Lomba Fashion Show Pakaian Adat Pengantin Bengkulu Tingkat SMA/SMK Se-Provinsi Bengkulu Museum Negeri Bengkulu Tahun 2022

Hallo Sobat Museum !

Pada tanggal 20 Oktober 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan lomba Fashion Show Pakaian Adat Pengantin Bengkulu tingkat SMA/SMK Se-Provinsi Bengkulu. Adapun tema kegiatan lomba Fashion Show Pakaian Adat Pengantin Bengkulu tahun ini adalah mencintai dan melestarikan adat budaya Provinsi Bengkulu.

Berikut ini adalah ketentuan peserta kegiatan lomba fashion show pakaian adat pengantin bengkulu :

  • Peserta lomba fashion show pakaian adat Bengkulu adalah siswa/siswi kelas X s.d XII
  • Peserta lomba fashion show pakaian adat Bengkulu memperagakan pakaian adat pengantin Provinsi Bengkulu (pakaian adat dari 9 Kabupaten dan 1 Kota)
  • Peserta lomba fashion show pakaian adat Bengkulu silahkan memilih salah satu pakaian adat pengantin Bengkulu yang akan diperagakan
  • Pakaian pengantin diperagakan menurut adat masing-masing daerah tidak dimodifikasi
  • Terompah atau sandal yang digunakan dalam pakaian adat tertutup
  • Peserta lomba fashion show boleh melakukan bloking panggung pada saat selesai Technical Meeting
  • Peserta lomba fashion show memperagakan pakaian adat selama 5 menit
  • Setiap peserta membuat narasi tentang pakaian yang akan dilombakan kepada pihak panitia
  • Peserta sudah berada di lokasi 30 menit sebelum perlombaan
  • Peserta lomba mengikuti pengambilan nomor pada tanggal 17 Oktober 2022

Pelaksanaan lomba fashion show pakaian adat pengantin Bengkulu akan dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Oktober 2022 pukul 08.00 s.d selesai di Aula Museum Negeri Bengkulu

Juri dalam perlombaan ini adalah Dati Yanim.P.Srikandi, Dewi Lestari dan Hemamalini. Adapun kriteria penilaian yang menjadi patokan para juri adalah

  • Keaslian Pakaian 40 %
  • Keserasian Busana (Ekspresi dan Estetika) 30 %
  • Penampilan 30 %

Pengumuman pemenang lomba Fashion Show Pakaian Adat Pengantin Bengkulu langsung di sampaikan setelah para juri menilai dan memutuskan pada hari itu juga, berikut adalah nama-nama sekolah pemenang:

  • Juara I : SMA N 5 Kota Bengkulu
  • Juara II : SMA N 5 Kota Bengkulu
  • Juara III : SMA N 4 Bengkulu Tengah
  • Harapan I : SMA N 6 Kota Bengkulu
  • Harapan II : SMA N 3 Bengkulu Tengah
  • Harapan III : SMA N 7 Kota Bengkulu
  • Favorit : SMA N 2 Kota Bengkulu

Pembagian hadiah akan dibagikan pada saat penutupan pelaksanaan rangkaian kegiatan-kegiatan lomba pada tanggal 18 November 2022.

Untuk informasi selanjutnya lihat terus update terbaru !

Instagram: @museumnegeri.bengkulu

Facebook: MuseumNegeri Bengkulu

Website:https://dikbud.bengkuluprov.go.id/dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-provinsi-bengkulu/museum

Lomba Tari Kreasi Museum Negeri Bengkulu Tingkat TK/PAUD Se-Kota Bengkulu Tahun 2022

Hallo Sobat Museum !

Dalam rangka memperingati hari Museum Indonesia dan HUT Provinsi Bengkulu, Museum Negeri Bengkulu pada tanggal 19 Oktober 2022 mengadakan kegiatan lomba tari kreasi tingkat Tk/Paud sederajat se-kota Bengkulu, lomba yang di laksanakan sangat seru dan meriah hal ini terlihat pada kostum atau perlengkapan tari yang mereka bawa sangat kreatif.

Adapun ketentuan peserta adalah sebagai berikut:

  • Peserta lomba tari kreasi adalah anak usia 4 s.d 6 tahun
  • Tari kreasi yang digarap berakarkan dari tari tradisional daerah Bengkulu dengan menggunakan iringan lagu daerah yang sedang berkembang di Provinsi Bengkulu
  • Durasi setiap kelompok maksimal 7 menit
  • Musik iringan tari yang digunakan boleh berupakan flashdisk, Hp atau music hidup (menggunakan iringan lagu-lagu daerah yang berkembang di Provinsi Bengkulu)
  • Bagi peserta yang menggunakan musik hidup peralatan disiapkan oleh sekolah masing-masing
  • Sound system dan mic disediakan oleh panitia
  • Peserta sudah berada di lokasi 30 menit sebelum perlombaan
  • Peserta lomba wajib mengikuti Technical Meeting pada tanggal 15 Oktober 2022
  • Kostum dalam perlombaan menyesuaikan dengan tema garapan tari
  • Peserta lomba wajib membuat tema garapan tari dan synopsis tari yang diserahkan kepada panitia (4 rangkap)

