Renovasi Tata Pamer Museum

Pameran adalah kegiatan penyajian koleksi museum kepada pengunjung sehingga dapat diapresiasi. Pameran di Museum terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  1. Pameran (Tetap): diadakan di ruang pameran utama museum dan berlangsung lama, baru kemudian dapat diadakan perubahan dan renovasi, pameran yang diselenggarakan dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 5 tahun.
  2. Pameran Temporer: pameran yang diselenggarakan dalam jangka waktu tertentu dan dalam variasi waktu yang singkat dari satu minggu sampai satu tahun dengan meng ambil tema khusus mengenai aspek-aspek tertentu dalam sejarah, alam dan budaya. Pameran temporer merupakan penunjang pemeran tetap yang ada di museum untuk mengundang lebih banyak pengunjung.
  3. Pameran khusus: pameran yang diselenggarakan secara khusus pada saat-saat tertentu, misalnya untuk memperingati peristiwa atau tokoh-tokoh penting.

Pameran keliling: pameran yang diselenggarakan diluar museum pemilik koleksi, dalam jangka waktu tertentu, dalam variasi waktu yang singkat dengan tema khusus dengan jenis koleksi yang dimiliki oleh museum tersebut dipamerkan/dikelilingkan dari satu tempat ke tempat yang lain.

Tata pameran merupakan sebuah bentuk kegiatan menyajikan koleksi di museum yang diwujudkan dalam sebuah pameran, baik itu yang bersifat tetap maupun temporer.

(Sumber: Skripsi Fajri Berrinovian, Landasan Konseptual Perencanaan Dan Perancangan Museum Topeng Di Yogyakarta Dengan Pendekatan Metafora Elemen Yang Terdapat Pada Topeng, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta Tahun 2011.)

Untuk memulai sebuah penyajian koleksi, hal yang mendasar adalah menentukan gagasan yang berujung dengan munculnya sebuah konsep penyajian koleksi atau tata pameran. Setelah terbentuk sebuah konsep yang berisi gagasan mengenai tema sebuah pameran maka langkah selanjutnya adalah memilih koleksi yang sesuai serta mendukung gagasan tersebut serta disajikan dengan tambahan informasi penguat koleksi seperti teks, gambar, foto, ilustrasi/diorama dan pendukung lainnya.

Merencanakan sebuah konsep tata pameran untuk menyajikan koleksi museum merupakan sebuah penyampaian dari misi museum tersebut. Mempersiapkan tema pameran beserta koleksinya disertai penyajian yang didahului dengan penginterpretasian koleksi berarti akan menyampaikan nilai-nilai yang terdapat di dalam museum itu sendiri.

Dalam melakukan penyajian koleksi yang akan dipamerkan, ada hal-hal mendasar yang harus diperhatikan, dimana dalam suatu penataan pameran harus memiliki:

  1. Alur cerita pameran/storyline.

Alur cerita diperlukan dalam penyajian koleksi pameran, hal ini dikarenakan dapat mempermudah komunikasi dan penyampaian koleksi museum kepada pengunjung.

  1. Koleksi yang mendukung alur cerita

Koleksi yang mendukung cerita yang disajikan di ruang pameran telah disiapkan sebelumnya, hal ini agar pada saat ditata ada kaitan antara satu koleksi dengan koleksi lainnya sehingga ada hubungan antara materi pameran dengan koleksi yang disajikan.

  1. Teknik dan metode pameran yang akan dipakai dalam pameran.

Sarana serta prasarana yang akan dipakai, dama/biaya yang perlu disediakan.

(Sumber:http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/muspres/konsep-kajian-tata-pameran-museum-kepresidenan-balai-kirti-2019/)

Museum Negeri Bengkulu melalui Seksi Koleksi, Konservasi dan Preparasi meninjau lokasi pameran tetap. Setelah melakukan diskusi dengan kepala museum, maka pada tahun 2022 Museum Negeri Bengkulu melakukan renovasi tata pamer untuk koleksi buian anak, pelaminan dan bilik pengantin. Langkah awal yang dilakukan oleh seksi koleksi adalah pendataan bahan yang diperlukan. Setelah diketahui bahan yang akan di beli maka secara bertahap koleksi yang ada di ruang pameran tetap di pindahkan ke storage untuk dilakukan perawatan serta penggantian koleksi. Kolekis yang dikerjakan pertama kali adalah buaian anak. Staf koleksi mulai mengganti koleksi lama dengan koleksi baru, yang meliputi penggantian kain, bunga, dan ayunana bayi. Pengerjaan ini menghabiskan waktu selama sebulan, setelah buaian anak renovasi tata pamer selanjutnya adalah pelaminan dan bilik pengantin.

