Riset Angka Partisipasi Sekolah di RI dari PAUD Sampai Kuliah Turun

Riset Angka Partisipasi Sekolah di RI dari PAUD Sampai Kuliah Turun

Kemendikbudristek menyampaikan sejumlah hasil awal penelitian dari program Research on Improving System of Education (RISE). Dalam riset tersebut, diketahui bahwa angka partisipasi pendidikan di Indonesia dari jenjang PAUD hingga kuliah. Berakhir tahun ajaran 2020/2021 tren partisipasi pendidikan di seluruh jenjang pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Perguruan Tinggi mengalami penurunan tingkat partisipasi. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Bapak  Nadiem Makarim mengatakan bahwa riset tersebut dapat membantu pemerintah untuk menentukan kebijakan di masa mendatang. Hasil evaluasi ini akan menjadi pegangan penyusunan aturan dan kebijakan yang lebih tepat sasaran, ungkap bapak Nadim Makarim.

Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Perbukuan Kemendikbudristek, bapak Anindito Aditomo mengaku Kemdikbudristek mengambil beberapa langkah kebijakan untuk menyesuaikan situasi pandemi COVID-19, seperti penyederhanaan kurikulum. Kemendikbudristek mengambil kebijakan darurat dalam mitigasi pandemi, misalnya penyederhanaan kurikulum, relaksasi syarat kenaikan kelas dan kelulusan, modul-modul literasi dan numerasi untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), bantuan kuota internet, dan pembelajaran guru lewat model pelatihan inovatif yang telah menjangkau ratusan ribu guru di seluruh indonesia, ungkap bapak Anindito Aditomo sementara itu dalam riset yang sama diketahui ada daerah yang menarik. Pasalnya, daerah tersebut tidak menunjukkan adanya penurunan kemampuan belajar para peserta didik.

Menurut peneliti RISE, Delber Lim, kemampuan belajar siswa di kota Bengkulu,  bukittingi, Sumatera Barat tidak mengalami penurunan. Pasalnya, mayoritas orang tua di sana melakukan pendampingan selama belajar dari rumah sejak sebelum pandemi. Oleh karena itu, diketahui bahwa keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak belajar selama pandemi memiliki adil yang besar mengurangi dampak PJJ.

Sementara untuk orang tua yang tidak mendampingi anaknya, 30% mengatakan karena mereka tidak memiliki kemampuan mendampingi mayoritas peserta didik mengalami peningkatan hasil belajar selama pandemi, hal ini pun tak berkaitan dengan latar belakang pendidikan orang tua yang berbeda-beda. Namun, hasil pembelajaran siswa dengan orang tua yang berpendidikan lebih rendah tetap di bawah siswa dengan orang tua berpendidikan tinggi.

Webinar Kemdikbudristek Tentang Pengarusutamaan Gender bagi OPD

Webinar Kemdikbudristek Tentang Pengarusutamaan Gender bagi OPD

Selasa, 14 Desember 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengadakan Webinar Pengarusutamaan Gender (PUG) bagi OPD (Organisasi Perangkat Daerah) 

Dalam hal ini, Seluruh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi, Kabupaten/Kota di undang secara daring melalui Zoom Meeting,

PUG di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota sangat bervariasi, Berdasarkan hasil evaluasi PUG di tahun 2020, Kualitas PUG di tingkat provinsi sebesar 64,7%, sementara di tingkat Kabupaten kota sebesar 37,5%, kondisi ini menuntut adanya langkah langkah strategis, 

Alasan diadakannya Webinar Ini dikarenakan agar meningkatkan kualitas pelembagaan PUG sehingga terbit kekuatan berupa Peraturan Gubernur atau Peraturan Daerah di daerah masing-masing, 


Kemendikbudristek Salurkan Tambahan Bantuan Kuota Data Internet Pada Desember 2021

Kemendikbudristek Salurkan Tambahan Bantuan Kuota Data Internet Pada Desember 2021