Juri dalam perlombaan ini adalah bapak Ajalon Trmizi, S.Sn, Pamela Rika Rosti, M.Pd dan Hemamalini, S.Sn latar belakang mereka dari lulusan pendidikan dan seni. Adapun kriteria penilaian yang menjadi patokan para juri adalah

  • Wirama
  • Wiraga
  • Wirasa
  • Penampilan Keseluruhan

Pengumuman pemenang lomba tari kreasi langsung di sampaikan setelah para juri menilai dan memutuskan pada hari itu juga, berikut adalah nama-nama sekolah pemenang:

  • Juara I : TK Aisiyah VIII
  • Juara II : TK Dharma Wanita Persatuan
  • Juara III : TK Pembina I
  • Harapan I : TK Kemala Bayangkara 26
  • Harapan II : TK Kartika 11-16
  • Harapan III : TK Aisiyah VII

Pembagian hadiah akan dibagikan pada saat penutupan pelaksanaan rangkaian kegiatan-kegiatan lomba pada tanggal 18 November 2022.(aw)*

Untuk informasi selanjutnya lihat terus update terbaru !

Instagram: @museumnegeri.bengkulu

Facebook: MuseumNegeri Bengkulu

Website:https://dikbud.bengkuluprov.go.id/dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-provinsi-bengkulu/museum/

Pembukaan Lomba Hari Museum Indonesia dan Hut Provinsi Bengkulu

Hallo Sobat Museum !

Hari ini pada tanggal 19 Oktober 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan rangkaian pembukaan lomba yang dibuka langsung oleh kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu bapak Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd dan dihadiri oleh beberapa pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu.

Kata sambutan dari kepala Museum Negeri Bengkulu bapak Didi Hartanto, S.E “pada kesempatan ini saya akan membacakan laporan penyelenggaraan kegiatan lomba Museum Negeri Bengkulu tahun 2022 dalam rangka Hut Museum Indonesia 12 oktober 2022 dan Hut Provinsi Bengkulu yang ke 54. Dasar kegiatan permen dikbud no.15/t/2022 tentang penerima dana alokasi khusus non fisik bantuan operasional penyelenggaraan museum tahun anggaran 2022 maka dalam hal ini Museum Negeri Bengkulu mengadakan beberapa jenis kegiatan sebagai berikut:

  • Lomba menggambar koleksi tingkat SD/MI
  • Lomba paduan suara tingkat Paud/Tk
  • Lomba tari kreasi tingkat Paud/Tk
  • Lomba fashion show tingkat SLTA Se-Derajat
  • Lomba vlog museum tingkat SLTA Se-Derajat
  • Lomba menulis dan membaca puisi tingkat SD/MI
  • Lomba membaca naskah ulu tingkat Mahasiswa/ Umum
  • Lomba engrang bambu tingkat SLTP Se-Derajat
  • Lomba permainan tradisional palak babi tingkat SLTA Se-Derajat
  • Lomba terompah antar OPD
  • Lomba gasing kayu tingkat SLTA Se-Derajat
  • Workshop Naskah Ulu
  • Workshop Koleksi
  • Workshop Memandu

Adapun tujuan dari rangkaian kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai budaya dan sejarah Provinsi Bengkulu dan mengenalkan budaya dan tradisi yang hampir punah kepada masyarakat khususnya pelajar di Provinsi Bengkulu.

Kata sambutan dari kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu sekaligus membuka acara rangkaian kegiatan Museum Negeri Bengkulu. Beliau mengajak kepada seluruh peserta untuk berkreativitas dan melestarikan nilai-nilai budaya tradisi yang ada di Provinsi Bengkulu, ada kesenian kita yang telah mendunia yaitu salah satunya adalah musik Dol yang telah dikenal di Qatar. Harapan dari bapak Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd nantinya akan diadakan olahraga-olahraga tradisional menjadi perlombaan yang rutin di adakan untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan kita, kepada peserta lomba untuk terus berkreativitas dan junjung tinggi sportivitas.(aw)*

Lomba Paduan Suara Museum Negeri Bengkulu

Halo Sobat Museum!

Dalam rangka memperingati Hut Provinsi Bengkulu yang ke-54 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu melalui Museum Negeri Bengkulu mengadakan beberapa perlombaan. Pada tanggal 18 Oktober 2022 di Aula Museum Negeri Bengkulu melaksanakan lomba paduan suara tingkat TK/Paud se-kota Bengkulu. Adapun tema kegiatan lomba paduan suara tahun ini adalah mencintai budaya dan sejarah bangsa.