Pameran Drawing

“Bengkulu HebArt”

Rabu, 18 Mei 2022 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu melalui UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu melaksanakan pameran drawing dimulai dari tanggal 18-30 Mei 2022 bertempat di gedung pameran Taman Budaya. Adapun tema yang diangkat dalam pameran tersebut adalah “Bengkulu HebArt”. Dalam laporannya Nevi Tamahani Irha, S.STP, selaku ketua kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan pameran drawing bertujuan untuk lebih meningkatkan kualitas karya sebagai proses kreatif, mendorong ekosistem seni rupa lebih kompetitif hingga dapat memperkaya ragam khazana seni rupa yang ada di Provinsi Bengkulu serta memberikan ruang kreatif bagi seniman khususnya perupa bengkulu. Adapun dana pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari DAK/BOP Nonfisik tahun 2022. Pameran drawing ini merupakan 30 karya terbaik hasil lomba lukis tingkat SLTP sederajat yang telah dilaksanakan pada hari minggu tanggal 15 Mei 2022 dan juga ditambah lukisan perupa Bengkulu.

Selanjutnya sambutan dari bapak Romi Rustam sebagai seorang seniman, Provinsi Bengkulu di tantang untuk melaksanakan gerakan nasional bulan gambar nasional yang diselenggarakan serentak seluruh Indonesia dari sabang sampai marauke.Kitajuga berterimakasih kepada Taman Budaya Bengkuluyang berperan aktif dalam penyelenggaran ini. Iniyang kita harapkan kepada pemerintah untuk memberikan ruang kreatifitas kepada seniman. Bulan menggambar nasioanl adalah bulan spesial bagi kita semua karena baru tahun ini diadakan pelaksanaannya, juga pada bulan ini adalah bulan pendidikan. Nanti di dalam gedung pameran ada 30 karya terbaik siswa yang di apresiasi oleh Taman Budaya Bengkulu, kemudian ada karya-karyadari paraseniman bengkulu dan juga ada karya-karya lama di sini dan itu karya-karya drawing masyarakat umum yang datang ke gedung pameran.Bahkankami juga memamerkan karya internal pejabat staf taman budaya. Kami juga mengkonsep kegiatan ini bukan hanya program yang sudah jadi tetapi juga proses yang sedang berjalan.Kamiingin masyarakat melihat produk seni ini bukan sebagai barang eksklusif yang jauh dari masyarakat tapi produk seni ini dekat dengan masyarakat.

Sambutan dari Asisten III Setda, H. Gotri Suyanto, SE., M.Soc.Sc, bulan mei ini momen sangat bagus untuk melaksanakan kegiatan drawing karena tanggal 16 Mei adalah hari World Drawing Day, hal ini kesempatan pertama dan diharapkan akan terus berlangsung kedepannya. Kenapa drawing ini menjadi penting karena yang terkait dengan seni pasti diawali dengan drawing, anak kecil belajar itu pasti diawali dengan drawing dalam kegiatannya, dan harus kita ketahui juga gambar binatang paling tua dunia itu berada di Indonesia di pulau Kalimantan.

Lomba Lukis

Tingkat SLTP Sederajat Se-Provinsi Bengkulu Dengan Tema

“Bengkulu Hebat 2022”

UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu merupakan wadah bagi seniman yang ada di Provinsi Bengkulu untuk menampilkan bakat dan seni, baik dari seni tari, olah vokal, maupun seni rupa. Kali ini Taman Budaya melakukan kegiatan lomba lukis tingkat SLTP sederajat se-Provinsi Bengkulu, dengan tema “Bengkulu Hebat”. Kegiatan lomba ini menggunakan anggaran DAK Non Fisik Taman Budaya tahun 20022. Kegiatan ini dimulai pada tanggal 8-9 Mei 2022 yaitu tahan seleksi menuju 50 besar kemudian lomba dan pengumuman juara pada tanggal 15 Mei 2022.

Dalam sambutan juri yang diwakilkan oleh bapak Romi Rustam, S.Sni beliau mengatakan sangat berterimakasih kepada Taman Budaya yang telah memberikan ruang kepada para pelaku seni, terkhususnya seni rupa yang ada di Provinsi Bengkulu, beliau juga memberikan catatan dalam sambutannya yaitu “apa yang membuat karya itu menjadi bagus… apa yg membuat karya itu menjadi indah dan menarik… jawabannya sederhana unsur-unsur kualitatif, komposisi yang menarik, keseimbangan, fokus of interest, kreativitas dan artistik. Kami yakin anak-anak adalah anak yang luar biasa karena kami telah melihat karya anak-anak dan telah kami seleksi beberapa hari yang lalu.