Kabar baik untuk para siswa dan guru! Pasalnya, Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) akan memperpanjang bantuan kuota internet sampai dengan Desember 2021. Agar lebih jelas, 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) siap menyalurkan tambahan bantuan kuota data internet pada bulan Desember 2021. Pemberian tambahan bantuan kuota data internet kepada pendidik dan peserta didik ini didasari penerapan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

“Kami melihat besarnya manfaat bantuan kuota data ini untuk mendukung proses pembelajaran yang berlangsung secara kombinasi antara tatap muka terbatas dan PJJ saat ini. Maka kami memutuskan untuk memberikan tambahan bantuan di bulan Desember,” disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.

Bantuan kuota data internet tambahan ini akan mulai disalurkan secara bertahap pada tanggal 11 sampai dengan 15 Desember 2021 dengan masa berlaku 30 hari terhitung sejak diterima, tambah Menteri Nadiem.
Lebih lanjut, Nadiem menjelaskan penyesuaian jumlah kuota data yang diberikan pada periode tambahan ini. Bagi Peserta Didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendapatkan kuota data sebesar 3 (tiga) gigabit/bulan. Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) mendapatkan kuota data sebesar 4 (empat) gigabit/bulan.

“Untuk Guru jenjang PAUD Dikdasmen, Mahasiswa, dan Dosen akan mendapatkan tambahan bantuan kuota data internet sebesar lima gigabit per bulan,” kata Mendikbudristek.

Adapun sisa kuota paket data internet yang tidak terpakai setiap bulannya akan hangus atau tidak bersifat kumulatif untuk bulan selanjutnya. “Silakan digunakan seoptimal mungkin untuk mengakses materi-materi belajar yang tersedia baik di portal Rumah Belajar atau berbagai kanal edukasi lainnya,” pesan Mendikbudristek.

Penyaluran Bantuan Kuota Data Internet tambahan pada Tahun 2021 diatur dalam Peraturan Sekretaris Jenderal (Persesjen) Nomor 4 Tahun 2021. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) M. Hasan Chabibie menyampaikan bahwa nomor ponsel yang dimutakhirkan dan sudah dipertanggungjawabkan dalam Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) pada bulan November akan otomatis menerima tambahan bantuan paket kuota data internet pada bulan Desember.

“Tambahan bantuan kuota pada bulan Desember ini akan langsung disalurkan kepada nomor ponsel yang telah mendapatkan bantuan paket kuota data internet pada bulan November 2021,” kata Hasan.

Keseluruhan bantuan kuota data internet tambahan merupakan kuota umum yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi kecuali yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dan yang tercantum pada situs resmi bantuan kuota data internet Kemendikbudristek: http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id.

Jadwal Libur Panjang Sekolah Bulan Desember 2021 ditunda, Jadi Kapan?

Kemendikbudristek "Jadwal libur panjang sekolah bulan desember 2021 ditunda"

Siap siap, kemungkinan tidak ada libur panjang sekolah pada bulan Desember 2021. Jadwal libur sekolah pada bulan Desember 2021 kemungkinan diundur menjadi bulan januari 2022.

Seperti diketahui, libur sekolah bulan desember merupakan hal rutin yang terjadi pada setiap tahun. Jadwal libur sekolah bulan Desember biasanya berlansung setelah pelaksanaan ujian akhir semester 1.

Penundaan jadwal libur sekolah pada bulan Desember 2021 ini karena menindaklanjuti instruksi menteri dalam negeri nomor 62 tahun 2021 tentang pencegahan Covid-19 pada saat natal tahun 2021 dan tahun baru tahun 2022.

Peraturan imendagri Nomor 62 tahun 2021 mengimbau agar sekolah tidak memberikan jadwal libur khusus kepada siswanya selama periode natal dan tahun baru (Natara). Periode itu mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Selain itu, sekolah diimbau untuk melakukan pembagian rapor semester 1 pada 2022.