Ketentuan peserta lomba paduan suara antaralain: 

  • Peserta lomba paduan suara adalah anak usia 4 s.d 6 tahun
  • Peserta lomba paduan suara menyanyikan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan (boleh iringan musiknya dari panitia/ membawa pemin music sendiri dari sekolah yang bersangkutan)
  • Setiap peserta lomba diperbolehkan membawa dirigen (guru bersangkutan)
  • Peserta lomba boleh membawa pemain musik dari sekolah
  • Lagu wajib dan lagu pilihan dinyanyikan satu kali putaran
  • Lagu wajib sebagai berikut :
  • Padamu Negeri
  • Ibu Kita Kartini
  • Lagu pilihan sebagai berikut :
  • Botoy botoy
  • Pantai Malabro
  • Ikan Pais
  • Tabot
  • Peserta sudah berada di lokasi 30 menit sebelum perlombaan
  • Peserta lomba mengikuti pengambilan suara pada tanggal 14 Oktober 2022

Kostum dalam perlombaan bebas (menyesuaikan)

Adapun juri dalam perlombaan ini adalah orang-orang seniman yang biasa menjadi juri maupun guru dalam lomba-lomba menyanyi, ketiga juri dalam perlombaan ini adalah Ajalon Tarmizi, Hemamalini, S.Sn, dan Yulizar, dalam perlombaan ini mereka menyampaikan bahwa ini mungkin pertama kalinya anak-anak yang mengikuti lomba, tetapi jangan putus asa karena semuanya telah memberikan penampilan terbaik mereka hari ini, jadi anak-anak tetap semangat dan terus mengikuti perlombaan yang ada.

Pemenang lomba langsung di umumkan pada saat penjurian selesai hari itu juga, berikut adalah pemenang lomba:

  • Juara 1 TK Al-Fattah Kota Bengkulu
  • Juara 2 TK Kumala Bhayangkara 26 Kota Bengkulu
  • Juara 3 TK Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengkulu
  • Juara Harapan 1 TK Pembina 1 Kota Bengkulu
  • Juara Harapan 2 TK Sandy Telkom Kota Bengkulu
  • Juara Harapan 3 TK Al-Hikam Kota Bengkulu. (aw)*

Untuk informasi selanjutnya lihat terus update terbaru !

Instagram: @museumnegeri.bengkulu

Facebook: MuseumNegeri Bengkulu

Website:https://dikbud.bengkuluprov.go.id/dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-provinsi-bengkulu/museum

Lomba Menggambar Koleksi Museum Bengkulu

Sahabat Dikbud,

Hallo Sobat Museum!

Pada hari ini Senin tanggal 17 Oktober 2022 Museum Negeri Bengkulu melaksanakan kegiatan lomba menggambar, adapun tema dari lomba ini yaitu “Koleksi Museum Negeri Bengkulu”, tujuan dari lomba ini untuk mengajak anak-anak sekolah lebih mengenal sejarah dan budaya yang terdapat di Provinsi Bengkulu melalui koleksi Museum Negeri Bengkulu.

Para peserta dari pelajar SD sederajat se-kota Bengkulu dikumpulkan terlebih dahulu di Aula Museum Negeri Bengkulu untuk mendapatkan pengarahan sebelum memasuki Gedung Pameran Museum Negeri Bengkulu. Kemudian pada saat Technical Meeting (TM) para peserta telah mengambil undian untuk menggambar koleksi Museum Negeri Bengkulu, koleksi yang di jadikan perlombaan yaitu:

  1. Naskah Ka-Ga-Nga
  2. Kerambit
  3. Ani-ani
  4. Bake
  5. Bakul Sirih Suku 8

Pengumuman pemenang pada perlombaan menggambar di bacakan langsung pada saat selesai juri menilai hasil gambar peserta, berikut adalah pemenang lomba gambar :

Juara 1 Zapirah Miftahul Jannah dari SDN 76 Kota Bengkulu

Juara 2 Raisya Zahwa Prihantana dari SD IT Baitul Izzah

Juara 3 Vanesa Ovita Ayu dari SLBN 5 Kota Bengkulu

Juara 1 Favorit Czevda Dhanaer dari MI Humairah Kota Bengkulu

Juara 2 Favorit Ayu Shofiyah Salsabila dari SDN 36 Kota Bengkulu

Juara 3 Favorit Silva Avricia dari SD Islam Al Azhar 51 Kota Bengkulu

Kemudian ada beberapa gambar yang oleh juri mendapatkan apresiasi walaupun tidak menjadi juara dalam lomba ini, berikut adalah nama-nama peserta tersebut;

  1. Afanin Naura Siregar dari SD IT Iqra’ 2 Kota Bengkulu
  2. Danendra Prayata dari SDN 51 Kota Bengkulu
  3. Alya Martha Satriani dari MI Humairah Kota Bengkulu
  4. Nayla Azha Queenditry dari SDN 32 Kota Bengkulu
  5. Kiandra Rekha dari SD Islam Al Azhar Kota Bengkulu
  6. Aisyah Nur Mala Sari dari SD IT Hidayatullah Kota Bengkulu
  7. Kevin Indra Pratama dari SDN 5 Kota Bengkulu
  8. Nazifatul Amira dari SDN 9 Kota Bengkulu
  9. Aulia Az-Zahra dari SD IT Iqra’ 2 Kota Bengkulu
  10. Az-Zahra Vira Marsya dari SD IT Iqra’ 2 Kota Bengkulu