Selanjutnya, sambutan dari kepala Taman Budaya Provinsi Bengkulu bapak Nirwan Sukandri, M.Pd  beliau mengatakan kegiatan lomba ini merupakan salah satu apresiasi rangkaian kegiatan DAK Nonfisik yang bertujuan untuk merefitalisasi , memberdayakan meningkatkan museum dan taman budaya yang selama ini masih kurang mendapat tempat d hati masyarakat, maka dari itu kami berkolaborasi degan para seniman agar dapat menarik hati masyarakat Bengkulu untuk mengunjungi taman budaya. Di sini Taman budaya sebagai tempat atau wadah bagi para seniman untuk dapat berkarya,” saya juga walaupun sudah berumur 50 tahun masih tetap berkarya degan menciptakan lagu yang dapat dinikmati oleh masyarakat Bengkulu”. Dengan diadakannya kegiatan ini, saya berpesan agar para juri dapat berkerja secara optimal, objektif untuk mendapatkan karya yang terbaik yang memiliki kualitas agar dapat dinikmati oleh masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta yang hadir berasal dari Kabupaten dan Kota se-Provinsi Bengkulu.

Adapun pemenang Lomba Lukis Tingkat SLTP Sederajat Se-Provinsi Bengkulu adalah sebagai berikut:

  1. Juara 1 Calta Ilona Tsani dari SMP N 1 Curup
  2. Juara 2 Diandra Rifki. R dari SMP N IT Iqra’ Kota Bengkulu
  3. Juara 3 Amanda T. Fadail dari SMP N 1 Kota Bengkulu
  4. Juara harapan 1 Safa Aqila Putri dari MTS N 1 Kota Bengkulu
  5. Juara harapan 2 Harikah dari MTS Al-Qur’an Harsalakum Kota Bengkulu
  6. Juara harapan 3 Zumi Zia Zhi dari SMP N 1 Curup

Para pemenang kemudian mendapatkan uang pembinaan, piala dan piagam. Tidak hanya itu, untuk 24 lukisan terbaik Taman Budaya sebagai penyelenggara memberikan apresiasi berupa uang pembinaan, dan peserta dari luar kabupaten mendapatkan uang transportasi karena telah ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Konservasi Koleksi di Museum Negeri Bengkulu

Salah satu tugas museum adalah melakukan konservasi terhadap koleksi yang dimiliki oleh museum. Konservasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian. Dengan demikian, konservasi koleksi museum adalah kegiatan pemeliharaan dan perlindungan koleksi di Museum secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan melakukan kegiatan yang bertujuan untuk pelestarian koleksi.

Dewan Museum Internasional Komite Konservasi (ICOM CC). Pada tahun 2008 mengidentifikasi konservasi koleksi sebagai semua kegiatan dan tindakan yang bertujuan untuk melindungi warisan budaya (berwujud) agar dalam menikmati oleh generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Konservasi mencakup konservasi preventif, konservasi interventif, dan restorasi. Semua tindakan harus menghormati signifikasi dan sifat fisik dari benda warisan budaya.

Konservasi di museum mencakup pencegahan, dan penulisan dari peristiwa yang menyebabkan kerusakan dan kehilangan koleksi. Tindakan konservasi dikelompokkan menjadi tiga yaitu:

  1. Konservasi preventif adalah semua pengukuran dan tindakan yang bertujuan untuk menghindari dan meminimalkan kerusakan atau kehilangan di masa depan. Kegiatan dilakukan dalam konteks atau di lingkungan koleksi atau sekumpulan koleksi yang tidak membedakan usia dan kondisi koleksi. Langkah-langkah dan tindakan ini (sebagai sebagian besar) tidak langsung mengenai koleksi dan tidak mengubah struktur koleksi. Contoh konservasi preventif di dalam Museum adalah pengukuran dan tindakan yang tepat dalam penataan, penyimpanan, pengemasan, dan transportasi, keamanan, manajemen lingkungan (cahaya, kelembapan, polusi, dan pengendalian hama) dari koleksi. Selain hal tersebut, kegiatan seperti tanggap darurat (emergency responses), pendidikan pengetahuan kesadaran staf dan publik, merupakan konservasi provinsi yang tidak langsung berhubungan dengan koleksi.
  2. Konservasi interfentif adalah semua tindakan yang langsung diterapkan pada koleksi atau sekelompok koleksi yang bertujuan untuk menghentikan proses yang merusak koleksi, ataupun untuk memperkuat strukturnya. Tindakan ini hanya dilakukan ketika koleksi berada dalam kondisi rapuh atau pada kerusakan yang parah, dan jika tidak dilakukan maka kondisi akan semakin memburuk dalam waktu singkat atau bahkan hilang. Tindakan ini terkadang dapat mengubah penampilan koleksi. Untuk itu, diperlukan teknik dan keterampilan khusus dalam melakukannya. Contoh konservasi interventif adalah pembersihan tekstil, desalinasi keramik, deasidifikasi kertas, dehidrasi koleksi arkeologi basah, stabilisasi logam berkarat, dan penghilangan jamur pada koleksi kayu.
  3. Restorasi adalah semua tindakan yang langsung diterapkan pada satu koleksi yang bertujuan untuk meningkatkan apresiasi pemahaman dan pemanfaatannya melalui perbaikan. Tindakan ini hanya dilakukan ketika koleksi telah kehilangan sebagian dari signifikasi atau fungsinya, misalkan patah. Tindakan ini sering mengubah penampilan koleksi sehingga perlu teknik dan keahlian khusus dalam melakukannya. Contoh restorasi adalah memperbaiki lukisan, memasang kembali patung yang rusak, membentuk kembali keranjang/wadah.