Berikut bunyi imbauan terkait tidak ada libur sekolah pada bulan Desember 2021 yang disampaikan melalui Inmendagri Nomor 62 tahun 2021:

Melakukan imbauan pada sekolah:

  • Pembagian rapor semester 1 (satu) pada bulan januari 2022
  • Tidak meliburkan secara Khusus pada periode libur Nataru.

Kementerian pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan teknologi (Kemendikbud) Merespons himbauan penundaan jadwal libur sekolah bulan Desember 2021 dengan mengeluarkan surat edaran (SE) yang mengatur tentang hal itu. ”saat ini kami telah mengeluarkan surat edaran Sesjen Kemendikbudristek Nomor 29 tahun 2021 tentang penyelenggaraan pembelajaran menjelang libur natal 2021 dan tahun baru 2022,” ujar Plt Kepala Biro kerja Sama dan Hubungan Masyarakat kemendikbud Ristek  Anang Ristanto.

Surat edaran tersebut ditujukan untuk Gubernur/Bupati/Wali Kota/Pimpinan PTN dan Kepala Lembaga Layanan Dikti. Adapun poin isi edaran tersebut yakni:

Mengimbau kepada kepala satuan pendidikan untuk melaksanakan pembagian rapor semester 1 tahun 2021/2022 bagi satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah pada bulan januari 2022;

Tidak meliburkan secara khusus kegiatan pendidikan di satuan pendidikan selama periode Nataru pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 januari 2022.;

Menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang lebih ketat di satuan pendidikan dengan  pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun / hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan) dan 3 T  (testing, tracing, treatment);

Tidak memberikan cuti kepada pendidik dan tenaga kependidikan Aparatur Sipil Negara selama periode Nataru pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 januari 2022;

Mengimbau kepada penyelenggara satuan pendidik yang diselenggarakan masyarakat untuk menunda pengambilan cuti bagi pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikannya setelah periode libur Nataru;

Nah dengan surat edaran ini, Kemungkinan besar jadwal libur sekolah bulan Desmber 2021 ditunda, yang paling memungkinkan, jadwal libur sekolah Desember 2021 ditunda menjadi bulan Januari 2022.

PPKM Level 3

Diberitahukan sebelumnya, pemerintah akan menerapkan aturan PPKM Level 3 pada masa libur Nataru (24 Desember 2021 – 2 Januari 2022) berlaku untuk seluruh wilayah indonesia. Aturan yang tertuang dalam imendagri Nomor 62 Tahun 2021 ini dibuat untuk mencegah adanya gelombang penyebaran Covid-19 pada masa libur Nataru.

Selain aturan yang mengimbau mengenai siswa tidak libur, aturan terbaru juga mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, BUMN maupun karyawan swasta untuk tidak libur selama periode Nataru.

Demikian informasi kemungkinan penundaan jadwal libur Desember 2021.


Pengumuman Untuk Provinsi Bengkulu Akan Segera Diberitahukan.

Dorong SDM Berkualitas, Kemendikbud Bantu Siswa SMK Dapatkan Sertifikasi Internasional Bahasa Inggris 2021.

Dorong SDM Berkualitas, Kemendikbud Bantu Siswa SMK Dapatkan Sertifikasi Internasional Bahasa Inggris 2021.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan SMK telah membuka peluang bagi SMK di seluruh Indonesia untuk memperoleh bantuan sertifikasi internasional melalui program SMK English Challenge.

Program tersebut bertujuan memfasilitasi ujian sertifikasi internasional kemampuan bahasa inggris dengan TOEIC bagi siswa SMK. Program ini merupakan salah satu upaya Kemdikbud mewujudkan rencana besar pemerintah dalam menyiapkan SDM Indonesia yang unggul.

Fasilitasi Sertifikasi TOEIC ini secara resmi diluncurkan pada bulan September guna mendorong lulusan SMK di Indonesia dapat tersertifikasi secara internasional dan dapat memiliki nilai saing saat memasuki dunia kerja.

