Proses Belajar Mengajar Secara Tatap Muka Belum Bisa Dilaksanakan

Proses Belajar Mengajar Secara Tatap Muka Belum Bisa di Laksanakan?

Melalui arahan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu  Drs.Eri Yulian Hidayat, M.Pd, diwajibkan kepada sekolah untuk mematuhi protokol kesehatan dalam situasi pandemi Covid – 19, serta menunda proses belajar mengajar secara tatap muka.

Dalam hal ini proses belajar mengajar tetap dilakukan, tatapi secara daring via online. Melalui aplikasi group whatsapp yang telah dibagi berdasarkan pembagian kelas dan jurusan melalui bimbingan guru di bidang studi masing masing.

Sedangkan di sekolah hanya diperbolehkan melaksanakan kegiatan administratif itupun dibatasi, apabila ada wali murid atau siswa yang datang guna keperluan administrasi sekolah akan dipanggil secara bergilir untuk menghindari kerumunan serta diwajibkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam situasi pandemi Covid – 19 saat ini.

Kadis Dikbud Bengkulu Sidak terkait Pembelajaran Tatap Muka

KADIS DIKBUD SIDAK KE SMA/SMK KOTA BENGKULU TERKAIT PEMBELAJARAN TATAP MUKA

Pandemi covid – 19 membuat semua kegiatan terdampak, salah satunya dunia pendidikan.

Dalam dunia pendidikan, untuk proses belajar mengajar ataupun dalam kegiatan administrasi harus mengikuti prokes, dan ini berlaku di seluruh indonesia.

Menanggapi informasi bahwa ada sekolah yang melakukan pertemuan tatap muka dalam proses belajar mengajar di Kota Bengkulu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd merespon cepat dengan melakukan sidak ke SMA/SMK Negeri dan Swasta di kota bengkulu yang melalukan proses belajar mengajar tatap muka.

Terkait dengan hasil sidak yang dilakukan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu menyampaikan dari sekian banyak sekolah SMA/SMK Negeri dan Swasta di Kota Bengkulu masih ada salah satu sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka, sekolah yang bersangkutan beralasan karna siswanya dalam setiap ruangan hanya dibatasi sebanyak 4 orang siswa, 6 orang siswa dan paling banyak 8 orang siswa.

Dari temuan ini pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengulu sudah memberikan penjelasan dan arahan serta teguran untuk menunda proses pembelajaran tatap muka, karena sesuai aturan dari pusat di wajibkan kepada sekolah untuk mengikuti PPKM, menghindari kerumunan dan mematuhi protokol kesehatan dalam situasi pandemi Covid – 19, serta sistem pembelajaran dilakukan secara daring.

Selain itu Kepala Dinas Pendidikan Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd  menghimbau kepada seluruh sekolah untuk mengikuti prokes dan aturan PPKM yang sekarang ini sedang gencarnya diterapkan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.

Gubernur Melantik 17 Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Secara Virtual

Gubernur Melantik 17 Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Secara Virtual

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menekankan pentingnya sensitivitas dan nilai kepedulian sosial di tengah wabah COVID-19 “Saat ini kita dihadapkan pada kondisi sulit. ASN harus memiliki sensitivitas dan kepedulian pada lingkungannya,” sampai Rohidin.

Untuk itu, Rohidin meminta kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, untuk membuat paket kepedulian kemanusiaan atas musibah COVID-19.

“Silahkan berapapun nilai dan dalam bentuk apapun, nanti disampaikan kepada orang-orang yang membutuhkan,” papar Gubernur Bengkulu ke-10 ini.

“Pejabat harus melek digital. Salah satunya dengan memiliki akun media sosial, terutama akun Facebook, Instagram dan twitter,” tegas Rohidin.

Sebagai wujud komitmen dan bukti para pejabat bisa bermedia sosial, Rohidin minta setelah pelantikan seluruh pejabat yang dilantik memposting tweetbon individu di akunnya masing-masing.

“Ini pelantikan pertama di era pandemi yang kita laksanakan secara digital, agar kehadiran jajaran ASN dan pejabat Pemprov Bengkulu di ruang publik khususnya media sosial diwarnai aktifitas positif,” jelasnya.

DILARANG COPY PASTE !!!!!!