Terkadang satu tindakan dapat bersifat preventif, interventif, dan/atau restorasi pada saat yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa konservasi itu kompleks dan menuntut kolaborasi profesional berkualifikasi yang relevan. (Sumber: Konservasi Koleksi Tekstil, Museum Nasional. Jakarta: Tahun 2020).

Museum Negeri Bengkulu secara rutin melakukan konservasi koleksi. Untuk tahun 2022, Museum Negeri Bengkulu merencanakan untuk melakukan konservasi koleksi sebanyak 3.234 koleksi, meliputi koleksi Etnografi (tekstil) sebanyak 1.600 buah, Etnografi (kayu) sebanyak 400 buah, Filologi 148 buah, Arkeologika 86 buah, Kramologika 400 buah dan Numismatika 600 buah.

Kemendikbud Evaluasi Lanjutan Program Organisasi Penggerak.

Kemendikbud Evaluasi Lanjutan Program Organisasi Penggerak.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menyempurnakan Program Organisasi Penggerak (POP).

Proses evaluasi lanjutan akan melibatkan pakar pendidikan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan lembaga negara.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bapak Nadiem Anwar Makarim mengatakan penyempurnaan dan evaluasi lanjutan dilakukan setelah pemerintah menerima masukan dari berbagai pihak.

Kita semua sepakat bahwa Program Organisasi Penggerak merupakan gerakan bersama masyarakat untuk memajukan pendidikan nasional kata Mendikbud.

Kemendikbud juga akan semakin melibatkan peran organisasi-organisasi yang selama ini telah adil dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Tanpa peran aktif organisasi dengan sejarah perjuangan yang panjang, pencapaian pendidikan kita tidak mungkin sampai pada titik ini. Untuk itu merupakan kehormatan bagi kami untuk bisa berdiskusi dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak demi kesuksesan Program Organisasi Penggerak, ungkap Bapak Nadiem Anwar Makarim.

Proses evaluasi lanjutan yang sedang disiapkan tentang tata laksana POP dirancang untuk meliputi verifikasi yang lebih ketat mengenai kredibilitas organisasi peserta program.

Di dalamnya termasuk memerhatikan rekam jejak integritas dari organisasi tersebut, koordinasi keamanan serta keselamatan pelaksanaan program selama masa pandemi Covid-19, serta menerapkan proses audit keseluruhan dari proses yang telah dilakukan oleh Organisasi penggerak juga tidak perlu khawatir dengan evaluasi lanjutan dan penyempurnaan program ini.

Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan dikasi dalam mengikuti keseluruhan proses, dan terlebih lagi atas semua kontribusinya bagi pendidikan Indonesia selama ini. Pemerintah akan terus mengupayakan prinsip gotong royong dalam menyelenggarakan berbagai program dan mencapai tujuan kita bersam.

Kemendikbud memberikan dukungan untuk memperbesar skala gerakan agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Saat ini 4.464 organisasi telah mendaftar di program POP ini dan kemudian mengikuti proses evaluasi proposal yang terdiri atas seleksi administrasi, substansi, dan verifikasi.

Program ini nantinya akan fokus kepada berbagai upaya pengembangan literasi, numerasi, dan karakter di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Siswa dan Guru Akhirnya Boleh Libur saat Nataru

Siswa dan Guru Akhirnya Boleh Libur saat Nataru

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan penyesuaian jadwal libur sekolah akhir semester ganjil tahun ajaran 2021‒2022.

Siswa diperbolehkan libur saat momen Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Kebijakan itu dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Kemendikbudristek No 32 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Jelang Nataru 2021.

Aturan tersebut sekaligus membatalkan SE sebelumnya, Surat Edaran (SE) Nomor 29 Tahun 2021, yang meminta pemda dan kepala sekolah tidak meliburkan secara khusus kegiatan pendidikan di satuan pendidikan selama periode Nataru pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Kemudian, menunda pelaksanaan pembagian rapor semester I tahun ajaran 2021‒2022 bagi satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah pada  Januari 2022.

Sebagai informasi,  SE terbaru diteken Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti pada 14 Desember 2021. Disebutkan, satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah tetap melaksanakan pembelajaran, pembagian rapor semester I.