Saat ini, penyaluran Fasilitasi Ujian Sertifikasi Internasional TOEIC telah sampai pada tahap implementasi tes TOEIC bagi siswa SMK yang lolos seleksi.  Animo keikutsertaan SMK di seluruh Indonesia tetap tinggi terlepas dari situasi pandemi ini, kata bapak Jenny Lee (Direktur International Test Center).

Berdasarkan data  yang dihimpun dari tim penyelenggara, program ini berhasil diikuti oleh 1.352 SMK yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.  Sebanyak 196,450 siswa telah menjalankan proses seleksi dan menghasilkan 75.000 siswa terbaik untuk dipilih sebagai penerima bantuan sertifikasi TOEIC. Bapak Jenny Lee menambahkan, di tengah pandemi COVID-19, International Test Center (ITC) selaku penyelenggara sertifikasi TOEIC melakukan implementasi program dimulai Tahapan berikutnya yaitu seleksi menggunakan readiness assessment VIERA diberikan dalam dua pilihan pengerjaan yaitu bisa melalui ponsel pintar atau dengan lainnya seperti komputer untuk memudahkan para siswa dalam mengikuti seleksi.

Bagi para siswa yang lolos seleksi, ada tahapan pembelajaran yang diberikan oleh tim pakar pembelajaran TOEIC dari ITC selama satu bulan.  Sekitar 1,500 guru bahasa Inggris diberikan bimbingan teknis terkait cara mengajar TOEIC yang efektif kepada siswa.

Selama periode pembelajaran, siswa bisa mengikuti sesi video conference melalui webex event yang difasilitasi oleh Direktorat SMK dan live streaming YouTube. Paket materi pembelajaran dan persiapan TOEIC diberikan dalam bentuk materi Google Classroom dan TOEIC Practice Book-Digital Version agar siswa siap menghadapi ujian TOEIC.

Tahapan akhir adalah pelaksanaan ujian TOEIC dengan menggunakan metode Computer Based Testing (CBT) yang disupervisi dengan pendekatan Remote Proctoring. Dengan demikian pelaksanaan ujian TOEIC dapat menjangkau semua wilayah di Indonesia.

Hasil ujian TOEIC akan didistribusikan ke sekolah peserta pada akhir bulan Desember tahun ini. Dengan bekal sertifikasi internasional TOEIC, siswa dapat memiliki lebih banyak peluang untuk memenangkan persaingan di dunia kerja. 

Kemendikbudristek Gandeng Ibu Penggerak dalam Mengkomunikasikan Program dan Kebijakan.

Kemendikbudristek Gandeng Ibu Penggerak dalam Mengkomunikasikan Program dan Kebijakan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) bekerja sama dengan komunitas pendidikan terus mengkomunikasikan berbagai program dan kebijakan. 

Kami membutuhkan dukungan dari masyarakat agar program dan kebijakan Kemendikbudristek dapat berjalan dengan baik, sehingga perlu adanya kerja sama antara Kemendikbudristek dengan komunitas pendidikan yang sehari-harinya berhubungan langsung dengan masyarakat, disampaikan Pelaksana tugas (Plt).

Kepala BKHM, Anang Ristanto, dalam kegiatan Training Of Trainer (ToT) Komunitas Pendidikan dan Kebudayaan. Lebih lanjut, bapak Anang Ristanto mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng komunitas Ibu Penggerak yang mayoritas anggotanya berperan sebagai orang tua.

Selama kegiatan, kami akan memberikan pembekalan, pelatihan (Training of Trainer) kepada Ibu Penggerak sehingga diharapkan mereka dapat memahami program dan kebijakan Kemendikbudristek serta dapat menyampaikan informasi kepada para ibu-ibu lainnya baik di lingkungan rumah maupun sekolah, jelas bapak Anang Ristanto. Senada dengan itu,  ibu Susi Sukaesih, Koordinator Ibu Penggerak dari Sidina Community mengapresiasi Kemendikbudristek yang melibatkan masyarakat khususnya orang tua dalam menjalankan program dan kebijakan.