Para pemenang lomba akan mendapatkan hadiah uang pembinaan, thropy dan piagam penghargaan dan untuk 10 peserta yang mendapatkan apresiasi diberi bingkisan dari pihak Museum Negeri Bengkulu. Pemenang lomba nanti akan berkumpul kembali di Aula Museum Negeri Bengkulu pada saat HUT Provinsi Bengkulu yang  ke-54 pada tanggal 18 November 2022. (aw)*

Untuk informasi selanjutnya lihat terus update terbaru !

Instagram: @museumnegeri.bengkulu

Facebook: MuseumNegeri Bengkulu

Website:https://dikbud.bengkuluprov.go.id/dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-provinsi-bengkulu/museum/

Meditasi Festival Komunikasi Seni Media (FKSM)

Sobat Dikbud, Salam Budaya!

UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu merupakan wadah bagi seluruh seniman untuk mengekspresikan seluruh pemikirannya. Pada tanggal 5 Oktober 2022 UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu mengadakan pembukaan Festival Komunitas Seni Media yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Perfilman, Musik dan Media bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu dan ARCOLABS. Festival Komunikasi Seni Media diselenggarakan pada tanggal 6-12 Oktober 2022 di UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu.

Direktur Jendral Kebudayaan Hilmar Farid, Ph.D mengatakan Festival Komunitas Seni Media (FKSM)  ini diadakan karena ada 2 hal yang pertama untuk menggairahkan kembali komunitas seni media, kemudian untuk menghidupkan kembali atau membuat ruang terbuka kembali pada taman budaya, sebagai tempat kumpulnya kembali ide-ide kebudayaan yang cemerlang para seniman.

FKSM ini yang pertama dan akan menjadi dasar FKSM di seluruh Taman Budaya yang lain. Taman Budaya nantinya akan ada kegiatan rutin yang akan memperkuat pemajuan kebudayaan daerah sehingga kita ingin ke lokalan itu muncul, karena FKSM ini permintaan komunitas media.

Festival Komunitas Seni Media ini di buka oleh Gubernur Bengkulu dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Bapak Drs. Hamka Sabri, M.Si, kami mengucapkan selamat datang di bumi raflesia, raflesia adalah bunga bangkai terbesar yang dijadikan ikon dari Provinsi Bengkulu karena keindahannya orang Bengkulu memiliki filosofi kalau bunga raflesia belum mekar berarti menandakan orang tersebut harus datang kembali untuk menyaksikan mekarnya bunga raflesia

Setelah selama 2 tahun kita dilanda oleh pandemi yang membuat aktivitas tatap muka atau sosial kita menjadi berkurang dengan menurunnya pandemi ini maka kita dapat melaksanakan kegiatan kita secara normal kembali. Festival ini merupakan ajang silahturahmi untuk seluruh seniman, kemudian setelah festival ini akan menimbulkan dan meningkatnya kreativitas para seniman terkhusus seniman Provinsi Bengkulu.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri Bapak Sudjud Dartanto, beliau adalah kurator Galeri Nasional Indonesia yang berfokus dalam interaksi seni, budaya dan teknologi. Pengalamannya meliputi residensi kurator di Institute modern Art, brisbane, australia. Ini akan menjadi momen sekaligus kesempatan bagi kita untuk menyalurkan pertukaran pengetahuan dan juga akan melahirkan satu sintesis baru bahwa generasi media akan lahir di Provinsi Bengkulu ini.

Jeong Ok Jeon adalah kurator dan pendidik  Korea yang berbasis di Jakarta yang memiliki minat kuat dalam seni media baru, seni dan sains, dan pendidikan kurator. Kami mengundang 13 komunitas seniman dari berbagai kota di Indonesia jadi dengan diadakannya festival ini kita dapat melihat keragaman praktik dan perkembangan seni media di Indonesia serta karakteristik yang berbeda dari  setiap kota, setiap karya seni memiliki cirikhas dan keunikan tersendiri baik dari segi konsep, visualisasi dan penggunaan medianya namun kesamaan dari karya seni yaitu bertujuan agar penonton menjadi peserta aktif yang menjadikan pameran ini istimewa dan berbeda dari yang lain. Kami berharap semuanya menikmati pameran dan mendapatkan pengalaman  dan perspektif baru.

