Literasi Daerah Provinsi Bengkulu yang berlangsung di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu pada Senin (05/09/22). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring. Hadir secara daring perwakilan Perpusnas RI, Kepala Pusat Analis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca, Dr. Adin Bondar, M.Si dan secara luring dihadiri oleh Gubernur Bengkulu, para Bupati/Walikota, para Kepala OPD, Bunda PAUD Provinsi, Kabupaten/Kota, para Duta Baca, dan para pegiat literasi Provinsi Bengkulu.

Pengukuhan pengurus Bunda Literasi Provinsi Bengkulu dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu masa bakti 2022-2024 dilakukan oleh Gubernur Bengkulu, DR.H.Rohidin Mersyah. Pengurus Bunda Literasi Provinsi Bengkulu, dijabat oleh Istri Gubernur yaitu Hj.Derta Wahyulin. Sementara Bunda Literasi Kabupaten/Kota dijabat oleh para istri Bupati dan walikota se-Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya Gubernur Bengkulu menyampaikan bahwa kemampuan literasi sangatlah penting karena dapat meningkatkan aktualisasi diri dan dapat memberikan dampak baik bagi diri sendiri dan orang sekitar. Literasi bukan hanya sekedar membaca dan menulis, tetapi memiliki cakupan yang luas dari memahami, berbicara hingga kemampuan seseorang dalam mengatasi persoalan dalam kehidupan. Literasi juga ada banyak jenisnya seperti literasi digital, literasi numerasi dan sebagainya.

Islam juga mengajarkan sebagai seorang hamba pertama kali manusia diperintahkan oleh Allah SWT untuk “Iqra” yang artinya bacalah dalam Surah Al-Alaq. Hal ini menekankan bahwa memang kita diharuskan untuk membaca. Kemudian kita pun harus bijak saat membaca dan memilih berita di koran maupun di media sosial. Jangan langsung menyebarkan sebelum memahami dan menyelidiki kebenaran informasinya.

“Hanya peran para Bunda yang mampu mewujudkan dan membudayakan literasi karena seperti peran para Ibu sebagai guru pertama bagi anak-anak dalam mengajarkan membaca dan menulis di rumah. Harapan Saya pengurus Bunda Literasi ini dapat berperan aktif sebagai role model untuk membudayakan literasi sehingga terwujudnya generasi penerus yang berkualitas” Ungkap Gubernur Bengkulu.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi menyampaikan bahwa Indeks Literasi Provinsi Bengkulu meningkat dari tahun sebelumnya yang berada para peringkat 5 terbawah sekarang menjadi peringkat 8 tertinggi nasional dari 34 Provinsi se-Indonesia.

“Semoga Indeks Literasi Provinsi Bengkulu terus meningkat serta dengan adanya kehadiran Bunda Literasi dapat menjadi garda terdepan dalam peningkatan Indeks Literasi  dan kegemaran membaca di Provinsi Bengkulu sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Bengkulu juga meningkat agar tujuan Bengkulu Maju, Sejahtera dan Hebat bisa tercapai” jelas Kadis Perpus dalam sambutannya.

Setelah acara pengukuhan selesai dilanjutkan dengan kegiatan Workshop Bunda Literasi/Duta Baca Daerah dan pegiat Literasi Daerah Provinsi Bengkulu dengan pemaparan materi pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Eri Yulian Hidayat yang membahas tentang Strategi Peningkatan Pembudayaan Kegemaran Membaca Melalui Program Bunda Literasi/Duta Baca Daerah dan Pegiat Literasi Daerah.

Dalam penyampaiannya Eri menegaskan bahwa dalam konteks penyelenggaraan Pemerintah Daerah salah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah salah satunya ditentukan oleh seberapa besar capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index.

Masyarakat berpengetahuan menjadi tolak ukur bagi suatu bangsa untuk dapat menjawab persaingan global dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kehadiran masyarakat berpengetahuan ini adalah suatu tatanan masyarakat yang memiliki budaya literasi. Maka diperlukannya sinergitas Pemerintah Daerah bersama berbagai pihak terkait dengan melaksanakan program peningkatan kualitas SDM dengan pembudayaan gemar baca melalui literasi.

“Kegiatan tentang literasi ini harus ditingkatkan dan didukung oleh semua pihak demi terciptanya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Secara umum nilai rata rata literasi terus meningkat di setiap tahun seiring dengan upaya kerjasama Perpustakaan Nasional, Pemerintah Daerah Kab/Kota, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan” jelasnya.

Eri menyampaikan beberapa poin penting yaitu beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan gemar membaca: Pertama  mengkampanye kan gerakan nasional gemar membaca diberbagai kalangan melalui kegiatan langsung maupun melalui media yang ada, misalnya Literasi di lingkungan keluarga/masyarakat dengan dibuatnya taman baca yang menarik.

Kedua  mengoptimalkan pengelolahan perpustakaan Desa salah satu contoh yaitu Perpustakaan Kerano Kuncoro di Kabupaten Bengkulu Tengah yang telah mendapatkan penghargaan Gemilang Perpustakaan Nasional Katagori Perpustakaan Umum Terbaik (Desa/Kelurahan) pada September 2021, Ketiga dengan melibatkan unsur pendidikan, perguruan tinggi yang mengadakan Seminar, Loka Karya, Workshop, Diskusi, dll, serta terakhir kita dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana literasi dengan membuat konten konten terkait literasi yang menarik. (MA)


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

10 − 9 =

DILARANG COPY PASTE !!!!!!