Sobat Dikbud, Salam Budaya!!

Pada hari ini Kamis, 9 Juni 2022 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu melalui UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu melaksanakan pagelaran Sarafal Anam se-Provinsi Bengkulu bertempat di gedung teater terbuka Taman Budaya. Adapun tema yang diangkat dalam pagelaran tersebut adalah “Dengan Berkesenian Kita Lestarikan Khazanah Budaya Bengkulu”. Dalam laporannya Nevi Tamahani Irha, S.STP, selaku perwakilan panitia menyampaikan bahwa kegiatan pagelaran Sarafal Anam ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan Provinsi Bengkulu agar lebih terkenal dan dicintai seluruh masyarakat, Dalam sambutannya Kepala Dinas dalam hal ini diwakili Bapak Nirwan Sukandri, M.Pd sebagai kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Bengkulu dalam pembukaan acara “kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan apresiasi kepada peserta dalam rangka mengikuti salah satu rangkaian kegiatan taman budaya, selain itu dia juga mengatakan nantinya ada banyak lagi kegiatan perlombaan, pameran dan pagelaran. Selanjutnya kami juga ingin menyampaikan fungsi taman budaya sebagai pelestari, komunikasi, dapur produksi dan dokumentasi seni dan budaya yang ada di Provinsi Bengkulu, oleh karena itu upaya kita untuk melestarikan dan mengembangkan Sarafal Anam sebagai salah satu kesenian seni dan budaya yang bernafaskan Islam atau juga disebut ijas disamping Sarafal Anam juga banyak kesenian lain seperti Marhabah, Hadroh dan sejenisnya Nasid dan Kasidah yang bernafaskan Islam, Sarafal Anam ini dulunya dibawa seiring penyebaran agama Islam ini menjadi daya tarik karena bukan hanya syairnya tetapi juga sebagai si’ar agama Islam. Taman Budaya Bengkulu memberikan dukungan kepada semua jenis seni budaya, lagu daerah dan tari-tarian daerah. Hal ini juga untuk memotifasi para pemuda untuk terus berkarya dan berseni budaya.

Kebudayaan adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat Tylor (Setiadi dkk, 2012). Pengkajian  makna Sarafal Anam diarahkan pada hubungan antara lantunan syair-syair Sarafal Anam dengan  masyarakat pendengarnya. Jadi sebuah pertunjukan Sarafal Anam tidak hanya dilihat dari aspek  budaya saja tetapi juga bisa dari aspek yang lain seperti aspek sosial dan aspek keagaman. Kesenian Sarafal Anam merupakan bentuk kesenian  yang dilagukan dengan irama melayu. Syair-syair inti dari kesenian ini, diambil dari syair nazhm dalam kitab maulid. pertunjukan Sarafal Anam adalah lantunan syair-syair berzanji yang diiringi dengan tabuhan rebana.

Waktu pelaksanaan pagelaran dilaksanakan hanya satu hari yaitu kamis 9 Juni 2022, peserta di ikuti perwakilan dari 9 (sembilan) Kabupaten dan 1 (satu) Kota Bengkulu, para peserta nantinya akan mendapatkan piagam penghargaan, uang saku dan pembinaan oleh panitia, beliau juga mengatakan semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses, diharapkan juga pada para peserta dapat menjalankan prokes kesehatan. Adapun dana pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari DAK/BOP Nonfisik tahun 2022. (aw)*


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

fourteen + 5 =

DILARANG COPY PASTE !!!!!!