Libur sekolah sesuai dengan kalender pendidikan (kaldik) tahun ajaran 2021‒2022 yang telah ditetapkan pemerintah daerah (pemda). Artinya, apabila dalam kaldik pemda ditetapkan libur saat momen Nataru, siswa dan guru diperbolehkan libur pada periode tersebut.

pemda sesuai dengan kewenangannya setiap tahun menetapkan kaldik masing-masing. Kaldik tersebut memuat permulaan tahun ajaran, pengaturan waktu belajar efektif, dan pengaturan waktu libur.

”Sesuai surat edaran yang baru, mengacu pada kalender akademik yang ditetapkan pemda masing-masing,” tutur Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbudristek Anang Ristanto (14/12).

Kendati demikian, satuan pendidikan tidak diperkenankan menambah waktu libur selama periode Nataru di luar waktu libur semester dalam kaldik.

Pendidik dan tenaga kependidikan pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan pendidikan menengah juga tetap diminta melaksanakan tugas kedinasan di satuan pendidikan sesuai dengan kaldik tersebut.

Selain mengatur libur semester, dalam SE tersebut turut ditekankan kembali mengenai upaya memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik.

Orang tua/wali peserta didik juga diimbau agar mengizinkan dan mendorong anaknya yang sudah memenuhi syarat dan ketentuan untuk divaksin Covid-19.

Kemudian, turut dibahas pula penerapan protokol kesehatan (prokes) yang lebih ketat di satuan pendidikan dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer.

Menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan). Pemda dan satuan pendidikan juga diminta untuk lebih sigap mengenai penerapan testing, tracing, dan treatment (3T).

Pengumuman! UTBK-SBMPTN 2022 Mulai Digelar Mei Tahun Depan

Pengumuman! UTBK-SBMPTN 2022 Mulai Digelar Mei Tahun Depan

Seleksi penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akan segera berlangsung.

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) secara resmi merilis jadwal pelaksanaan seleksi masuk perguruan tinggi jalur UTBK-SBMPTN 2022 (Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Pelaksanaannya digelar mulai Mei tahun depan.

“Pelaksanaan UTBK Gelombang 1 dimulai 17 sampai 23 Mei 2022. Kemudian, Gelombang 2 (mulai) 28 Mei sampai 3 Juni 2022,” ungkap Ketua Pelaksana LTMPT Budi P. Widyobroto dalam Sosialisasi Daring Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2022, Sabtu (11/12/2021).

Berdasarkan penuturan Budi, pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2022 masih sama dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Kali ini, penerapan dua gelombang dengan dua sesi (pagi dan siang) per harinya kembali diterapkan dalam proses ujian.



Adapun informasi lengkap mengenai jadwal, persyaratan, tahap pendaftaran, dan ketentuan UTBK-SBMPTN 2022 dapat disimak dalam penjelasan berikut.

A. Jadwal UTBK-SBMPTN Tahun 2022

1. Pembuatan Akun LTMPT: 14 Februari-17 Maret 2022

  1. Sosialisasi UTBK-SBMPTN: 1 Desember 2021-15 April 2022
  2. Pelaksanaan UTBK Gelombang 1: 17-23 Mei 2022
  3. Pelaksanaan UTBK Gelombang 2: 28 Mei-3 Juni 2022
  4. Pengumuman Hasil SBMPTN: 23 Juni 2022
  5. Masa Unduh Sertifikat UTBK: 25 Juni-31 Juli 2022

    B. Persyaratan Peserta UTBK 2022

    1. Memiliki akun LTMPT
  6. Siswa SMA/MA/SMK kelas 12 pada tahun 2022 atau peserta didik paket C tahun 2022 dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2022)
  7. Lulusan SMA/MA/SMK/Sederajat tahun 2020 dan 2021 atau lulusan paket C tahun 2020 dan 2021 dengan umur maksimal 25 tahun
  8. Persyaratan peserta:

    Peserta yang akan memilih prodi Saintek, maka mengikuti TPS, Bahasa Inggris, dan TKA Saintek.

    Peserta yang akan memilih prodi Soshum, maka mengikuti TPS, Bahasa Inggris, dan TKA Soshum.

    Peserta yang akan memilih prodi campuran (Saintek dan Soshum), maka mengikuti TPS, Bahasa Inggris, TKA Saintek, dan TKA Soshum.
  9. Hasil UTBK 2022 hanya berlaku untuk penerimaan tahun 2022
  10. Membayar biaya UTBK

  1. Ketentuan Peserta SBMPTN 2022
  2. Siswa SMA/MA/SMK/Sederajat lulusan tahun 2020, 2021 harus sudah memiliki ijazah. Bagi lulusan SMA sederajat dari luar negeri harus memiliki ijazah yang sudah diikutsertakan
  3. Mengikuti dan memiliki nilai UTBK 2022
  4. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak menganggu kelancaran proses studi
  5. Bagi peserta yang memilih program studi bidang Seni dan Olahraga wajib mengunggah portofolio
  6. Pilihan Program Studi UTBK-SBMPTN 2022

    Setiap siswa diperbolehkan memilih dua program pada satu PTN atau masing-masing satu prodi pada dua PTN.