Yudi Ahmad Tajudin adalah sutradara teater kontemporer indonesia dengan pengalaman kesenian lintas disiplin, meliputi karya opera kontemporer, teater-tari, seni performans dan interprestasi seni pertunjukan tradisional yang telah ditampilkan di berbagai panggung dan forum seni internasional di Asia, Eropa, Australia dan Amerika. Ia merupakan salah satu pendiri teater Garasi, sebuah kolektif seniman lintas disiplin di Yogyakarta, yang telah menerima penghargaan princes claus award dari Princes Claus Fund, Belanda pada tahun 2013. Kami berterima kasih kepada semua para seniman yang ada di Bengkulu juga kepada kepala Taman Budaya, juga kepada bapak Gubernur Bengkulu dan jajarannya karena berkat dukungan dari pemerintah Provinsi Bengkulu dan seniman yang terbuka kepada kami mungkin kegiatan yang kami rancang ini tidak berjalan dengan baik. aw)*

Lomba Menggambar Koleksi Museum Negeri Bengkulu Tingkat Sekolah Dasar Sederajat

Hallo Sobat Museum!

Museum Negeri Bengkulu merupakan tempat edukasi sekaligus wisata sejarah bagi pengunjungnya, kali ini Museum Negeri Bengkulu mengadakan kegiatan lomba menggambar koleksi museum tingkat sekolah dasar sederajat Se-Kota Bengkulu, waktu dan tempat pelaksanaanya senin 17 Oktober 2022 di Aula Museum Negeri Bengkulu, adapun tema dari lomba ini yaitu “Koleksi Museum Negeri Bengkulu”, tujuan dari lomba ini untuk mengajak anak-anak sekolah lebih mengenal sejarah dan budaya yang terdapat di Provinsi Bengkulu melalui koleksi Museum Negeri Bengkulu.

Ketentuan Peserta:

  • Lomba tidak dipungut biaya (Gratis)
  • Peserta lomba adalah pelajar SD sederajat Se-Kota Bengkulu kelas 4,5,6
  • Peserta wajib menyertakan kartu identitas pelajar/surat keterangan dari pihak sekolah
  • Setiap sekolah mendapatkan kuota maksimal 10 orang (pendaftaran bisa kolektif maupun perseorangan).

Spesifikasi lomba:

  • Tema lomba “koleksi Museum Negeri Bengkulu”
  • Media kertas A3
  • Material cat dan peralatan menggambar: Pensil, Pensil Warna, Crayon, Spidol, dan Sejenisnya
  • Karya lomba menggambar adalah koleksi Museum Negeri Bengkulu yang telah ditetapkan panitia dan juri
  • Waktu 3 jam
  • Pengumuman pemenang akan disampaikan langsung di hari yang sama setelah lomba dan penjurian
  • Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Kriteria penilaian:

  • Visual : Komposisi bentuk dan Warna, serta teknik penggarapan karya :80%
  • Artistik : 20%

APRESIASI JUARA DAN PESERTA LOMBA

Juara I                         : Uang Pembinaan + Trophy + Piagam Penghargaan

Juara II                        : Uang Pembinaan + Trophy + Piagam Penghargaan

Juara III                       : Uang Pembinaan + Trophy + Piagam Penghargaan

Juara Harapan I           : Uang Pembinaan + Trophy + Piagam Penghargaan

Juara Harapan II          : Uang Pembinaan + Trophy + Piagam Penghargaan

Juara Harapan III        : Uang Pembinaan + Trophy + Piagam Penghargaan

Kemudian ada apresiasi untuk 10 peserta lomba menggambar, juri dalam perlombaan ini berasal dari kalangan profesional, dengan latar belakang praktisi dan pengamat seni rupa. Sekretariat lomba manggambar berada di Museum Negeri Bengkulu Jl. Pembangunan no.08, Gading Cempaka, Jembatan Kecil, kecamatan Singgaran Pati. Kota Bengkulu.

Contact Person: Rommi Roestam, SSn. (085267967007)

Keseruan aktifitas lomba akan diunggah ke akun medsos Museum Negeri Bengkulu

Instagram :@museumnegeri.bengkulu

Facebook : MuseumNegeri Bengkulu. Aw)*

Kain Besurek Batik Tradisional Bengkulu

Hallo sobat Museum!

Dalam rangka hari batik nasional berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia No.33 Tahun 2009 Tentang Hari batik Nasional, Batik indonesia telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpiece Of The Oral And Intangible Heritage Of Humanity) pada tanggal 2 Oktober 2009 oleh United National Educational, Scientific and Cultural Oragnization (UNESCO).

Kain besurek adalah batik tulis tradisional khas Bengkulu termasuk batik pesisir dengan motif dominan kaligrafi  Arab dihiasi parpaduan flora dan fauna yang sarat makna simbolis, melambangkan hubungan manusia dan alam dengan sang pencipta. Besurek (surat) berarti  menulis atau melukis kaligrafi dan relief alam pada bidang kain, yang digunakan untuk kebutuhan sandang dalam tradisi masyarakat Bengkulu.  Warna dasar yang dominan kain besurek adalah merah, biru, coklat dan kuning sesuai dengan kebutuhan dan penggunaannya.