Menurutnya, melalui kegiatan ini para orang tua mendapat pencerahan terkait isu pendidikan yang sedang marak di masyarakat, seperti Asesmen Nasional (AN). 

Awalnya banyak orang tua yang bingung tentang AN, bagaimana nanti bentuk ujiannya, nilainya, apa yang membedakan dengan Ujian Nasional (UN). Dari kegiatan ini kami mendapatkan pencerahan. Ibu Susi Sukaesih juga mengatakan bahwa ibu-ibu mempunyai peran yang sangat penting dalam mendidik anak. Baginya, pendidikan tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke sekolah dan pemerintah. Melalui kegiatan ini, ia berharap agar ibu-ibu Penggerak bisa lebih memahami kebijakan Kemendikbudristek, dan nantinya dapat menjadi pemimpin pembelajaran bagi anak-anaknya di rumah serta akan menjadi trainer bagi ibu-ibu lainnya dalam menyosialisasikan program-program Kemendikbudristek. 
Semoga bisa lebih banyak lagi ibu-ibu Penggerak di daerah-daerah seluruh Indonesia, harapnya kegiatan Training Of Trainer (ToT) Komunitas Pendidikan dan Kebudayaan dilaksanakan selama enam hari mulai 10-16 November 2021. Dalam kegiatan, ibu Penggerak mendapat pembekalan terkait program dan kebijakan Kemendikbudristek seperti Merdeka Belajar, pendidikan karakter, Asesmen Nasional (AN). Selama kegiatan, ibu Penggerak juga dibekali pengetahuan untuk menyusun home curriculum sebagai penyeimbang kurikulum di sekolah yang bisa diterapkan dirumah dalam mendidik anak-anaknya. Selain itu, ibu Penggerak juga diberikan pengetahuan tentang digital parenting agar para ibu-ibu dapat melakukan digital dalam mendampingi anaknya belajar, pelatihan tentang manajemen keterampilan berkomunikasi di publik, dan pengembangan diri. Harapannya, para ibu bisa siap dan bahagia selama mendidik anaknya di rumah. Direncanakan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai komunitas orang tua, sehingga akan semakin banyak bermunculan ibu-ibu Penggerak di berbagai wilayah.

Cara Cek Penerima Bantuan Program Indonesia Pintar 2021 di pip.kemdikbud.go.id, kamu dapat?

Cara Cek Penerima Bantuan Program Indonesia Pintar 2021 di pip.kemdikbud.go.id, kamu dapat?

Pemerintah memberikan bantuan dana pendidikan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

Penerima bantuan ini mulai dari siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Penerima program bantuan ini dapat dicek melalui laman resmi PIP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Bagaimana cara cek penerima Program Indonesia Pintar?

Cara cek penerima Program Indonesia Pintar

Cara melakukan pengecekan penerima dana bantuan cukup mudah, dengan memerlukan nomor induk siswa nasional (NISN), tanggal lahir, dan nama ibu kandung.

Berikut langkah-langkah cek penerima PIP:

  • Akses laman pip.kemdikbud.go.id
  • Setelah itu di halaman awal akan muncul “Cari Penerima PIP”
  • Masukkan NISN, tanggal lahir, dan nama ibu kandung
  • Klik tombol “Cari”

Pencairan dana Program Indonesia Pintar

Melansir situs resmi Kemdikbud Ristek, pencairan atau pengambilan dana PIP bisa dilakukan perorangan maupun kolektif.

Pencairannya dapat dilakukan, jika pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) membawa bukti pendukung sah ke bank penyalur yang sudah ditunjuk oleh pemerintah.