    E. Tahapan Pendaftaran UTBK

  7. Registrasi akun LTMPT: Wajib bagi semua calon pendaftar UTBK-SBMPTN menggunakan NISN, NPSN, dan tanggal lahir di laman
  8. Login: Menggunakan akun LTMPT login ke laman https://portal.ltmpt.ac.id/.
  9. Memilih menu verifikasi dan validasi data: Mengisi biodata, ungga pas foto berwarna terbaru, dan verifikasi biodata
  10. Memilih menu pendaftaran UTBK-SBMPTN: Mengisi biodata, memilih program studi, mengunggah portofolio, memilih pusat UTBK PTN, dan mendapatkan slip pembayaran
  11. Membayar di bank: Melalui Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, atau Bank BRI menggunakan slip pembayaran harus dilakukan paling lambat 1 x 24 jam
  12. Melakukan login kembali: Login ke laman https://portal.ltmpt.ac.id/ memilih menu pendaftaran UTBK-SBMPTN untuk mencetak kartu peserta UTBK
  13. Mengikuti UTBK: Sesuai dengan informasi di kartu peserta UTBK-SBMPTN 2022

  1. Materi UTBK 2022

    1. Tes Potensi Skolastik (TPS)

TPS mengukur kemampuan kognitif yang dianggap penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi. Dalam TPS yang akan diuji adalah kemampuan penalaran umum, kemampuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis. Kemampuan kuantitatif akan mencakup pengetahuan dan penguasaaan matematika dasar.


  1. Tes Bahasa Inggris

Mengukur kemampuan Bahasa inggris yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran di perguruan tinggi.

3. Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Mengukur Pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah dan diperlukan untuk seseorang dapat berhasil dalam menempuh pendidikan tinggi. TKA juga mengukur kemampuan kognitif yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Penekanan tes adalah pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2022 direncanakan akan digelar di 74 pusat UTBK PTN yang tersebar di Indonesia. Catat baik-baik infonya ya!


Jadwal Libur Sekolah dan Pembagian Rapor Kembali Diubah, Dikembalikan Sesuai Kalender Pendidikan

Jadwal Libur Sekolah dan Pembagian Rapor Kembali Diubah, Dikembalikan Sesuai Kalender Pendidikan

Kemendikbudristek kembali mengeluarkan aturan terbaru mengenai pelaksanaan pembagian rapor semester ganjil dan libur sekolah yang berdekatan dengan periode Nataru. Simak info libur sekolah pada Desember 2021 selengkapnya.

Aturan ini termuat dalam Surat Edaran (SE) No. 32 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Jelang Nataru 2021. SE tersebut menjadi dasar info libur sekolah pada akhir tahun ini.

Surat edaran Kemendikbudristek terbaru ini diteken Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti tertanggal 14 Desember 2021.

Salah satu poin dalam surat edaran No. 32 Tahun 2021 berbunyi sebagai berikut.

“Satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah tetap melaksanakan pembelajaran, pembagian rapor semester 1 (satu), dan libur sekolah tahun ajaran 2021-2022 sesuai dengan kalender pendidikan tahun ajaran 2021-2022 yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada angka 1.”

Poin 1 SE No. 32 Tahun 2021 berisi bahwa kalender pendidikan yang dimaksud adalah kalender berisi ketentuan permulaan tahun ajaran, pengaturan waktu belajar efektif, dan pengaturan waktu libur yang sebelumnya dibuat pemerintah daerah.

Ini artinya, jadwal libur sekolah siswa kembali pada jadwal awal seperti yang ditetapkan dalam kalender akademik di daerah.

Ketentuan Libur Sekolah Akhir Semester Ganjil 2021

Isi SE Sesjen Kemendikbudristek No 32 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Jelang Nataru 2021 selengkapnya yaitu:

  1. Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya setiap tahun menetapkan kalender pendidikan yang memuat permulaan tahun ajaran, pengaturan waktu belajar efektif, dan pengaturan waktu libur;
  2. Satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah tetap melaksanakan pembelajaran, pembagian rapor semester 1 (satu), dan libur sekolah tahun ajaran 2021-2022 sesuai dengan kalender pendidikan tahun ajaran 2021-2022 yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada angka 1;
  3. Satuan pendidikan tidak diperkenankan menambah waktu libur selama periode Natal Tahun 2O2l dan Tahun Baru Tahun 2022 di luar waktu libur semester dalam kalender pendidikan yang ditetapkan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada angka 2;
  4. Pendidik dan tenaga kependidikan pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah tetap melaksanakan tugas kedinasan di satuan pendidikan sesuai dengan kalender pendidikan;
  5. Memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik;
  6. Mengimbau orang tua/wali peserta didik agar mengizinkan dan mendorong anaknya yang sudah memenuhi syarat dan ketentuan untuk divaksinasi Covid-19;
  7. Menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang lebih ketat di satuan pendidikan dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/ hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan) dan 3T (testing, tracing, treatment).