Kain “besurek” merupakan kosa kata bahasa Bengkulu. Kata tersebut berasal dari suku kata “be” termasuk awalan dengan pengertian “ber” dan “surek” yang berarti “surat” atau “tulisan”. Terjemahan bebas dari kata “besurek” adalah “bersurat” atau “bertulisan” dimaksud dengan istilah “kain bersurek”, kain yang telah dipenuhi dengan surat atau tulisan berciri tulisan kaligrafi Arab.

Kata “surat” informasi tertulis. Namun pada istilah “kain bersurek” kata “surat” disini tidak mempunyai makna tertentu. Hal ini merupakan ciri motif dan pembuatan kain bersurek memang melalui proses membatik. Kata “batik” berasal dari kosa kata jawa dari kata “ba” artinya “jari” dan “tik” artinya “kecil”. Terjemahan bebas kata batik dalam bahasa jawa “menitik, menetes atau menuliskan” lilin (malam) pada kain yang telah didesain motif. Batik inilah di Bengkulu disebut “bersurek”.

Tidak diketahui secara pasti asal muasal dan  kapan kain besurek dikenal masyarakat Bengkulu, namun secara tradisi diyakini keberadaan batik besurek  sejalan dengan masuk dan berkembangnya pengaruh Islam di Bengkulu pada awal abad ke16. 

Pada awalnya kain besurek lebih banyak digunakan sebagai perlenngkapan upacara adat (daur hidup) seperti upacara kelahiran (cukur rambut anak), perkawinan, kematian dan upacara adat lainnya.  Pada upacara kelahiran kain besurek diipakai sebagai ayunan anak.  Kain besurek dipakai sebagai penutup kepala (destar) oleh pengapit (pendamping) pengantin laki-laki saat pelaksanaan akad nikah., juga oleh pemuuka adat dalam acara Mufakat Rajo Penghulu (rapat panitia persiapan upacara pernikahan). Sedangkan pengantin wanita menggunakan selendang kain besurek pada waktu acara bedabung (mengikir gigi), mandi-mandi dan ziarah ke kuburan sebelum menikah.  Dengan demikian maka kain surek merupakan ciri budaya Bengkulu. 

Dalam perklembangannya sekarang batik besurek tidak hanya dipakai pada acara adat tetapi telah digunakan sebagai pakaian harian dan motifnyapun sudah berkembang yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tren mode pangsa pasar.

Motif Kain Besurek.

Sebagai kelengkapan adat kain besurek mempunyai tujuh motif dasar yaitu :

  1. Kaligrafi Arab : adalah kaligrafi mirip aksara Arab, warna dasar biru. Motif ini digunakan utuk kelengkapan upacara perkawinan, dipakai oleh pengapit penganten dan raja penghulu sebagai penutup kepala (detar).
  2. Rembulan dan Kaligrafi Arab warna merah : Motif rembulan dipadu dengan kaligrafi Arab menggambarkan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Dipakai oleh pengantin wanita dalam rangkaian upacara perkawinan.
  3. Kaligrafi Arab – Kembang Melati warna merah kecoklat-coklatan : motif ini menunjukkan nilai religius yang sangat tinggi   Kain motifini dipakai pada upacara cukur rambut cemar (aqikah), ayunan bayi dan acara sunatan.
  4. Kaligrafi Arab – Burung Kuau warna biru : melambangkan hubungan alam dan pencipta. Kain besurek motif ini digunakan dalam upacara adat pernikahan, juga digunalkan sebagai selendang oleh pengantin wanita pada waktu ziarah kubur sebelum akad nikah.
  5. Relung Paku (Pohon Hayat) – Burung Kuau – Kaligrafi Arab, warna coklat atau krem menggambarkan hubungan manusia dan lingkungannya dengan sang pencipta. Kian besurek motif ini digunakan pada upacara cukr rambut bayi.  Makna simbolis kearifan lokalnya merupakan harapan pada sianak agar kelak bisa menjaga kesimbangan   hubungan alam dan manusia dengan sang pencipta.
  6. Kaligrafi Arab – Kembang Cengkeh – Kembang Cempaka mepunyai lilin kehidupan warna merah kecoklatan. Motif ini menggambarkan kehidupan flora dan fauna . Kembang cengkeh dan bunga cempaka adalah jenis tanaman yang banyak terdapat di Bengkulu. Motif ini dipakai pada acara bedabung (mengikir/meratakan gigi), dalam rangkaian upacara perkawinan
  7. Kaligrafi Arab – Relung Paku – Burung Punai. Motif ini menggambarkan kehidupan flora dan fauna. Relung paku adalah jenis tanaman yang banyak dijumpai di Bengkulu. Motif ini digunakan pada waktu acara cukur ranmbbut bayi.

Seiring dengan perkembangan penggunaan kain besurek dan perkembangan nilai ekonomi kain besurek maka motif kain besurek juga mengalami perkembangaan dengan dikenalnya motif kreasi baru sesuai dengan pangsa pasar seperti motif bunga raflesia arnoldi serta unsur lainnya tanpa meninggalkan motif kaligrrafi arab.

Fungsi Kain Besurek.