Pengambilan dana PIP secara kolektif dilakukan, jika berada di wilayah yang mempunyai akses sulit ke bank penyalur, yaitu daerah yang tidak mempunyai kantor bank di kecamatan maupun biaya transportasinya lebih besar dari bantuan yang akan diterima.

Adapun pengambilan dana bantuan secara kolektif dapat dikuasakan kepada kepala sekolah, ketua lembaga, bendahara sekolah, atau bendahara lembaga.

Bank penyalur yang mencairkan dana dari program ini yaitu Bank Nasional Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Untuk pemegang KIP jenjang SD/SMP/SMK/Paket A/Paket B/Kursus, dapat mencairkan dana di BRI, sedangkan untuk pemegang KIP jenjang SMA/Paket C dapat mencairkan di BNI.

Khusus pemegang KIP dengan jenjang SD/SMP harus didampingi orangtua/wali/guru saat mendatangi bank untuk mencairkan dana.

Setelah itu, pemegang KIP melakukan aktivasi rekening apabila akan menggunakan tabungan, kemudian menandatangani bukti penerimaan dana dan menerima dana PIP tersebut.

Besaran bantuan Program Indonesia Pintar

Sebagai informasi, pemegang KIP akan menerima dana sebesar Rp 450.000 per tahun untuk jenjang SD/Paket A, Rp 750.000 per tahun untuk jenjang SMP/Paket B, dan Rp 1.000.000 per tahun untuk jenjang SMA/SMK/Paket C/Kursus.

Progam kolaborasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud Ristek), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Agama (Kemenag) memberikan dana yang dapat digunakan utnuk membantu biaya personal pendidikan peserta didik.


Bapak Nadiem Anuar Makarim ingin Orang tua Murid dan kepala sekolah tak Pusing Lagi.

Bapak Nadiem Anuar Makarim ingin Orang tua Murid dan kepala sekolah tak Pusing Lagi.

Mendikbudristek bapak Nadiem Anuar Makarim menginginkan supaya orang tua dan kepala sekolah tidak lagi pusing memikirkan biaya pendidikan. Bapak Nadiem Anuar Makarim mengeluarkan kebijakan DAK nonfisik 2022 bidang pendidikan yang berfokus pada empat hal yaitu: Penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Penyaluran Bantuan  Operasional Penyelegaraan (BOP) PAUD dan BOP kesetaraan yang akan ditransfer langsung ke rekening satuan pendidikan. Jadi pelaksanaannya sama seperti tahun 2020, kata bapak Nadiem Anuar Makarim langsung disalurkan ke rekening satuan pendidikan sehingga bisa mengurangi keterlambatan rata-rata sebesar 32 persen atau tiga minggu lebih cepat dibandingkan penyaluran pada tahun 2019.

Ini adalah suatu pencapaian luar biasa, sangat membantu kepala sekolah dan juga orang tua di daerah yang biasanya harus menalangi dulu dana ini untuk murid-muridnya.
Kebijakan DAK nonfisik kedua adalah pemberian nilai satuan BOP dan BOS tidak lagi seragam tetapi bersifat majemuk sesuai kebutuhan daerah. Penetapan nilai ini dihitung berdasarkan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) dan Indeks Peserta Didik (IPD) di setiap wilayah kabupaten/kota. Tahun 2021, besaran nilai satuan BOP yang diberikan kepada setiap peserta didik selama satu tahun adalah sama di seluruh kabupaten/kota, yaitu untuk jenjang PAUD sebesar Rp600 ribu, Paket A sebesar Rp 1,3 juta, Paket B sebesar Rp 1,5 juta dan Paket C sebesar Rp 1,8 juta.