SE Kemendikbudristek No. 32 Tahun 2021 ini berlaku per 14 Desember 2021.

Dengan demikian, SE Kemendikbudristek No. 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Menjelang Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Coronauirus Disease 2019 (Covid-19) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Sekolah Dilarang Beri Siswa Libur Tambahan

Sekolah Dilarang Beri Siswa Libur Tambahan

Pemerintah kian membatasi pergerakan masyarakat menjelang momen libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Libur anak sekolah pun termasuk yang dikontrol. Hal tersebut disampaikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Surat Edaran (SE) No 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Libur Nataru 2022 dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. SE tersebut ditandatangani langsung oleh Sekjen Kemendikbudristek Suharti pada 1 Desember 2021.

Dalam surat yang ditujukan kepada para gubernur, bupati/wali kota, kepala lembaga layanan pendidikan tinggi, dan pemimpin perguruan tinggi negeri itu, para kepala satuan pendidikan diminta tidak meliburkan secara khusus kegiatan pendidikan di satuan pendidikan selama periode Nataru. Yakni, mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Pembagian rapor semester I tahun ajaran 2021–2022 bagi satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah pun diimbau untuk dilakukan pada Januari 2022.

Dikonfirmasi atas hal tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek Jumeri menyampaikan, libur siswa tidak dilarang. Asal, sesuai dengan kalender akademik (kaldik).”Yang dilarang adalah libur tambahan di luar libur semester,” ujarnya saat dikonfirmasi, (3/12).

Pelarangan libur itu juga berlaku pada pendidik dan tenaga kependidikan aparatur sipil negara (ASN). Dalam SE tersebut, kepala satuan pendidikan dilarang memberikan cuti kepada mereka selama periode Nataru.

Tunda Cuti

Ketentuan itu berlaku pula bagi penyelenggara satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat. Mereka diimbau untuk menunda pengambilan cuti bagi pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikannya setelah periode libur Nataru.

”Selain itu, warga satuan pendidikan diimbau untuk tidak bepergian dan tidak pulang kampung ke luar daerah dengan tujuan yang tidak primer atau tidak mendesak selama Nataru,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, SE tersebut juga mengamanatkan agar protokol kesehatan (prokes) diterapkan lebih ketat di satuan pendidikan dengan pendekatan 5M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan. Termasuk pendekatan 3T (testing, tracing, treatment). rakyatbengkulu.com

Dukung Wujudkan Pendidikan di Indonesia tahun 2021.

Dukung Wujudkan Pendidikan di Indonesia tahun 2021.

Salah satu sektor yang sangat terdampak dengan teknologi yang terus berkembang. Baik pemerintah, maupun lembaga pendidikan kini memiliki tanggung jawab untuk wajib menghadirkan ekosistem digital di sekolah dan kampus. Kesuksesan program pendidikan diharapkan untuk dapat mewujudkan pendidikan kelas dunia. Sehingga, nantinya bisa tercipta SDM unggul yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Pendidikan adalah kualitas pendidikan dengan menggunakan teknologi digital, khususnya dalam melaksanakan aktivitas belajar akan menerapkan teknologi. Dengan pendidikan, siswa akan dipersiapkan untuk menghadapi tantangan digital agar dapat bersaing di era globalisasi industri. memiliki peranan penting dalam mewujudkan pendidikan di Indonesia. Pihak sekolah maupun kampus juga harus terus melakukan inovasi agar dapat bersaing di era industri.

Harapannya lembaga pendidikan dapat mencetak sumber daya manusia unggul berstandar nasional yang mewujudkan pendidikan di Indonesia, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Teknologi untuk Murid

Demi mendukung kelancaran program pendidikan, pihak sekolah dapat menjalankan program satu anak satu laptop yakni dengan memberikan fasilitas laptop kepada seluruh peserta didik.

Agar program tersebut dapat terlaksana dengan maksimal, sekolah bisa memberikan bantuan cicilan pembelian laptop kepada orangtua murid.

Selain dapat mendukung kegiatan belajar murid, di berikan  fasilitas cicilan laptop dari sekolah juga dapat meringankan beban orangtua karena tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah besar sekaligus untuk membeli laptop.