Secara tradisional Kain Besurek Bengkulu berfungsi sebagai pelengkap dan penunjang acara adat. Bertolak dari pandangan fungsional, kain Besurek merupakan alat untuk memenuhi kebutuhan keagamaan dan adat yang berhubungan dengan upacara daur hidup manusia. Fungsi dan nilai kain besurek menurut pemuka-pemuka adat Bengkulu tergantung dari motif dan warnanya, yaitu :

  1. Sebagai penutup jenazah, sebagai koleksi harta warisan yang disusun disamping jenazah;
  2. Selendang pada waktu ziarah ke makam leluhur oleh wanita muda yang akan menikah.
  3. Selendang pada waktu melayat ke rumah duka oleh wanita setengah tua
  4. Sebagai penutup jenazah sebelum dimandikan atau pelapis kedua keranda jenazah.
  5. Pada upacara pernikahan, maka kain ini digunakan pengantin dalam acara mandi-mandi;
  6. Penutup kepala (detar) kaum lelaki atau tengkuluk kaum hawa dalam acara adat.
  7. Sebagai hantaran pada kamar pengantin tradisional Bengkulu; aw)*

Dikutip dari tulisan Drs. Muhardi, M.hum.

Rapat Persiapan Lomba Engrang oleh Museum Negeri Bengkulu

Halo sobat museum !

Egrang adalah sebuah permainan tradisional yang menggunakan sepasang bambu untuk berjalan. Bambu dibentuk seperti tongkat yang memiliki tumpuan kaki yang terbuat dari kayu. Egrang umumnya dimainkan oleh anak-anak. Egrang juga bisa digunakan dalam atraksi. Permainan egrang berguna dalam pelatihan pengendalian diri dengan menjaga keseimbangan, ke fokusan dan meningkatkan rasa percaya diri sekaligus hiburan untuk anak anak maupun dewasa.

Dalam bahasa Bengkulu egrang atau tengkak berarti sepatu yang terbuat dari bambu. Lalu, di Provinsi Jawa Tengah, egrang dikenal dengan nama jangkungan yang terinspirasi dari nama burung dengan kaki yang panjang. Egrang juga dikenal di Provinsi Kalimantan Selatan dengan nama batungkau.

Umumnya, egrang dimainkan oleh anak-anak. Egrang juga bisa digunakan dalam atraksi. Permainan egrang berguna untuk melatih menjaga keseimbangan, keberanian, dan kesabaran. Selain itu, permainan egrang juga sebagai hiburan untuk anak anak maupun dewasa.

Cara Memainkan Egrang

Cara memainkan egrang pada dasarnya cukup sederhana. Pemain harus menaiki tongkat bambu tersebut kemudian berjalan dengan menggunakan kaki egrang. Meski terlihat sederhana, nyatanya hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan sebab para pemainnya harus memiliki kesimbangan yang baik.

Peralatan permainan egrang juga cukup sederhana, hanya dua pasang bambung yang memiliki tumpuan kaki yang terbuat dari kayu.

Permainan egrang bisa dilakukan di lapangan luas. Standar ukuran lapangan untuk kompetisi permainan egrang adalah 50 meter untuk panjang lintasan dengan lebar lintasan 7, 5 meter. Adapun jumlah peserta di dalam lintasan hanya lima, sehingga masing-masing mempunyai lintasan selebar 1,5 meter.

Museum Negeri Bengkulu merupakan UPTD dibawah naungan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Bengkulu, pada tanggal 28 September 2022 Museum Negeri Bengkulu melakukan persiapan lomba “Egrang Bambu Tingkat  SMA /SMK Sederajat” rapat di hadiri oleh penanggung jawab kegiatan, anggota dan para juri. Adapun lomba tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 9 November 2022 dalam rangka untuk memeriahkan ulang tahun Provinsi Bengkulu yang ke-54. Rapat yang dilakukan untuk mamantapkan kesiapan lomba.aw)*

Untuk informasi selanjutnya lihat terus update terbaru !

Instagram: @museumnegeri.bengkulu

Facebook: MuseumNegeri Bengkulu

Pameran Keliling 2022 Mengenal Sejarah Dan Budaya Melalui Kekayaan Koleksi Etnografi Museum Negeri Bengkulu di Kabupaten Rejang Lebong

Halo sobat Museum. Pameran keliling merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan oleh Museum Negeri Bengkulu, pada tanggal 24 Agustus 2022 Museum Negeri Bengkulu mengadakan kegiatan pameran keliling di Aula SMK N 1 Kabupaten Rejang Lebong. Pembukaan pameran keliling ini di hadiri oleh Wakil Bupati Rejang Lebong, Kepala Cabang Dinas, Waka Polsek dan koramil.