Berbeda pada 2022, yang mengalami perubahan, BOP yang diberikan untuk setiap peserta didik selama setahun bersifat majemuk. Untuk jenjang PAUD akan diberikan sebesar Rp600 ribu sampai Rp1,2 juta, Paket A akan diberikan mulai dari Rp1,3 juta hingga Rp2,6 juta, Paket B mulai dari Rp1,5 juta sampai Rp3 juta dan Paket C sebesar Rp1,8 juta hingga Rp3,6 juta. Kebijakan DAK nonfisik yang ketiga adalah penggunaan BOS, BOP PAUD, BOP Kesetaraan yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan sekolah, termasuk untuk melengkapi daftar periksa pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan untuk mendukung Asesmen Nasional (AN). Kebijakan ini adalah terobosan yang sangat membantu kepala sekolah di daerah maupun di kota, apalagi di masa pandemi seperti sekarang, jelas  bapak Nadiem Anuar Makarim.

Penggunaan BOS dan BOP dapat dialokasikan untuk kebutuhan sekolah, seperti penerimaan peserta didik baru, pengembangan perpustakaan, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler. Kemudian penyelenggaraan kegiatan peningkatan kompetensi keahlian khusus untuk SMK dan SMALB, penyelenggaraan kegiatan dalam mendukung keterserapan lulusan SMK dan SMALB, serta pembayaran honor. Sementara itu, penggunaan BOS dan BOP juga bisa diperuntukkan untuk melengkapi daftar periksa PTM terbatas seperti ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, akses fasilitas pelayanan kesehatan, penerapan wajib masker, alat pengukur suhu badan, serta pemetaan warga satuan pendidikan pada PTM terbatas.

Ayo ikuti Ngobar (Ngobrol Bareng) “Menyiapkan SDM Talenta Digital di Provinsi Bengkulu

Ayo ikuti Ngobar (Ngobrol Bareng) “Menyiapkan SDM Talenta Digital di Provinsi Bengkulu

Hai.Hai.. Haiii!👋

Ssssttt…🤫Mimin ada info seru banget nih buat kalian anak SMK dan SMA SE-BENGKULU!!

Apasih infonya?🤔

Jadi kami akan mengadakan “NGOBAR” dengan judul  “Menyiapkan SDM Talenta Digital di Provinsi Bengkulu” .

Ngobar atau webinar ini tak kalah seru dengan webinar yang pernah kalian ikuti pastinya!

Kenapa? Karena kami akan menghadirkan pembicara sukses dibidangnya yang akan membuka wawasan kalian lebih dalam lagi mengenai peluang kerja untuk masa depan secara digital!

Kalian pasti udah tau dong, semenjak pandemi berlangsung semua ditutuntut untuk bisa bekerja, jualan, bahkan sekolah juga secara digital. Jadi buat kalian yang ingin lebih paham lagi tentang dunia digital, ikutan webinar ini ya!

Siapasih Narasumber hebat yang bakalan mengisi acara❓

👤 Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu),

Materi : Manfaat Ruang Digital untuk Masa Depan yang Kompetitif

👤 Ir, Dedi Yudiant, MBA (CEO Cybers Group)

Materi: Pengembangan Bengkulu Cyber Province pola hidup baru pasca pandemi

👤 Victor Terinathe (Direktur Cybers Academy)

Materi : Pelatihan dan Peluang Kerja Bersama Cybers Academy

👤 Lucky Widja (CEO Bencoolen Coffee)

Materi : Warkop digital peluang agen digital di desa sambil Sekolah

‼️Webinar ini GRATIS-TISSS!!! Dan kalian akan mendapatkan E-Sertifikat lho‼️

Webinar ini akan dilaksanakan pada :

📆Hari/Tanggal : Senin, 28 September 2021

🕒Jam : 09.00-11.00 WIB

Via Zoom

Untuk Pendaftaran bisa daftar di link berikut yaa :

https://cybersacademy.id/pendaftaran-ngobar/

Yukk ikuti acara webinar ini untuk memperkaya ilmu demi masa depan kalian yang lebih cemerlang!!💫

Sampai ketemu di acara NGOBAR teman!!🤗

DILARANG COPY PASTE !!!!!!