Untuk memenuhi seluruh kebutuhan belajar murid dan guru, khususnya sekolah swasta, bisa mengajukan pendanaan di Pintek dengan melakukan pengadaan peralatan pembelajaran ke vendor pendidikan dengan mudah dan tanpa agunan.

  1. Memberikan Pelatihan untuk Para Pengajar

Pengajar seperti guru ataupun dosen memiliki peran penting dalam melaksanakan pembelajaran. Di era digital seperti sekarang, penting bagi setiap pengajar untuk dapat menguasai perangkat digital demi proses mengajar yang efektif.

Memberi pelatihan kepada para pengajar diharapkan dapat membantu mereka lebih produktif dan kreatif. Terutama, saat melaksanakan metode belajar online atau e-learning yang mengharuskan pengajar memiliki kemampuan di bidang teknologi.

Pasalnya, guru dituntut harus menguasai teknologi pembelajaran berbasis online meliputi ketiga jenis pemanfaatan teknologi, baik sebagai media, sumber belajar maupun sebagai alat peraga.

Namun, keberhasilan kegiatan belajar mengajar juga harus didukung dengan fasilitas teknologi yang memadai untuk para pengajar, seperti laptop dengan kualitas yang sesuai dengan standar pembelajaran hingga koneksi internet yang stabil dan cepat.

Dengan dukungan tersebut, maka pelaksanaan pembelajaran di sekolah tentu akan berjalan lebih optimal sekaligus membuat siswa lebih nyaman dan tidak jenuh saat belajar karena, penyampaian materi pelajaran melalui teknologi akan jauh lebih menarik.

  1. Mengembangkan Infrastruktur Sekolah

Keberhasilan pendidikan tak bisa dipungkiri juga bergantung pada aspek infrastruktur, seperti ruang komputer, sistem informasi sekolah, dan lain sebagainya. Sayangnya, tak sedikit institusi pendidikan yang kesulitan memenuhi standar infrastruktur pendidikannya.

Misal, fasilitas komputer di sekolah yang kualitasnya masih jauh dari standar untuk menunjang platform teknologi pendidikan. Bisa juga sistem informasi lembaga pendidikan belum dapat diakses oleh siswa dan orangtua.

Selain itu, sekolah juga perlu melakukan peningkatan sistem manajemen keuangan secara online. Hal tersebut bertujuan agar laporan sekolah dapat terlaksana secara akurat, transparan dan akuntabel.

Pasalnya, manajemen keuangan merupakan aktivitas yang dilakukan untuk menentukan berjalannya kegiatan pendidikan sekolah. Tujuannya yaitu untuk memenuhi kebutuhan pendanaan yang berhubungan dengan kegiatan sekolah, diupayakan pengadaannya, dibukukan dengan akurat, transparan dan dapat digunakan untuk mendapatkan akses pendanaan sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan program sekolah dengan efisien dan efektif.

Dengan adanya manajemen keuangan yang jelas dan akurat, maka kegiatan belajar mengajar di sekolah akan terlaksana dengan baik dan maksimal. Untuk itu, lembaga pendidikan harus dapat melakukan pengembangan demi memenuhi kebutuhan pendidikan yang relevan dengan zaman. Kendati demikian, hal ini tidak bisa dengan mudah dipenuhi karena sering kali menemui kendala keterbatasan dana.

Pemenuhan infrastruktur memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Walau begitu, Anda tak perlu khawatir karena pepatah pun mengatakan Banyak Jalan Menuju Romah. Artinya, banyak cara yang bisa dilakukan oleh lembaga pendidikan untuk mendapatkan dana yang memadai demi terwujudnya pendidikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengajukan pendanaan melalui perusahaan fintech terpercaya. Selain itu, sebagai perusahaan yang sudah memiliki izin, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama PT Tataskola Teknologi Indonesia menawarkan layanan sistem manajemen keuangan sekolah secara gratis untuk sekolah-sekolah di Indonesia.

Sebagai gambaran, program sosial Tata Skola dapat digunakan untuk mempermudah komunikasi antara sekolah dengan orangtua. Melalui Tata Skolah, orang tua murid bisa lebih mudah menerima tagihan dan dapat membayar menggunakan berbagai metode pembayaran. Pencatatan pun dapat dilakukan secara otomatis maupun manual sehingga dapat digunakan dengan mudah bagi penanggung jawab Tata Usaha, Bendahara, dan Kepala Sekolah.

Sementara itu, institusi pendidikan juga mengajukan pendanaan untuk meningkatkan infrastruktur melalui Pendanaan Modal Kerja atau Working Capital. Lewat layanan ini, institusi pendidikan bisa mendapatkan pendanaan mulai dari 20 juta hingga miliaran rupiah dengan tenor mencapai 24 bulan.

DILARANG COPY PASTE !!!!!!