Kepala UPTD Museum Negeri Bengkulu Didi Hartanto, S.E menyampaikan dasar pelaksanaan kegiatan ini yaitu peraturan PERMEN DIKBUD NO 15/T/2022 tentang penerima dana alokasi khusus non fisik bantuan operasional penyelenggaraan museum tahun anggaran 2022, kegiatan pameran ini bertujuan:

  1. Memberikan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya pelajar di kabupaten rejang lebong terkait informasi dan pengetahuan seputar sejarah dan koleksi museum
  2. Mengenalkan tugas pokok dan fungsi museum sebagai lembaga penyelamatan dan pelestarian benda peninggalan sejarah dan budaya.
  3. Menumbuhkembangkan rasa memiliki terhadap peninggalan sejarah dan budaya sehingga dapat berpartisipasi dalam upaya melindungi serta melestarikan sejarah dan budaya.

Adapun tema dari pameran keliling yaitu “MENGENAL SEJARAH DAN BUDAYA MELALUI KEKAYAAN KOLEKSI ETNOGRAFI MUSEUM NEGERI BENGKULU”

Pelaksanaan kegiatan ini dimulai tanggal 24 s/d. 26 Agustus 2022, tempat Pelaksanaan pameran yaitu Aula SMK N 1 Kabupaten Rejang Lebong.

Kepala UPTD Museum Negeri Bengkulu juga menyampaikan pameran ini merupakan salah satu ajang promosi bagi museum untuk mengenalkan koleksi sejarah dan budaya tradisional sebagai produk budaya yang tinggi nilainya dan sangat penting artinya untuk dunia pendidikan serta meningkatkan aspirasi masyarakat terhadap warisan budaya bangsa khususnya daerah Bengkulu yang ada di museum.

untuk itu saya menghimbau seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Kabupaten Rejang Lebong agar ikut berpartisipasi dalam meningkatkan pelestarian sejarah dan budaya Bengkulu, karena pelestarian warisan sejarah dan budaya sebagai wahana pembelajaran bagi masyarakat melalui museum yang selama ini terkesan masih kurang dekat dengan masyarakat harus kita ubah sehingga memiliki daya pikat yang tinggi. mudah-mudahan pameran ini menjadi titik awal untuk membangun kepercayaan publik agar lebih cinta dan peduli terhadap pelestarian sejarah dan budaya bengkulu.

Kata sambutan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu yang kali ini diwakili oleh Kepala Cabang Dinas yaitu ibu Inne Kristanti, SP, M.Si. beliau mengatakan dari sisi pendidikan dan kebudayaan, peran pameran keliling Museum Negeri Bengkulu yang berjudul “MENGENAL PERADABAN MASA LAMPAU MELALUI KOLEKSI ETNOGRAFI MUSEUM NEGERI BENGKULU” sangat besar manfaatnya bagi penguatan nilai sejarah dan budaya bagi pelajar dan masyarakat. Melalui pameran keliling ini, banyak sekali pelajaran, informasi, dan pengetahuan yang dapat kita gali. Oleh sebab itu, besar harapan saya khususnya kepada pelajar yang berkunjung untuk bertanya seputar koleksi yang dipamerakan di Museum Negeri Bengkulu.

Adapun harapan kami atas pelaksanaan pameran keliling ini adalah, jika masyarakat Rejang Lebong berkunjung ke Bengkulu, mari kita kunjungi Museum Negeri Bengkulu. Museum Negeri Bengkulu, beralamat di jalan pembangunan no.8 padang harapan Kota Bengkulu. Di museum, bapak-bapak, ibu-ibu, serta pelajar dapat melihat berbagai koleksi dari seluruh suku yang ada di Provinsi Bengkulu.

Sambutan Dari bapak Hendra Wahyudiansyah, S.H Wakil Bupati Rejang Lebong sekaligus pembuka kegiatan pameran, beliau mengucapkan selamat kepada SMK N 1 Rejang Lebong sebagai tuan rumah, hal ini menjadi kesempatan bagus untuk tuan rumah agar dapat mempromosikan sekolahnya kepada masyarakat terutama pelajar-pelajar yang datang. Kami juga menghimbau kepada kepala cabang dinas pendidikan dan kebudayaan Rejang Lebong agara dapat memberikan pengumuman dan mensosialisasikan kegiatan ini kepada sekolah-sekolah untuk dapat hadir dan mengikutinya. Museum sanagat penting peranannya bagi anak-anak kita karena di museum terdapat budaya masyarakat Bengkulu, kita dapat belajar dengan adanya museum keliling ini. Kami berterima kasih kepada Museum Negeri Bengkulu telah memilih Rejang Lebong sebagai tuan rumah dalam kegiatan kali ini. Kami berharap kegiatan ini diadakan terus menerus setiap tahunnya di kabupaten Rejang Lebong.

Museum Negeri Bengkulu dalam kegiatan ini juga memberikan doorprice kepada pengunjung yang datang, pada saat pengunjung selesai melihat pameran dari pihak museum mengumpulkan pelajar dan memberikan pertanyaan seputar pameran keliling yang dilaksanakan di Kabupaten Rejang Lebong, kepada pelajar yang mengacungkan tangan dan dapat menjawab dengan benar Museum Negeri Bengkulu akan memberikan hadiah berupa bingkisan.